INTERNASIONAL

AI Menyelamatkan Nyawa: Gadis di San Francisco Bantu Deteksi Stroke Mata Ibunya di Surabaya

8
×

AI Menyelamatkan Nyawa: Gadis di San Francisco Bantu Deteksi Stroke Mata Ibunya di Surabaya

Sebarkan artikel ini
Stroke Mata Ibunya Terdeteksi Berkat Bantuan ChatGPT, Gadis di San Francisco Selamatkan Hari
Stroke Mata Ibunya Terdeteksi Berkat Bantuan ChatGPT, Gadis di San Francisco Selamatkan Hari

Media90 – Teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kerap menjadi perdebatan soal dampaknya terhadap pekerjaan atau kreativitas manusia. Namun, di balik itu, AI mulai menampilkan sisi humanisnya: menjadi jembatan informasi krusial di saat krisis, melintasi batas geografis dan zona waktu.

Sebuah kisah inspiratif muncul dari Surabaya, Jawa Timur. Seorang ibu bernama Fifi (bukan nama sebenarnya) mengalami krisis kesehatan serius, dan penyelamatan nyawanya berkat bantuan putrinya, Ayrin Santoso, yang berada ribuan kilometer jauhnya di San Francisco, Amerika Serikat.

Krisis di Hari Ulang Tahun

Kejadian bermula saat ulang tahun Fifi. Alih-alih merayakan, keluarga di Surabaya dikejutkan karena Fifi mendadak kehilangan penglihatan di salah satu matanya. Kepanikan melanda, dan ia segera dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat.

Baca Juga:  Tragis, Bocah 6 Tahun Asal Indonesia Tewas dalam Kecelakaan di Chinatown Singapura

Di San Francisco, Ayrin menerima kabar tersebut dan merasa tak bisa diam. Ia memutuskan mengambil peran sebagai “manajer kasus” jarak jauh, mengumpulkan seluruh informasi dari keluarga: gejala awal, kronologi, hingga obat tetes mata yang diberikan.

ChatGPT sebagai Penerjemah Medis

Bagi keluarga awam, terminologi medis kerap membingungkan. Ayrin memanfaatkan ChatGPT sebagai asisten pribadi. Ia memasukkan data kondisi ibunya, termasuk riwayat hipertensi, ke dalam chatbot AI.

Hasilnya mengejutkan. ChatGPT mampu menerjemahkan istilah medis menjadi bahasa sederhana, sekaligus mengorelasikan gejala hilangnya penglihatan dengan lonjakan tekanan darah ekstrem—kondisi yang dikenal sebagai retinopati hipertensi atau stroke mata.

Berkat panduan pertanyaan yang disusun Ayrin via ChatGPT, keluarga di Surabaya dapat bertanya dengan lebih terarah ke dokter. Hasil pemeriksaan menunjukkan tekanan darah Fifi melonjak di atas 200 mmHg, angka yang sangat berbahaya. Dokter segera menindaklanjuti dengan perawatan intensif hingga kondisinya stabil.

Baca Juga:  Penulisan “Thailand” Jadi “Tailan” di Peta Indonesia, Ini Penjelasan Resmi Pemerintah

AI Bukan Pengganti Dokter

Ayrin menegaskan, AI tidak menggantikan peran dokter. “Diagnosis dan penanganan tetap harus oleh dokter,” ujarnya. AI berfungsi sebagai alat pemberdayaan (empowerment tool) untuk membuat keluarga pasien lebih siap dan teredukasi dalam berdiskusi dengan tenaga medis.

ChatGPT Health: Fitur Kesehatan Khusus

OpenAI, pengembang ChatGPT, meluncurkan fitur ChatGPT Health, ruang privat untuk diskusi kesehatan. CEO OpenAI, Fidji Simo, menjelaskan fitur ini menanggapi tantangan sistem kesehatan global: biaya tinggi, antrean panjang, dan kurangnya kesinambungan informasi.

ChatGPT Health membantu pengguna memantau pola kesehatan, menyiapkan kunjungan dokter, dan memahami hasil lab. Batasan etis dijaga ketat: AI tidak memberikan diagnosis final atau resep obat, melainkan pendamping informatif.

Baca Juga:  Mulai April 2026, QRIS Resmi Bisa Digunakan di Korea Selatan

Kolaborasi AI dan Medis sebagai Masa Depan

Kisah Ayrin dan Fifi menunjukkan bagaimana teknologi dapat memperpendek jarak dan menyelamatkan nyawa. Di masa depan, kolaborasi AI dengan keahlian medis manusia diprediksi menjadi standar baru dalam perawatan kesehatan, memberi ketenangan bagi keluarga pasien, di mana pun mereka berada.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *