INTERNASIONAL

Israel Akui Rudal Iran Tembus Pertahanan, Sistem Iron Dome dan David’s Sling Kembali Disorot

86
×

Israel Akui Rudal Iran Tembus Pertahanan, Sistem Iron Dome dan David’s Sling Kembali Disorot

Sebarkan artikel ini
Israel Akui Iron Dome Tak Sepenuhnya Kebal, Rudal Iran Berhasil Menembus Pertahanan
Israel Akui Iron Dome Tak Sepenuhnya Kebal, Rudal Iran Berhasil Menembus Pertahanan

Media90 – Militer Israel memberikan pernyataan resmi terkait kinerja sistem pertahanan udara mereka setelah serangan rudal Iran yang terjadi baru-baru ini. Dalam laporan teknis awal, sejumlah rudal dilaporkan berhasil menembus lapisan pertahanan dan mencapai wilayah kota Dimona serta Arad. Serangan tersebut menyebabkan lebih dari 100 orang mengalami luka-luka, disertai kerusakan di sejumlah titik dampak hantaman. Otoritas setempat juga mengonfirmasi adanya korban jiwa dalam insiden tersebut.

Peristiwa ini kembali menyoroti keterbatasan sistem pertahanan udara yang selama ini diandalkan oleh Israel dalam menghadapi ancaman lintas batas.

Ads
close ads

Pengakuan Teknis dari Pihak IDF

Kepala Staf Sistem Pertahanan Udara Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces), Kolonel L., menyampaikan bahwa tidak ada sistem pertahanan udara yang benar-benar sempurna. Menurutnya, meskipun teknologi yang dimiliki Israel termasuk salah satu yang paling canggih di dunia, tetap terdapat keterbatasan dalam menghadapi variasi ancaman.

Ia menjelaskan bahwa setiap sistem memiliki tingkat keberhasilan dan titik lemah masing-masing. Saat ini, pihak Israel Defense Forces tengah melakukan investigasi menyeluruh terhadap insiden tersebut untuk mengevaluasi celah pertahanan dan meningkatkan efektivitas sistem di masa depan.

Perubahan Strategi Penggunaan David’s Sling

Israel selama ini mengandalkan sistem pertahanan berlapis yang terdiri dari Iron Dome, David’s Sling, dan Arrow. Secara teknis, Iron Dome digunakan untuk menghadapi ancaman jarak pendek seperti roket dan drone, sementara Arrow dirancang untuk mencegat rudal balistik jarak jauh di ketinggian tinggi.

Namun, sejak Juni 2025, terjadi perubahan strategi di mana sistem David’s Sling mulai diintegrasikan untuk menghadapi rudal balistik jarak menengah hingga jauh sebagai alternatif yang lebih hemat biaya dibanding Arrow. Meski demikian, perbedaan karakteristik teknis antara sistem ini memengaruhi pola pencegatan di lapangan.

Tantangan Teknis dalam Pencegatan Rudal

Penggunaan David’s Sling yang bekerja pada ketinggian lebih rendah dibanding Arrow 3 menimbulkan risiko tambahan, terutama terkait sebaran serpihan hasil pencegatan yang dapat jatuh di area pemukiman.

Selain itu, kompleksitas ancaman meningkat akibat dugaan penggunaan munisi klaster oleh pihak Iran. Laporan menyebutkan sekitar 50 hingga 70 persen rudal membawa sub-munisi yang dapat menyebar saat terjadi ledakan atau pencegatan, sehingga memperluas area dampak serangan.

Kondisi ini membuat sistem pertahanan Israel menghadapi tantangan teknis yang lebih kompleks, karena tidak hanya harus mencegat rudal, tetapi juga meminimalkan dampak lanjutan dari fragmentasi dan sub-munisi di wilayah padat penduduk.

Evaluasi dan Penguatan Sistem Pertahanan

Insiden ini mendorong evaluasi besar-besaran terhadap efektivitas sistem pertahanan berlapis Israel. Meski Iron Dome selama ini dikenal memiliki tingkat keberhasilan tinggi, kejadian terbaru menunjukkan bahwa tidak ada sistem yang sepenuhnya kebal terhadap serangan modern yang semakin kompleks.

Pihak militer kini berfokus pada peningkatan integrasi antar sistem, penguatan deteksi dini, serta optimasi strategi pencegatan untuk mengurangi risiko serangan yang berhasil menembus pertahanan.

Dengan meningkatnya intensitas dan kompleksitas ancaman, dinamika pertahanan udara di kawasan tersebut diperkirakan akan terus mengalami perkembangan signifikan dalam waktu dekat.

Heboh Hacker Kembar Diduga Hapus 96 Database Pemerintah AS Usai Dipecat dari Opexus
INTERNASIONAL

Media90 – Kasus pemecatan karyawan yang berujung pada sabotase siber berskala besar mengguncang industri teknologi dan keamanan federal Amerika Serikat. Dua saudara kembar, Muneeb Akhter dan Sohaib Akhter yang berusia 34 tahun didakwa setelah nekat menghapus sekitar 96 database berisi informasi sensitif milik pemerintah federal AS. Ads close ads Aksi destruktif tersebut dilakukan hanya beberapa menit setelah keduanya diberhentikan dari perusahaan tempat mereka bekerja. Kasus ini langsung menyita perhatian publik karena kedua pelaku bekerja di Opexus, perusahaan kontraktor teknologi yang melayani lebih dari 45 lembaga pemerintah AS. Ironisnya, keduanya berhasil lolos proses rekrutmen dan dipercaya menangani data penting negara meskipun…

Heboh di India Kematian Twisha Sharma Picu Dugaan Mahar dan KDRT
INTERNASIONAL

Media90 – Nama Twisha Sharma mendadak menjadi perbincangan luas di India setelah kematiannya pada 12 Mei lalu. Perempuan berusia 33 tahun tersebut ditemukan tidak bernyawa di rumah keluarga suaminya di Bhopal. Ads close ads Kasus ini dengan cepat menyita perhatian media nasional karena muncul dugaan keterlibatan konflik mahar dan kekerasan rumah tangga. Polisi kini masih mendalami penyebab pasti kematian Twisha, termasuk kemungkinan pembunuhan maupun bunuh diri. Twisha diketahui menikah dengan Samarth Singh pada Desember 2025 setelah keduanya berkenalan melalui aplikasi kencan setahun sebelumnya. Awalnya, kehidupan rumah tangga pasangan tersebut tampak harmonis. Namun menurut keluarga korban, masalah mulai muncul tidak lama…

Israel Tuai Sorotan Internasional Usai Hentikan Kapal Bantuan untuk Gaza
INTERNASIONAL

Media90 – Ketegangan terkait konflik Gaza kembali memanas setelah militer Israel mencegat armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla di kawasan Laut Mediterania. Insiden tersebut terjadi saat kapal bantuan berada di perairan internasional sekitar 460 kilometer di barat Siprus. Ads close ads Aksi pencegatan itu langsung menjadi perhatian dunia internasional setelah rekaman siaran langsung tersebar luas di media sosial. Dalam video yang beredar, sejumlah relawan dan penumpang sipil tampak mengangkat tangan ketika pasukan komando Israel memasuki kapal bantuan tersebut. Langkah militer Israel menuai kecaman dari berbagai pihak karena operasi dilakukan di luar wilayah perairan negaranya. Sejumlah pihak menilai tindakan tersebut berpotensi melanggar…

Darah Buatan Super Clot Diklaim Mampu Menghentikan Pendarahan dalam Hitungan Detik
INTERNASIONAL

Media90 – Dunia medis kembali mencatat kemajuan besar dengan hadirnya teknologi Engineered Blood Clots (EBCs), sebuah inovasi pembekuan darah buatan yang mampu menghentikan perdarahan hebat hanya dalam hitungan detik. Teknologi ini dikembangkan oleh tim peneliti lintas institusi dari Kanada dan Amerika Serikat melalui pendekatan revolusioner yang dikenal sebagai click clotting. Inovasi ini digadang-gadang menjadi solusi masa depan dalam penanganan darurat, terutama pada kasus kecelakaan, operasi besar, hingga pasien dengan gangguan pembekuan darah. Ads close ads Click Clotting: Cara Baru Membekukan Darah Berbeda dengan proses alami tubuh yang mengandalkan serat fibrin, teknologi EBCs justru memaksimalkan peran sel darah merah sebagai struktur…

Kabel Internet Global di Selat Hormuz Jadi Target, Iran Wacanakan ‘Toll Digital’ untuk Big Tech
INTERNASIONAL

Media90 – Selat Hormuz yang selama ini dikenal sebagai jalur vital energi dunia kini mulai dipandang dari perspektif baru oleh Iran: sebagai pusat infrastruktur digital global yang strategis. Media yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Tasnim News Agency, mendorong pemerintah untuk mulai memonetisasi kabel serat optik bawah laut yang melintasi kawasan tersebut. Dalam laporan berjudul “Three practical steps for generating revenue from Strait of Hormuz internet cables”, Tasnim menyoroti bahwa Selat Hormuz tidak hanya menjadi jalur kapal tanker minyak, tetapi juga koridor penting bagi arus data global yang menghubungkan Asia, Timur Tengah, dan Eropa. Ads close ads…

Ilmuwan China Ciptakan Sel Bahan Bakar Batu Bara dengan Potensi Nol Emisi
INTERNASIONAL

Media90 – Tim ilmuwan dari Universitas Shenzhen, China, mengklaim telah berhasil mengembangkan teknologi sel bahan bakar batu bara yang berpotensi memangkas emisi karbon dioksida (CO2) hingga mendekati nol. Inovasi yang diberi nama zero-carbon-emission direct coal fuel cell (ZC-DCFC) ini dinilai mampu mengubah cara kerja pembangkit listrik berbasis batu bara secara fundamental. Berdasarkan laporan The Independent pada akhir April 2026, teknologi ini menawarkan pendekatan baru dalam menghasilkan energi dari bahan bakar fosil dengan dampak polusi yang jauh lebih rendah dibanding metode konvensional. Ads close ads Mekanisme Kerja Tanpa Pembakaran Berbeda dengan pembangkit listrik tenaga uap yang mengandalkan pembakaran batu bara, sistem…

Kanker Usus pada Usia Muda Meningkat, Peneliti Temukan Jejak Herbisida di DNA
INTERNASIONAL

Media90 – Tren peningkatan kasus Kanker Kolorektal pada kelompok usia di bawah 50 tahun kini menjadi perhatian serius dunia kesehatan. Penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Medicine mengungkap temuan mengejutkan, yakni adanya dugaan keterkaitan antara paparan herbisida bernama Picloram dengan meningkatnya kasus kanker ini pada pasien usia muda. Temuan tersebut membuka perspektif baru dalam dunia Onkologi, yang selama ini lebih banyak mengaitkan kanker usus dengan faktor gaya hidup dan pola makan. Meski masih bersifat awal, peneliti menemukan “sidik jari” DNA pada tumor pasien yang mengindikasikan adanya pengaruh paparan lingkungan terhadap mutasi genetik. Ads close ads Jejak DNA Ungkap Paparan…