INTERNASIONAL

Israel Akui Rudal Iran Tembus Pertahanan, Sistem Iron Dome dan David’s Sling Kembali Disorot

64
×

Israel Akui Rudal Iran Tembus Pertahanan, Sistem Iron Dome dan David’s Sling Kembali Disorot

Sebarkan artikel ini
Israel Akui Iron Dome Tak Sepenuhnya Kebal, Rudal Iran Berhasil Menembus Pertahanan
Israel Akui Iron Dome Tak Sepenuhnya Kebal, Rudal Iran Berhasil Menembus Pertahanan

Media90 – Militer Israel memberikan pernyataan resmi terkait kinerja sistem pertahanan udara mereka setelah serangan rudal Iran yang terjadi baru-baru ini. Dalam laporan teknis awal, sejumlah rudal dilaporkan berhasil menembus lapisan pertahanan dan mencapai wilayah kota Dimona serta Arad. Serangan tersebut menyebabkan lebih dari 100 orang mengalami luka-luka, disertai kerusakan di sejumlah titik dampak hantaman. Otoritas setempat juga mengonfirmasi adanya korban jiwa dalam insiden tersebut.

Peristiwa ini kembali menyoroti keterbatasan sistem pertahanan udara yang selama ini diandalkan oleh Israel dalam menghadapi ancaman lintas batas.

Ads
close ads

Pengakuan Teknis dari Pihak IDF

Kepala Staf Sistem Pertahanan Udara Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces), Kolonel L., menyampaikan bahwa tidak ada sistem pertahanan udara yang benar-benar sempurna. Menurutnya, meskipun teknologi yang dimiliki Israel termasuk salah satu yang paling canggih di dunia, tetap terdapat keterbatasan dalam menghadapi variasi ancaman.

Ia menjelaskan bahwa setiap sistem memiliki tingkat keberhasilan dan titik lemah masing-masing. Saat ini, pihak Israel Defense Forces tengah melakukan investigasi menyeluruh terhadap insiden tersebut untuk mengevaluasi celah pertahanan dan meningkatkan efektivitas sistem di masa depan.

Perubahan Strategi Penggunaan David’s Sling

Israel selama ini mengandalkan sistem pertahanan berlapis yang terdiri dari Iron Dome, David’s Sling, dan Arrow. Secara teknis, Iron Dome digunakan untuk menghadapi ancaman jarak pendek seperti roket dan drone, sementara Arrow dirancang untuk mencegat rudal balistik jarak jauh di ketinggian tinggi.

Namun, sejak Juni 2025, terjadi perubahan strategi di mana sistem David’s Sling mulai diintegrasikan untuk menghadapi rudal balistik jarak menengah hingga jauh sebagai alternatif yang lebih hemat biaya dibanding Arrow. Meski demikian, perbedaan karakteristik teknis antara sistem ini memengaruhi pola pencegatan di lapangan.

Tantangan Teknis dalam Pencegatan Rudal

Penggunaan David’s Sling yang bekerja pada ketinggian lebih rendah dibanding Arrow 3 menimbulkan risiko tambahan, terutama terkait sebaran serpihan hasil pencegatan yang dapat jatuh di area pemukiman.

Selain itu, kompleksitas ancaman meningkat akibat dugaan penggunaan munisi klaster oleh pihak Iran. Laporan menyebutkan sekitar 50 hingga 70 persen rudal membawa sub-munisi yang dapat menyebar saat terjadi ledakan atau pencegatan, sehingga memperluas area dampak serangan.

Kondisi ini membuat sistem pertahanan Israel menghadapi tantangan teknis yang lebih kompleks, karena tidak hanya harus mencegat rudal, tetapi juga meminimalkan dampak lanjutan dari fragmentasi dan sub-munisi di wilayah padat penduduk.

Evaluasi dan Penguatan Sistem Pertahanan

Insiden ini mendorong evaluasi besar-besaran terhadap efektivitas sistem pertahanan berlapis Israel. Meski Iron Dome selama ini dikenal memiliki tingkat keberhasilan tinggi, kejadian terbaru menunjukkan bahwa tidak ada sistem yang sepenuhnya kebal terhadap serangan modern yang semakin kompleks.

Pihak militer kini berfokus pada peningkatan integrasi antar sistem, penguatan deteksi dini, serta optimasi strategi pencegatan untuk mengurangi risiko serangan yang berhasil menembus pertahanan.

Dengan meningkatnya intensitas dan kompleksitas ancaman, dinamika pertahanan udara di kawasan tersebut diperkirakan akan terus mengalami perkembangan signifikan dalam waktu dekat.

Ilmuwan China Ciptakan Sel Bahan Bakar Batu Bara dengan Potensi Nol Emisi
INTERNASIONAL

Media90 – Tim ilmuwan dari Universitas Shenzhen, China, mengklaim telah berhasil mengembangkan teknologi sel bahan bakar batu bara yang berpotensi memangkas emisi karbon dioksida (CO2) hingga mendekati nol. Inovasi yang diberi nama zero-carbon-emission direct coal fuel cell (ZC-DCFC) ini dinilai mampu mengubah cara kerja pembangkit listrik berbasis batu bara secara fundamental. Berdasarkan laporan The Independent pada akhir April 2026, teknologi ini menawarkan pendekatan baru dalam menghasilkan energi dari bahan bakar fosil dengan dampak polusi yang jauh lebih rendah dibanding metode konvensional. Ads close ads Mekanisme Kerja Tanpa Pembakaran Berbeda dengan pembangkit listrik tenaga uap yang mengandalkan pembakaran batu bara, sistem…

Kanker Usus pada Usia Muda Meningkat, Peneliti Temukan Jejak Herbisida di DNA
INTERNASIONAL

Media90 – Tren peningkatan kasus Kanker Kolorektal pada kelompok usia di bawah 50 tahun kini menjadi perhatian serius dunia kesehatan. Penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Medicine mengungkap temuan mengejutkan, yakni adanya dugaan keterkaitan antara paparan herbisida bernama Picloram dengan meningkatnya kasus kanker ini pada pasien usia muda. Temuan tersebut membuka perspektif baru dalam dunia Onkologi, yang selama ini lebih banyak mengaitkan kanker usus dengan faktor gaya hidup dan pola makan. Meski masih bersifat awal, peneliti menemukan “sidik jari” DNA pada tumor pasien yang mengindikasikan adanya pengaruh paparan lingkungan terhadap mutasi genetik. Ads close ads Jejak DNA Ungkap Paparan…

Hebat! Menteri Luar Negeri Singapura Gunakan AI Buatan Internal untuk Kerja Negara
INTERNASIONAL

Media90 – Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan, dunia diplomasi internasional dibuat kagum oleh langkah tidak biasa dari Vivian Balakrishnan. Ia mengungkapkan bahwa dirinya secara mandiri melakukan coding untuk membangun sistem AI yang membantu menyelesaikan tugas-tugas diplomatik sehari-hari. Aksi ini menjadi sorotan karena menunjukkan bahwa kemampuan memahami teknologi kini bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan kebutuhan penting bagi pemimpin di era digital. Ads close ads AI Buatan Sendiri untuk Membantu Tugas Diplomasi AI yang dikembangkan oleh Vivian Balakrishnan dirancang untuk membantu menganalisis dokumen-dokumen diplomatik yang sangat kompleks dan panjang. Sistem ini mampu merangkum poin-poin penting secara otomatis sehingga proses pengambilan…

Tuai Kecaman, Indonesia Protes Israel atas Spanduk di Reruntuhan RS Indonesia Gaza
INTERNASIONAL

Media90 – Pemerintah Indonesia melontarkan kecaman tegas terhadap tindakan militer Israel yang memasang spanduk propaganda di atas reruntuhan Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara, Jalur Gaza. Melalui pernyataan resmi yang disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia pada Rabu, 22 April 2026, Indonesia menilai aksi tersebut sebagai tindakan yang sangat provokatif dan tidak dapat diterima. Ads close ads Dinilai Provokatif dan Cederai Nilai Kemanusiaan Spanduk bertuliskan “Rising Lion” yang dipasang oleh pasukan Israel dinilai bukan sekadar simbol militer, tetapi juga bentuk propaganda yang mencederai nilai-nilai kemanusiaan. Terlebih, spanduk tersebut ditempatkan di lokasi fasilitas kesehatan yang telah hancur. Kemlu RI menegaskan…

Teknologi Satelit China Diduga Digunakan Iran untuk Intai dan Serang Basis AS
INTERNASIONAL

Media90 – Isu penggunaan kecerdasan buatan dalam konflik militer kembali mencuat. Kali ini, laporan intelijen Amerika Serikat menyebut adanya dugaan bahwa Iran memanfaatkan teknologi citra satelit berbasis AI dari perusahaan China untuk menentukan target serangan di Timur Tengah. Dugaan ini semakin memperkeruh situasi geopolitik yang memang sudah memanas di kawasan tersebut. Informasi ini pertama kali diungkap oleh sumber internal dari Defense Intelligence Agency (DIA), badan intelijen militer di bawah Pentagon. Menurut sumber tersebut, teknologi AI memungkinkan Iran mengidentifikasi target militer dengan tingkat presisi yang jauh lebih tinggi dibanding metode konvensional. Ads close ads Peran AI dalam Analisis Target Militer Teknologi…

Persaingan Global Memanas, Xi Jinping Andalkan AI dan Militer Lawan Amerika Serikat
INTERNASIONAL

Media90 – Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan China kembali meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Persaingan kedua negara kini tidak hanya terbatas pada sektor ekonomi, tetapi juga merambah ke teknologi canggih dan kekuatan militer. Dalam konteks ini, Presiden Xi Jinping disebut mulai memperkuat strategi jangka panjang yang bertumpu pada kecerdasan buatan (AI) dan modernisasi militer sebagai kunci utama menghadapi rivalitas global dengan Washington. AI dan Teknologi Jadi Arah Strategis Masa Depan China saat ini tengah mempercepat pembangunan ekosistem teknologi nasional yang lebih mandiri. Dalam rencana lima tahunannya, Beijing memprioritaskan sektor strategis seperti AI, komputasi kuantum, dan jaringan 6G sebagai fondasi…

Peluang Karier: Amerika Rekrut Gamer Jadi Petugas ATC, Gaji Tembus Rp2,6 Miliar
INTERNASIONAL

Media90 – Dunia gaming kini tidak lagi sekadar dianggap sebagai hiburan atau hobi, tetapi mulai dipandang sebagai sumber keterampilan kognitif yang bernilai tinggi di dunia kerja profesional. Kabar mengejutkan datang dari Amerika Serikat, di mana otoritas penerbangan mulai merekrut para gamer untuk mengisi posisi strategis sebagai Air Traffic Controller (ATC) atau petugas lalu lintas udara. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kebutuhan tenaga ahli di sektor penerbangan, sekaligus memanfaatkan kemampuan khas yang dimiliki para pemain gim, terutama dalam hal refleks cepat, pengambilan keputusan, dan pengelolaan informasi kompleks. Ads close ads Gamer Dinilai Punya Kecocokan dengan Dunia ATC Menurut evaluasi Federal…