Media90 – Nama Twisha Sharma mendadak menjadi perbincangan luas di India setelah kematiannya pada 12 Mei lalu.
Perempuan berusia 33 tahun tersebut ditemukan tidak bernyawa di rumah keluarga suaminya di Bhopal.
Kasus ini dengan cepat menyita perhatian media nasional karena muncul dugaan keterlibatan konflik mahar dan kekerasan rumah tangga.
Polisi kini masih mendalami penyebab pasti kematian Twisha, termasuk kemungkinan pembunuhan maupun bunuh diri.
Twisha diketahui menikah dengan Samarth Singh pada Desember 2025 setelah keduanya berkenalan melalui aplikasi kencan setahun sebelumnya.
Awalnya, kehidupan rumah tangga pasangan tersebut tampak harmonis. Namun menurut keluarga korban, masalah mulai muncul tidak lama setelah pernikahan berlangsung.
Pihak keluarga Sharma menuduh Twisha kerap mendapat tekanan dari suaminya dan ibu mertua, Giribala Singh.
Mereka menyebut keluarga Singh terus mempermasalahkan mahar yang diberikan saat pernikahan.
Keluarga korban mengatakan bahwa mereka dianggap tidak memenuhi “standar” keluarga suami. Tuduhan itu dibantah oleh Giribala Singh yang menyebut seluruh klaim tersebut tidak benar.
Meski praktik mahar telah dinyatakan ilegal di India, tradisi itu masih banyak terjadi dan sering dikaitkan dengan kekerasan terhadap perempuan.
Konflik rumah tangga disebut semakin memburuk ketika Twisha diketahui hamil pada April lalu.
Menurut pihak keluarga, situasi menjadi tegang setelah suami dan ibu mertuanya mempertanyakan karakter korban dan menuduh kehamilan tersebut bukan anak dari Samarth Singh.
Keluarga Sharma juga menyebut Twisha dipaksa melakukan aborsi pada minggu pertama bulan Mei.
Namun Giribala Singh kembali membantah seluruh tuduhan tersebut. Ia mengatakan bahwa Twisha sendiri yang bersikeras melakukan aborsi dengan alasan belum ingin memiliki anak.
Di tengah proses penyelidikan, keberadaan Samarth Singh hingga kini masih belum diketahui.
Polisi telah mengeluarkan pemberitahuan pencarian serta menawarkan hadiah uang tunai bagi masyarakat yang dapat memberikan informasi terkait lokasinya.
Pengadilan di Bhopal sebelumnya memberikan jaminan penangguhan penahanan kepada Giribala Singh.
Sementara itu, permohonan jaminan Samarth Singh ditolak dan ia diperintahkan menyerahkan diri paling lambat 23 Mei.
Giribala Singh mengaku tidak mengetahui lokasi putranya saat ini. Namun ia mengatakan Samarth akan mengajukan permohonan jaminan di pengadilan tinggi dan akan menyerahkan diri jika permohonannya ditolak.
Hingga kini, keluarga Twisha masih menolak proses kremasi jenazah dan meminta dilakukan otopsi kedua karena menilai terdapat sejumlah kejanggalan dalam laporan awal.
Hasil pemeriksaan pertama menyebut Twisha meninggal akibat gantung diri. Namun laporan tersebut juga mencatat adanya luka-luka di tubuh korban yang diduga terjadi sebelum kematiannya.
Kasus kematian Twisha Sharma kembali membuka perhatian publik terhadap persoalan mahar di India yang hingga kini masih menjadi masalah sosial serius.
Banyak pihak mendesak agar perlindungan hukum terhadap perempuan diperkuat untuk mencegah tragedi serupa kembali terjadi.














