INTERNASIONAL

Startup Amerika Serikat Rancang Hotel di Bulan, Deposit Tembus Rp17 Miliar

Avatar
48
×

Startup Amerika Serikat Rancang Hotel di Bulan, Deposit Tembus Rp17 Miliar

Sebarkan artikel ini
Wisata Luar Angkasa Makin Nyata, Startup AS Tawarkan Hotel di Bulan dengan DP Rp17 Miliar
Wisata Luar Angkasa Makin Nyata, Startup AS Tawarkan Hotel di Bulan dengan DP Rp17 Miliar

Media90 – Gagasan liburan ke luar angkasa kini bukan lagi sekadar fiksi ilmiah. Sebuah startup asal Amerika Serikat bernama GRU Space tengah merancang proyek ambisius berupa “hotel” di permukaan Bulan. Menariknya, calon wisatawan sudah bisa melakukan pemesanan dengan biaya yang tidak murah.

Untuk mengamankan tempat, peminat diminta menyetor deposit mulai dari 250.000 dolar AS hingga 1 juta dolar AS, atau setara sekitar Rp4,2 miliar hingga Rp17 miliar. Angka fantastis ini mencerminkan eksklusivitas pengalaman wisata luar angkasa yang ditawarkan.

Ads
close ads

Konsep Futuristik Terinspirasi Arsitektur Ikonik

Proyek hotel ini disebut terinspirasi dari Palace of the Fine Arts. Bangunan ikonik tersebut dikenal dengan desain klasik megah, yang akan diadaptasi ke dalam konsep hunian futuristik di lingkungan ekstrem luar angkasa.

GRU Space berencana menciptakan kompleks yang tidak hanya menjadi tempat tinggal sementara, tetapi juga simbol awal kehadiran manusia secara komersial di Bulan.

Tahapan Misi: Uji Teknologi hingga Hotel Pertama

Pendiri GRU Space, Skyler Chan, menargetkan misi pertama dimulai pada 2029. Pada fase awal, perusahaan akan menguji berbagai teknologi penting, seperti:

  • Struktur tiup (inflatable) untuk habitat
  • Pengolahan regolit Bulan menjadi bahan bangunan
  • Sistem konstruksi berbasis geopolimer

Selanjutnya pada 2032, pengembangan akan ditingkatkan dengan membangun struktur lebih besar di lokasi alami seperti lubang Bulan (lunar pit). Dalam fase ini, perusahaan menargetkan peluncuran hotel pertama yang mampu menampung hingga empat orang.

Ke depan, fasilitas permanen berbahan material lokal Bulan akan mulai dikembangkan untuk mendukung keberlanjutan proyek.

Ambisi Besar di Tengah Keterbatasan

Meski terdengar revolusioner, proyek ini masih menghadapi tantangan besar. Hingga akhir 2025, GRU Space diketahui masih berada pada tahap awal dengan tim yang sangat kecil.

Namun, latar belakang Skyler Chan di dunia teknologi menjadi modal penting. Ia pernah menjalani magang di Tesla dan memiliki pengalaman dalam pengembangan teknologi kendaraan otonom. Selain itu, ia juga terlibat dalam proyek printer 3D yang didukung oleh NASA.

Membuka Era Baru Pariwisata Luar Angkasa

Selama ini, aktivitas di Bulan lebih banyak didominasi pemerintah dan perusahaan besar. GRU Space mencoba menghadirkan pendekatan baru dengan membuka peluang sektor pariwisata luar angkasa.

Startup ini bahkan memiliki visi jangka panjang melalui konsep “Moon Base Company of America”, yang mencakup pembangunan infrastruktur seperti:

  • Jalan di permukaan Bulan
  • Sistem mass driver
  • Gudang logistik

Didukung Investor dan Program Teknologi

Meski masih tahap awal, GRU Space mengklaim telah mendapatkan dukungan dari investor yang juga terlibat dalam perusahaan besar seperti SpaceX dan Anduril.

Selain itu, startup ini juga menjadi bagian dari program akselerasi Nvidia Inception, yang mendukung pengembangan teknologi berbasis AI.

Masa Depan yang Penuh Tantangan

Meski menjanjikan, perjalanan menuju realisasi hotel di Bulan masih panjang dan penuh risiko. Tantangan teknis, biaya tinggi, hingga keselamatan manusia di lingkungan ekstrem menjadi faktor utama yang harus diatasi.

Namun, proyek ini menunjukkan bahwa batas antara mimpi dan kenyataan dalam eksplorasi luar angkasa semakin tipis. Jika semua berjalan sesuai rencana, bukan tidak mungkin liburan ke Bulan akan menjadi salah satu pengalaman paling eksklusif di masa depan.

Ilmuwan China Ciptakan Sel Bahan Bakar Batu Bara dengan Potensi Nol Emisi
INTERNASIONAL

Media90 – Tim ilmuwan dari Universitas Shenzhen, China, mengklaim telah berhasil mengembangkan teknologi sel bahan bakar batu bara yang berpotensi memangkas emisi karbon dioksida (CO2) hingga mendekati nol. Inovasi yang diberi nama zero-carbon-emission direct coal fuel cell (ZC-DCFC) ini dinilai mampu mengubah cara kerja pembangkit listrik berbasis batu bara secara fundamental. Berdasarkan laporan The Independent pada akhir April 2026, teknologi ini menawarkan pendekatan baru dalam menghasilkan energi dari bahan bakar fosil dengan dampak polusi yang jauh lebih rendah dibanding metode konvensional. Ads close ads Mekanisme Kerja Tanpa Pembakaran Berbeda dengan pembangkit listrik tenaga uap yang mengandalkan pembakaran batu bara, sistem…

Kanker Usus pada Usia Muda Meningkat, Peneliti Temukan Jejak Herbisida di DNA
INTERNASIONAL

Media90 – Tren peningkatan kasus Kanker Kolorektal pada kelompok usia di bawah 50 tahun kini menjadi perhatian serius dunia kesehatan. Penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Medicine mengungkap temuan mengejutkan, yakni adanya dugaan keterkaitan antara paparan herbisida bernama Picloram dengan meningkatnya kasus kanker ini pada pasien usia muda. Temuan tersebut membuka perspektif baru dalam dunia Onkologi, yang selama ini lebih banyak mengaitkan kanker usus dengan faktor gaya hidup dan pola makan. Meski masih bersifat awal, peneliti menemukan “sidik jari” DNA pada tumor pasien yang mengindikasikan adanya pengaruh paparan lingkungan terhadap mutasi genetik. Ads close ads Jejak DNA Ungkap Paparan…

Hebat! Menteri Luar Negeri Singapura Gunakan AI Buatan Internal untuk Kerja Negara
INTERNASIONAL

Media90 – Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan, dunia diplomasi internasional dibuat kagum oleh langkah tidak biasa dari Vivian Balakrishnan. Ia mengungkapkan bahwa dirinya secara mandiri melakukan coding untuk membangun sistem AI yang membantu menyelesaikan tugas-tugas diplomatik sehari-hari. Aksi ini menjadi sorotan karena menunjukkan bahwa kemampuan memahami teknologi kini bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan kebutuhan penting bagi pemimpin di era digital. Ads close ads AI Buatan Sendiri untuk Membantu Tugas Diplomasi AI yang dikembangkan oleh Vivian Balakrishnan dirancang untuk membantu menganalisis dokumen-dokumen diplomatik yang sangat kompleks dan panjang. Sistem ini mampu merangkum poin-poin penting secara otomatis sehingga proses pengambilan…

Tuai Kecaman, Indonesia Protes Israel atas Spanduk di Reruntuhan RS Indonesia Gaza
INTERNASIONAL

Media90 – Pemerintah Indonesia melontarkan kecaman tegas terhadap tindakan militer Israel yang memasang spanduk propaganda di atas reruntuhan Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara, Jalur Gaza. Melalui pernyataan resmi yang disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia pada Rabu, 22 April 2026, Indonesia menilai aksi tersebut sebagai tindakan yang sangat provokatif dan tidak dapat diterima. Ads close ads Dinilai Provokatif dan Cederai Nilai Kemanusiaan Spanduk bertuliskan “Rising Lion” yang dipasang oleh pasukan Israel dinilai bukan sekadar simbol militer, tetapi juga bentuk propaganda yang mencederai nilai-nilai kemanusiaan. Terlebih, spanduk tersebut ditempatkan di lokasi fasilitas kesehatan yang telah hancur. Kemlu RI menegaskan…

Teknologi Satelit China Diduga Digunakan Iran untuk Intai dan Serang Basis AS
INTERNASIONAL

Media90 – Isu penggunaan kecerdasan buatan dalam konflik militer kembali mencuat. Kali ini, laporan intelijen Amerika Serikat menyebut adanya dugaan bahwa Iran memanfaatkan teknologi citra satelit berbasis AI dari perusahaan China untuk menentukan target serangan di Timur Tengah. Dugaan ini semakin memperkeruh situasi geopolitik yang memang sudah memanas di kawasan tersebut. Informasi ini pertama kali diungkap oleh sumber internal dari Defense Intelligence Agency (DIA), badan intelijen militer di bawah Pentagon. Menurut sumber tersebut, teknologi AI memungkinkan Iran mengidentifikasi target militer dengan tingkat presisi yang jauh lebih tinggi dibanding metode konvensional. Ads close ads Peran AI dalam Analisis Target Militer Teknologi…

Persaingan Global Memanas, Xi Jinping Andalkan AI dan Militer Lawan Amerika Serikat
INTERNASIONAL

Media90 – Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan China kembali meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Persaingan kedua negara kini tidak hanya terbatas pada sektor ekonomi, tetapi juga merambah ke teknologi canggih dan kekuatan militer. Dalam konteks ini, Presiden Xi Jinping disebut mulai memperkuat strategi jangka panjang yang bertumpu pada kecerdasan buatan (AI) dan modernisasi militer sebagai kunci utama menghadapi rivalitas global dengan Washington. AI dan Teknologi Jadi Arah Strategis Masa Depan China saat ini tengah mempercepat pembangunan ekosistem teknologi nasional yang lebih mandiri. Dalam rencana lima tahunannya, Beijing memprioritaskan sektor strategis seperti AI, komputasi kuantum, dan jaringan 6G sebagai fondasi…

Peluang Karier: Amerika Rekrut Gamer Jadi Petugas ATC, Gaji Tembus Rp2,6 Miliar
INTERNASIONAL

Media90 – Dunia gaming kini tidak lagi sekadar dianggap sebagai hiburan atau hobi, tetapi mulai dipandang sebagai sumber keterampilan kognitif yang bernilai tinggi di dunia kerja profesional. Kabar mengejutkan datang dari Amerika Serikat, di mana otoritas penerbangan mulai merekrut para gamer untuk mengisi posisi strategis sebagai Air Traffic Controller (ATC) atau petugas lalu lintas udara. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kebutuhan tenaga ahli di sektor penerbangan, sekaligus memanfaatkan kemampuan khas yang dimiliki para pemain gim, terutama dalam hal refleks cepat, pengambilan keputusan, dan pengelolaan informasi kompleks. Ads close ads Gamer Dinilai Punya Kecocokan dengan Dunia ATC Menurut evaluasi Federal…