Media90 – Gagasan liburan ke luar angkasa kini bukan lagi sekadar fiksi ilmiah. Sebuah startup asal Amerika Serikat bernama GRU Space tengah merancang proyek ambisius berupa “hotel” di permukaan Bulan. Menariknya, calon wisatawan sudah bisa melakukan pemesanan dengan biaya yang tidak murah.
Untuk mengamankan tempat, peminat diminta menyetor deposit mulai dari 250.000 dolar AS hingga 1 juta dolar AS, atau setara sekitar Rp4,2 miliar hingga Rp17 miliar. Angka fantastis ini mencerminkan eksklusivitas pengalaman wisata luar angkasa yang ditawarkan.
Konsep Futuristik Terinspirasi Arsitektur Ikonik
Proyek hotel ini disebut terinspirasi dari Palace of the Fine Arts. Bangunan ikonik tersebut dikenal dengan desain klasik megah, yang akan diadaptasi ke dalam konsep hunian futuristik di lingkungan ekstrem luar angkasa.
GRU Space berencana menciptakan kompleks yang tidak hanya menjadi tempat tinggal sementara, tetapi juga simbol awal kehadiran manusia secara komersial di Bulan.
Tahapan Misi: Uji Teknologi hingga Hotel Pertama
Pendiri GRU Space, Skyler Chan, menargetkan misi pertama dimulai pada 2029. Pada fase awal, perusahaan akan menguji berbagai teknologi penting, seperti:
- Struktur tiup (inflatable) untuk habitat
- Pengolahan regolit Bulan menjadi bahan bangunan
- Sistem konstruksi berbasis geopolimer
Selanjutnya pada 2032, pengembangan akan ditingkatkan dengan membangun struktur lebih besar di lokasi alami seperti lubang Bulan (lunar pit). Dalam fase ini, perusahaan menargetkan peluncuran hotel pertama yang mampu menampung hingga empat orang.
Ke depan, fasilitas permanen berbahan material lokal Bulan akan mulai dikembangkan untuk mendukung keberlanjutan proyek.
Ambisi Besar di Tengah Keterbatasan
Meski terdengar revolusioner, proyek ini masih menghadapi tantangan besar. Hingga akhir 2025, GRU Space diketahui masih berada pada tahap awal dengan tim yang sangat kecil.
Namun, latar belakang Skyler Chan di dunia teknologi menjadi modal penting. Ia pernah menjalani magang di Tesla dan memiliki pengalaman dalam pengembangan teknologi kendaraan otonom. Selain itu, ia juga terlibat dalam proyek printer 3D yang didukung oleh NASA.
Membuka Era Baru Pariwisata Luar Angkasa
Selama ini, aktivitas di Bulan lebih banyak didominasi pemerintah dan perusahaan besar. GRU Space mencoba menghadirkan pendekatan baru dengan membuka peluang sektor pariwisata luar angkasa.
Startup ini bahkan memiliki visi jangka panjang melalui konsep “Moon Base Company of America”, yang mencakup pembangunan infrastruktur seperti:
- Jalan di permukaan Bulan
- Sistem mass driver
- Gudang logistik
Didukung Investor dan Program Teknologi
Meski masih tahap awal, GRU Space mengklaim telah mendapatkan dukungan dari investor yang juga terlibat dalam perusahaan besar seperti SpaceX dan Anduril.
Selain itu, startup ini juga menjadi bagian dari program akselerasi Nvidia Inception, yang mendukung pengembangan teknologi berbasis AI.
Masa Depan yang Penuh Tantangan
Meski menjanjikan, perjalanan menuju realisasi hotel di Bulan masih panjang dan penuh risiko. Tantangan teknis, biaya tinggi, hingga keselamatan manusia di lingkungan ekstrem menjadi faktor utama yang harus diatasi.
Namun, proyek ini menunjukkan bahwa batas antara mimpi dan kenyataan dalam eksplorasi luar angkasa semakin tipis. Jika semua berjalan sesuai rencana, bukan tidak mungkin liburan ke Bulan akan menjadi salah satu pengalaman paling eksklusif di masa depan.












