IQRA

Penafsiran Ahlussunnah wal Jama’ah terhadap Hukum Isbal

685
×

Penafsiran Ahlussunnah wal Jama’ah terhadap Hukum Isbal

Sebarkan artikel ini
Penafsiran Ahlussunnah wal Jama'ah terhadap Hukum Isbal
Penafsiran Ahlussunnah wal Jama'ah terhadap Hukum Isbal

Media90 (media90.id) – Sebelum membahas hukum isbal, penting diketahui bahwa secara umum, isbal memiliki arti memanjangkan kain sampai menutupi mata kaki.

Tradisi memanjangkan kain jubah itu rupanya sudah ada pada zaman raja-raja Romawi dan Persia di masa silam.

Ads
close ads

Mereka menggunakan jubah panjang untuk menunjukkan kekuasaan, keangkuhan, serta kesombongan mereka.

Biasanya jubah panjang itu turut dibawa dan diiringi oleh para pengawal serta dayang-dayangnya.

Dalam Islam, hukum isbal menjadi perdebatan di kalangan ulama.

Beberapa pandangan muncul berdasarkan hadits-hadits yang berkaitan dengan isbal.

Mari kita lihat pandangan beberapa ulama terkemuka terkait hukum isbal.

Imam Syafi’i, salah satu tokoh penting dalam madzhab Syafi’i, sependapat dengan Imam An-Nawawi bahwa isbal adalah memanjangkan kain di bawah mata kaki, namun hanya bagi orang yang sombong.

Bagi orang yang tidak sombong, isbal menjadi makruh atau tidak dianjurkan.

Imam Bukhari juga memiliki pandangan serupa dengan Imam Syafi’i.

Dalam kitab Shahih Al-Bukhari, Imam Bukhari mencela orang yang memanjangkan kain dengan sikap sombong dan hati yang angkuh.

Namun, beliau juga menjelaskan bahwa jika seseorang tidak memiliki niat sombong dalam memanjangkan kainnya, maka dia tidak termasuk dalam golongan yang tercela.

Syekh DR. Yusuf Al-Qaradhawi, seorang ulama terkemuka, menekankan pentingnya memahami hadits-hadits terkait isbal secara holistik.

Beliau mengatakan bahwa mengambil satu hadits secara sembarangan tanpa melihat keterkaitan dengan hadits-hadits lain dapat menyebabkan kesalahpahaman dalam memahami hukum isbal.

Oleh karena itu, perlu melihat kumpulan hadits yang berkaitan dengan tema tersebut untuk mendapatkan pemahaman yang komprehensif.

Meninggalkan isbal memiliki beberapa manfaat yang dapat diamati.

Pertama, meninggalkan isbal dapat mencegah debu menempel pada kain, terutama saat musim kemarau ketika debu beterbangan.

Kedua, dengan meninggalkan isbal, seseorang dapat terhindar dari air kotor yang mungkin terciprat pada bagian kain yang panjang saat musim hujan.

Ketiga, meninggalkan isbal merupakan tindakan yang mengikuti As-sunnah, mengikuti teladan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassallam dalam menjaga kebersihan dan berpenampilan rapi.

Dalam menghadapi perbedaan pendapat terkait isbal, penting untuk menjaga sikap santun dan tenang.

Memiliki pemahaman yang utuh mengenai hadits-hadits terkait isbal menjadi penting untuk menjawab pertanyaan orang lain dengan baik.

Semua ini bertujuan untuk membangun pemahaman yang lebih komprehensif tentang hukum isbal.

Kesimpulannya, hukum isbal dalam pandangan Ahlussunnah wal Jama’ah memiliki perbedaan pendapat.

Beberapa ulama berpendapat bahwa isbal hukumnya makruh atau tidak dianjurkan jika tidak ada niat sombong, sementara yang lain menekankan pentingnya menghindari sikap sombong dalam memanjangkan kain.

Dalam menjalankan ibadah dan menjaga penampilan, penting bagi setiap individu untuk memahami pandangan ulama dan merenungkan manfaat serta implikasi dari tindakan yang diambil.

Teks Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa: Singkat, Padat, dan Bermakna – Njogo Kerukunan Umat Islam
IQRA

Media90 – Menjelang Idul Fitri 2026, para khatib dapat memanfaatkan contoh khutbah sebagai referensi dalam menyampaikan pesan pada hari kemenangan. Khutbah Idul Fitri tidak hanya mengajak jamaah untuk saling memaafkan, tetapi juga mengingatkan pentingnya introspeksi diri agar setiap individu mampu menjadi pribadi yang lebih baik setelah menjalani bulan Ramadhan. Beragam tema dapat diangkat dalam khutbah, seperti menjaga silaturahmi, kembali kepada kesucian diri, mensyukuri nikmat Ramadhan, serta menjaga keimanan agar tetap kuat setelah bulan suci berakhir. Ads close ads Selain menyiapkan materi khutbah, khatib juga perlu memperhatikan kesiapan fisik, mental, dan aspek teknis agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik…

Menjelang Idul Fitri 2026 Ini Bacaan Doa Akhir Ramadhan Beserta Latin
IQRA

Media90 – Menjelang Idul Fitri 2026, umat Muslim dianjurkan membaca doa akhir Ramadhan sebagai bentuk permohonan agar ibadah di bulan suci diterima oleh Allah SWT. Doa ini juga menjadi momen refleksi diri sekaligus persiapan menyambut hari kemenangan. Bacaan doa akhir Ramadhan yang lengkap dengan Latin memudahkan umat untuk membaca dan mengamalkannya di rumah maupun di masjid. Ads close ads Doa Akhir Ramadhan Bacaan doa akhir Ramadhan ini dikutip dari KH Achmad Chalwani, Pengasuh Pesantren An-Nawawi Berjan Purworejo, Jawa Tengah: Arab:اللهم اختم رمضان لنا ولكم بالقبول. واجعل صيامنا وصيامكم وسيلة للطهور. واجعل قيامنا وقيامكم تكفيرا للذنوب طول الدهور. اللهم ثبت حبنا…

Mandi Sunnah Sebelum Sholat Idul Fitri Begini Niat dan Caranya
IQRA

Media90 – Lebaran Idul Fitri 2026 Masehi / 1447 Hijriah sudah di depan mata. Meski begitu, umat Muslim masih menunggu keputusan resmi dari pemerintah melalui Sidang Isbat yang diselenggarakan Kementerian Agama (Kemenag) pada Kamis, 19 Maret 2026, untuk memastikan tanggal Hari Raya. Saat Idul Fitri, umat Muslim akan melaksanakan Sholat Ied, yang hukumnya sunnah muakad atau sunnah yang sangat dianjurkan. Sebelum sholat, terdapat sunnah mandi yang bertujuan untuk menyucikan badan dan membangun semangat ibadah di hari raya. Ads close ads Mandi sunnah Idul Fitri berbeda dengan mandi junub atau mandi wajib, karena fungsinya lebih kepada membersihkan diri dari kotoran dan…

Doa Saat Keluar Rumah: Bacaan Lengkap Salah Satu Doa Sehari-hari
IQRA

Media90 – Doa keluar rumah merupakan salah satu doa yang dianjurkan untuk dibaca setiap hari oleh umat Islam. Doa ini termasuk amalan harian yang penting untuk dihafalkan dan diamalkan, terutama ketika hendak memulai aktivitas di luar rumah. Dalam ajaran Islam, setiap aktivitas dianjurkan untuk diawali dengan doa dan disandarkan sepenuhnya kepada Allah SWT. Hal tersebut mencerminkan sikap tawakal dan keyakinan bahwa segala urusan berada dalam kuasa-Nya, termasuk ketika seorang muslim melangkah keluar rumah untuk bekerja, belajar, maupun keperluan lainnya. Lantas, apa doa keluar rumah, apa manfaatnya, serta bagaimana tata cara mengamalkannya? Ads close ads Ustaz Bitoh Purnomo, Lc., MA, dosen UIN Raden…

Arti Bismillah Wa ‘Ala Millati Rasulillahi, Ini Doa Saat Memasuki Masjid Nabawi
IQRA

Media90 – Masjid Nabawi di Kota Madinah merupakan salah satu tempat paling mulia bagi umat Islam di seluruh dunia. Setiap jemaah yang berkesempatan menginjakkan kaki di masjid yang dibangun langsung oleh Rasulullah SAW ini dianjurkan untuk membaca doa ketika memasukinya, sebagai bentuk adab, penghormatan, dan pengharapan akan rahmat Allah SWT. Salah satu doa yang sering dibaca saat memasuki Masjid Nabawi diawali dengan lafaz Bismillah wa ‘ala millati Rasulillahi. Lantas, apa arti bacaan tersebut dan bagaimana maknanya dalam tradisi Islam? Arti Bismillah Wa ‘Ala Millati Rasulillahi Secara bahasa, Bismillah wa ‘ala millati Rasulillahi berarti “Dengan nama Allah dan atas agama Rasulullah.” Bacaan ini…

Doa untuk Keluarga yang Berangkat Haji dan Umrah, Lengkap dengan Tulisan Latin dan Artinya
IQRA

Media90 – Menjelang keberangkatan jemaah haji maupun umrah ke Tanah Suci, umat Islam tidak hanya dianjurkan memanjatkan doa keselamatan bagi mereka yang akan menunaikan ibadah. Lebih dari itu, mendoakan keluarga yang ditinggalkan di rumah juga termasuk amalan yang disunnahkan, sebagai bentuk tawakal dan permohonan perlindungan kepada Allah SWT. Dalam ajaran Islam, keselamatan dan penjagaan Allah menjadi hal utama, baik bagi jemaah yang bepergian maupun keluarga yang menunggu kepulangan. Oleh karena itu, tradisi saling mendoakan antara calon jemaah haji atau umrah dan keluarga yang ditinggalkan telah lama dianjurkan oleh para ulama. Doa untuk Keluarga yang Ditinggal Pergi Haji atau Umrah Salah satu doa…

Simak Bacaan Doa Mandi Wajib Setelah Haid atau Menstruasi, Lengkap dengan Tata Caranya
IQRA

Media90 – Setiap manusia tentu pernah melakukan kesalahan, baik disengaja maupun tidak. Dalam Islam, kesucian menjadi salah satu syarat utama agar seorang muslim dapat menjalankan ibadah dengan sah. Karena itu, terdapat beberapa kondisi yang mewajibkan seseorang melakukan mandi wajib sebelum kembali beribadah, termasuk bagi perempuan yang telah selesai menjalani masa haid atau menstruasi. Mandi wajib merupakan proses pembersihan diri yang bersifat wajib bagi setiap muslim ketika berada dalam keadaan hadas besar. Tujuan utamanya adalah menyucikan tubuh secara lahir dan batin agar kembali diperbolehkan melaksanakan ibadah, seperti shalat, membaca Al-Qur’an, dan ibadah lainnya. Dalam ajaran Islam, terdapat sejumlah keadaan yang mengharuskan mandi wajib,…