NASIONAL

Tukang Gali Sumur Tewas Usai Terjatuh ke Kedalaman 12 Meter di Buleleng

Novta Tria
4
×

Tukang Gali Sumur Tewas Usai Terjatuh ke Kedalaman 12 Meter di Buleleng

Sebarkan artikel ini
Tukang Gali Tewas Setelah Terjatuh ke Sumur Sedalam 12 Meter di Bali

Media90.id – Seorang pekerja gali sumur bernama Nyoman Sutama (55) meninggal dunia setelah terjatuh ke dalam sumur sedalam sekitar 12 meter di Kabupaten Buleleng, Bali. Korban diduga terpeleset saat hendak naik ke permukaan untuk beristirahat.

Peristiwa tragis tersebut terjadi di Lingkungan Subak Dalem, Banjar Dinas Kajekangin, Desa Kubutambahan, Kecamatan Kubutambahan, pada Kamis (9/7/2026) sore.

Ads
close ads

Terpeleset Saat Hendak Naik dari Dasar Sumur

Kapolsek Kubutambahan AKP Ketut Budayana menjelaskan, insiden terjadi sekitar pukul 15.30 Wita.

Saat itu, korban sedang berada di dasar sumur untuk melakukan pekerjaan penggalian, sementara empat rekan kerjanya berada di atas permukaan.

“Korban berada di dalam sumur melakukan penggalian, sedangkan rekan-rekannya berada di atas. Saat akan naik untuk beristirahat, tangan korban diduga terpeleset sehingga jatuh ke dasar sumur dengan kedalaman kurang lebih 12 meter,” ujar Budayana, dikutip Media90.id, Jumat (10/7/2026).

Kakak Korban Sempat Turun Memberikan Pertolongan

Mengetahui korban terjatuh, kakaknya yang berada di lokasi langsung turun ke dalam sumur untuk memberikan pertolongan.

Namun, saat berhasil dijangkau, Nyoman Sutama sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Korban kemudian dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka berat yang dideritanya.

Korban Alami Luka Berat di Kepala dan Leher

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban mengalami luka robek sepanjang sekitar 15 sentimeter di bagian belakang kepala.

Selain itu, ditemukan luka pada kepala bagian belakang, luka lecet di dahi dan hidung, serta dugaan patah pada bagian leher akibat benturan keras saat terjatuh ke dasar sumur.

Polisi Pastikan Tidak Ada Unsur Pidana

AKP Ketut Budayana mengatakan, hasil penyelidikan sementara tidak menemukan adanya unsur tindak pidana dalam insiden tersebut.

Peristiwa itu murni diduga sebagai kecelakaan kerja yang terjadi saat korban menjalankan aktivitas menggali sumur.

“Keluarga menerima kejadian ini sebagai kecelakaan kerja dan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban,” kata Budayana.

Jenazah korban selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman sesuai dengan adat dan kepercayaan yang dianut.

Tinggalkan Balasan