NASIONAL

Cerita Duta Anak Anti-Bullying Komnas PA, Pernah Speak Up Kasus Pelecehan hingga Jadi Korban Perundungan

Novta Tria
6
×

Cerita Duta Anak Anti-Bullying Komnas PA, Pernah Speak Up Kasus Pelecehan hingga Jadi Korban Perundungan

Sebarkan artikel ini
Duta Anti Bullying Komnas PA Ceritakan Pengalaman Speak Up Kasus Pelecehan Anak

Media90.id – Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) menunjuk lima anak sebagai Duta Anak Anti-Bullying. Kelima anak tersebut memiliki latar belakang berbeda, mulai dari anak yang aktif menyuarakan kasus pelecehan seksual terhadap anak hingga mereka yang pernah menjadi korban perundungan atau bullying.

Salah satu anak yang ditunjuk adalah Charissa Putri Candrakirana (14) atau yang akrab disapa Chacha. Influencer cilik yang dikenal dengan nama Chachahits tersebut mengaku dalam kesehariannya aktif membuat konten, termasuk konten yang mengangkat isu pelecehan seksual terhadap anak.

Ads
close ads

“Sehari-hari aku yang pastinya pertama ngonten speak up dulu, terus yang kedua aku pastinya karena aku cewek, aku beres-beres rumah kayak jemuran, cucian,” kata Chacha saat ditemui di kantor Komnas PA, Minggu (9/8/2026).

Chacha mengaku mendapatkan informasi mengenai berbagai kasus yang kemudian dia angkat dari media sosial. Selain kasus pelecehan seksual, dia juga kerap menerima permintaan bantuan dari masyarakat.

“Chacha taunya dari berita-berita yang ada di sosial media. Mungkin kayak yang waktu itu apa sih, MBG, terus pelecehan seksual, terus juga banyak yang minta bantu,” sambungnya.

Chacha Pernah Angkat Kasus Pelecehan Seksual Anak

Ibu Chacha, Eva Rosalina, kemudian menceritakan salah satu kasus pelecehan seksual terhadap anak yang pernah diangkat putrinya. Kasus tersebut terjadi di Sukabumi, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Eva mengatakan informasi mengenai kasus itu awalnya diperoleh dari seorang narasumber. Saat itu, kasus tersebut belum diberitakan oleh media massa.

“Narasumber ngehubungin saya bilang bahwa di sini juga ada pelecehan seksual, tapi malah didamaikan, katanya didamaikan. Terus saya kulik beritanya, saya cari tahu, bukan di berita ya, itu belum naik berita waktu itu,” ujar Eva.

Setelah mencari informasi lebih lanjut, Eva menyebut dirinya menemukan adanya dugaan pelecehan seksual terhadap seorang anak sekolah dasar. Dia kemudian bekerja sama dengan Chacha untuk mengangkat kasus tersebut melalui media sosial.

“Saya bilang ke dia, ‘Dek, kita harus kerja nih, kerja sama. Kamu membahas di sosial media, nanti Mama yang akan bikin apa sih, narasi-narasinya gitu.’ Akhirnya dengan cerita si narasumber ini tetangganya si korban ini, korbannya masih anak kecil SD, jadi bapaknya ini suka memperkosa lah gitu,” katanya.

Kasus tersebut kemudian mendapat perhatian luas setelah dibahas melalui media sosial. Informasi itu juga akhirnya menarik perhatian media massa.

Menurut Eva, pelaku dalam kasus tersebut kemudian berhasil ditangkap dan dijatuhi hukuman 12 tahun penjara.

“Jadi dia masuk ke sosial medianya alhamdulillah kayak di Facebook, di Instagram, di TikTok gitu, rame nih berita, tersebar dong viral. Nah, termasuk yaitu Media90 ngehubungin saya untuk menanyakan gitu. Saya tidak akan membuka narasumber itu. Jadi singkat cerita, karena keviralannya dia mengungkap berita itu dan mem-publish ya foto si pelaku, alhamdulillah ketangkap dan sekarang penjaranya 12 tahun,” tuturnya.

Chacha mengaku merasa senang setelah mengetahui pelaku mendapatkan hukuman. Dia juga merasa lega karena bisa membantu korban melalui apa yang dilakukannya.

“Pastinya perasaan Chacha seneng banget, Chacha bisa membantu ya gak gak banyak lah, minimal satu orang, Chacha bisa membantu satu orang untuk menjerumuskan si pelaku ke penjara dan membuat si korban tuh apa namanya, lega gitu hidupnya,” ungkap Chacha.

Setelah dipercaya menjadi Duta Anak Anti-Bullying, Chacha berkomitmen untuk semakin aktif menyuarakan perlindungan terhadap anak. Dia ingin lebih banyak berinteraksi dengan korban bullying maupun pelecehan seksual.

“Pastinya Chacha bakal lebih sering meng-speak up korban-korban bullying, pelecehan seksual, dan Chacha mungkin banyak apa, berinteraksi lah dengan korban-korban tersebut gitu,” kata dia.

Malik Arrazy Pernah Jadi Korban Bullying

Selain Chacha, influencer cilik Malik Arrazy (10) juga dipercaya menjadi Duta Anak Anti-Bullying. Berbeda dengan Chacha, Malik memiliki pengalaman sebagai korban perundungan ketika masih bersekolah di sekolah sebelumnya.

Malik mengaku pernah mengalami bullying secara verbal hingga fisik.

“Jadi kronologinya awalnya aku tuh sekolah di sebuah sekolah. Nah, habis itu kan, sebenarnya aku di sekolah itu udah banyak banget kena bully. Bully verbal dan yang paling parah, bully fisik,” ungkap Malik.

Kondisi tersebut akhirnya membuat Malik dan orang tuanya memutuskan untuk pindah sekolah. Keputusan itu diambil setelah pihak keluarga merasa persoalan bullying yang dialaminya tidak mendapatkan penanganan yang cukup.

“Karena aku sama orang tua aku enggak bisa mentolerir lagi, jadinya orang tua aku juga udah ngomong ke pihak sekolah. Tapi karena pihak sekolahnya mungkin terlalu menyepelekan, jadinya orang tua aku memutuskan untuk pindah sekolah,” jelasnya.

Malik mengaku mendapatkan lingkungan yang lebih baik di sekolah barunya. Dia juga bisa kembali berkembang hingga meraih sejumlah prestasi.

“Dan alhamdulillahnya, di sekolah baru ini aku memiliki teman yang baik, enggak ada pembulian, dan juga jadinya aku bisa meraih prestasi yang lebih lanjut di sekolah ini,” ungkapnya.

Salah satu prestasi yang diraihnya adalah menjadi juara pertama lomba cerdas cermat dokter kecil tingkat nasional pada 2025. Prestasi tersebut turut membawanya mendapatkan kesempatan beasiswa kedokteran.

“Aku sudah mendapatkan beasiswa Fakultas Kedokteran di UPI Bandung. Itu pas tahun 2025. Karena aku berhasil memenangkan juara 1. Sebenarnya 1, 2, 3 pun sama aja dapat beasiswa. Tapi aku karena aku dapat juara 1, jadinya aku bisa mendapatkan beasiswa kedokteran juga,” katanya.

Ke depan, Malik memiliki sejumlah cita-cita. Dia ingin menjadi dokter atau insinyur, sekaligus tetap mengejar keinginannya untuk berkarier di dunia hiburan.

“Target aku sekarang adalah aku pengin jadi dokter dan ataupun engineer. Dan juga aku juga pastinya juga pengin jadi artis. Dan semoga aja aku bisa mengejar semua impian aku,” imbuhnya.

Lima Anak Jadi Duta Anak Anti-Bullying

Sebelumnya, Komnas Anak DKI Jakarta menobatkan lima anak sebagai Duta Anak Anti-Bullying. Mereka adalah penyanyi cilik Farel Prayoga, penyanyi cilik Annisa Dalimunthe, influencer cilik Malik Arrazy, influencer cilik Charissa Putri Candrakirana (Chachahits), serta influencer disabilitas cilik Faisal Hamudi.

Penobatan tersebut dilakukan dalam rangkaian perayaan Hari Anak Nasional 2026 melalui kegiatan diskusi anak bertema “Berteman Aman Tanpa Bullying” di kantor Komnas Anak, Jakarta Timur, Minggu (9/8/2026).

Ketua Komnas Anak DKI Jakarta Cornelia Agatha mengatakan kelima anak tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak lainnya. Mereka juga diharapkan ikut menyuarakan bahaya bullying dan meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya menciptakan lingkungan yang aman bagi anak.

“Hari ini di perayaan Hari Anak Nasional 2026 diadakan acara diskusi anak dengan tema ‘Berteman Aman Tanpa Bullying’, sekaligus penobatan Duta Anak Anti-bullying. Diharapkan anak-anak yang berprestasi di bidangnya masing-masing ini bisa menjadi inspirasi buat anak-anak lain, menebar kebaikan, serta membantu menyuarakan tentang bahaya bullying supaya bisa membangun kesadaran (awareness),” kata Cornelia.

Menurut Cornelia, pihaknya telah cukup lama mengenal karakter kelima anak tersebut. Prestasi dan pengaruh positif yang mereka miliki dinilai menjadi modal penting untuk menjadi panutan bagi anak-anak lainnya.

“Tentunya kami juga sudah mengenal cukup lama bahwa mereka memiliki karakter yang menurut kami mampu menginspirasi anak-anak lain. Mereka terus berprestasi sampai hari ini, dan itu menurut kami adalah modal yang kuat bagi anak-anak untuk menjadi panutan (role model) sebagai Duta Anak Anti-bullying,” imbuhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *