Media90 – Erupsi Gunung Dukono yang terjadi pada Jumat pagi memicu situasi darurat di kawasan gunung dan menimbulkan korban jiwa. Proses evakuasi besar-besaran pun dilakukan terhadap para pendaki yang berada di lokasi saat kejadian berlangsung.
Kepolisian Resor Halmahera Utara mengonfirmasi bahwa jumlah korban meninggal dunia akibat erupsi tersebut bertambah menjadi tiga orang. Para korban terdiri dari dua warga negara Singapura dan satu warga negara Indonesia asal Jayapura.
Kapolres Halmahera Utara, Erlichson Pasaribu, menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan pendataan lebih lanjut terkait identitas korban maupun kondisi para pendaki lainnya yang terdampak peristiwa tersebut.
Puluhan Pendaki Diduga Masih Terjebak
Selain korban jiwa, sejumlah pendaki dilaporkan masih terjebak di area Gunung Dukono saat erupsi terjadi. Aparat memperkirakan sekitar 20 orang berada di lokasi terdampak pada saat letusan berlangsung.
Sementara itu, sedikitnya lima pendaki mengalami luka-luka dan masih dalam proses penanganan serta pendataan oleh petugas di lapangan.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan bahwa proses evakuasi terus dilakukan oleh tim gabungan dari berbagai unsur.
Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Basarnas Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) telah dikerahkan untuk mengevakuasi para pendaki yang masih berada di kawasan terdampak.
Kolom Abu Capai Ketinggian 10 Kilometer
Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi Gunung Dukono terjadi pada pukul 07.41 WIT.
Letusan tersebut menghasilkan kolom abu vulkanik yang mencapai sekitar 10.000 meter di atas puncak gunung, atau sekitar 11.087 meter di atas permukaan laut.
PVMBG juga mencatat warna abu terpantau kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal. Erupsi turut disertai suara dentuman lemah hingga kuat yang terdengar dari sekitar kawasan gunung.
Status Waspada dan Imbauan
Saat ini, Gunung Dukono berada pada status waspada. Pemerintah mengimbau masyarakat serta wisatawan untuk tidak mendekati area berbahaya di sekitar kawah aktif guna menghindari risiko erupsi susulan.
Proses evakuasi dan pemantauan terus dilakukan seiring upaya memastikan keselamatan seluruh pendaki serta warga di sekitar wilayah terdampak.














