Media90 – Gunung Semeru kembali mengalami erupsi pada Sabtu pagi, 9 Mei 2026. Letusan terjadi sekitar pukul 05.11 WIB dengan kolom abu vulkanik yang teramati mencapai sekitar 1,2 kilometer di atas puncak gunung.
Berdasarkan laporan pengamatan aktivitas vulkanik, kolom abu terlihat berwarna kelabu dengan intensitas cukup tebal. Arah sebarannya terpantau bergerak ke utara dan timur laut mengikuti kondisi angin di sekitar kawasan gunung.
Aktivitas erupsi juga terekam melalui seismograf dengan amplitudo maksimum 16 mm dan durasi gempa letusan sekitar 99 detik, menandakan adanya aktivitas vulkanik yang masih berlangsung.
PVMBG Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Menyikapi peningkatan aktivitas tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di sejumlah zona berbahaya di sekitar Gunung Semeru.
Masyarakat diminta tidak beraktivitas di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari pusat erupsi.
Selain itu, warga juga diimbau menjauhi area sempadan sungai sejauh 500 meter dari tepi aliran Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak awan panas maupun aliran lahar yang dapat menjangkau hingga 17 kilometer dari puncak.
PVMBG juga menegaskan larangan memasuki radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena kawasan tersebut rawan terhadap lontaran material pijar saat terjadi erupsi.
Potensi Bahaya Masih Tinggi
Selain awan panas guguran dan aliran lava, potensi bahaya lain seperti lahar hujan juga perlu diwaspadai di sepanjang aliran sungai dan lembah yang berhulu dari puncak Semeru.
Beberapa wilayah yang masuk dalam kawasan rawan bencana di antaranya Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Sungai-sungai kecil yang terhubung dengan aliran Besuk Kobokan juga berpotensi menjadi jalur lahar saat curah hujan meningkat.
Pemantauan Terus Dilakukan
Pihak berwenang terus melakukan pemantauan intensif terhadap aktivitas Gunung Semeru guna mengantisipasi kemungkinan erupsi lanjutan.
Masyarakat di sekitar lereng gunung diimbau untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan, serta selalu mengikuti arahan resmi dari petugas kebencanaan dan pemerintah daerah demi keselamatan bersama.














