NASIONAL

Green SM Indonesia Tuai Kritik Usai Rilis Pernyataan Resmi Terkait Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Avatar
9
×

Green SM Indonesia Tuai Kritik Usai Rilis Pernyataan Resmi Terkait Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Sebarkan artikel ini
Green SM Disorot Usai Rilis Pernyataan Resmi Kecelakaan Bekasi Netizen Beri Kritik

Media90 – Gelombang kritik dari warganet mengarah kepada Taksi Green SM Indonesia setelah perusahaan tersebut merilis pernyataan resmi terkait kecelakaan kereta yang terjadi di kawasan Bekasi Timur. Alih-alih meredakan situasi, klarifikasi tersebut justru memicu perdebatan baru di media sosial.

Sorotan publik sebelumnya sudah tertuju pada perusahaan ini karena dugaan keterkaitan dengan awal mula insiden. Sebuah taksi berwarna hijau dilaporkan berada di jalur perlintasan rel, yang kemudian mengganggu perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL) rute Jakarta–Cikarang.

Ads
close ads

Akibat gangguan tersebut, KRL terpaksa berhenti di jalur rel. Dalam kondisi itulah, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah belakang tidak sempat menghindar dan akhirnya menghantam rangkaian KRL. Peristiwa tersebut menyebabkan kerusakan serius serta menimbulkan korban jiwa dan luka-luka.

Di tengah sorotan publik yang semakin tajam, pihak Green SM Indonesia kemudian mengeluarkan pernyataan resmi. Perusahaan menegaskan bahwa keselamatan menjadi prioritas utama serta menyatakan dukungan penuh terhadap proses investigasi yang sedang dilakukan oleh pihak berwenang.

Dalam pernyataannya, Green SM Indonesia menyampaikan:

“Green SM Indonesia menaruh perhatian penuh pada terjadinya insiden di area perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026, yang melibatkan satu kendaraan Green SM dan kereta yang melintas.

Kami telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang serta mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung.

Keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami. Kami berkomitmen untuk menjaga standar keselamatan yang tinggi melalui sistem operasional, pengawasan, serta peningkatan layanan secara berkelanjutan.

Kami akan terus memberikan perkembangan terbaru seiring dengan tersedianya informasi yang telah terverifikasi.

Green SM Indonesia.”

Namun demikian, respons publik terhadap pernyataan tersebut justru didominasi kritik. Banyak netizen menilai tidak adanya ungkapan permintaan maaf dalam klarifikasi itu menunjukkan kurangnya empati terhadap para korban kecelakaan.

Sebagian komentar juga menyoroti dugaan bahwa keberadaan kendaraan di jalur rel menjadi faktor pemicu awal terjadinya kecelakaan beruntun tersebut.

Insiden ini sendiri dilaporkan menyebabkan puluhan penumpang mengalami luka-luka, sementara empat orang meninggal dunia akibat kejadian tersebut.

Hingga kini, proses penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan serta pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam peristiwa tragis ini.

Publik pun menantikan klarifikasi lanjutan yang dinilai lebih transparan, terbuka, dan menyeluruh dari seluruh pihak terkait.

Tinggalkan Balasan