Media90.id – Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya pada Senin (1/6/2026) dini hari. Erupsi tercatat terjadi sekitar pukul 02.55 WIB dengan kolom abu vulkanik yang membumbung setinggi ratusan meter di atas puncak gunung. Aktivitas tersebut menjadi salah satu erupsi yang terpantau oleh petugas pemantauan gunung api pada awal Juni 2026.
Berdasarkan hasil pengamatan, letusan menghasilkan kolom abu setinggi kurang lebih 700 meter di atas puncak Gunung Semeru atau mencapai sekitar 4.376 meter di atas permukaan laut. Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas cukup tebal. Sebaran abu vulkanik bergerak ke arah barat daya mengikuti kondisi angin di sekitar kawasan gunung saat erupsi berlangsung.
Aktivitas erupsi juga terekam melalui alat pemantauan seismik yang dipasang di sekitar Gunung Semeru. Data menunjukkan letusan memiliki amplitudo maksimum 22 milimeter dengan durasi sekitar 125 detik. Durasi tersebut mengindikasikan adanya aktivitas vulkanik yang cukup signifikan sehingga perkembangan kondisi gunung terus dipantau secara intensif oleh petugas terkait.
Data Erupsi Gunung Semeru 1 Juni 2026
- Waktu kejadian: Senin, 1 Juni 2026 pukul 02.55 WIB
- Tinggi kolom abu: ±700 meter di atas puncak
- Ketinggian kolom abu: ±4.376 meter di atas permukaan laut
- Warna kolom abu: Putih hingga kelabu
- Arah sebaran abu: Barat daya
- Amplitudo maksimum: 22 mm
- Durasi erupsi: 125 detik
Seiring masih berlangsungnya aktivitas vulkanik, masyarakat diminta untuk tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara Gunung Semeru, khususnya di sepanjang aliran Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari puncak gunung. Kawasan tersebut merupakan area yang memiliki potensi tinggi terdampak material vulkanik apabila terjadi peningkatan aktivitas erupsi.
Selain itu, warga juga diimbau menghindari area dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Wilayah tersebut berpotensi terdampak perluasan awan panas maupun aliran lahar yang dapat menjangkau hingga 17 kilometer dari pusat erupsi. Langkah antisipasi ini dilakukan untuk mengurangi risiko terhadap keselamatan masyarakat yang berada di sekitar jalur aliran material vulkanik.
Petugas juga mengingatkan agar tidak ada aktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru. Area tersebut dinilai sangat berbahaya karena berpotensi terkena lontaran material pijar yang dapat terjadi sewaktu-waktu selama aktivitas vulkanik masih berlangsung.
Selain ancaman abu vulkanik, masyarakat yang tinggal di sekitar lereng Gunung Semeru juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya awan panas guguran, aliran lava, dan banjir lahar. Ancaman tersebut dapat mengikuti aliran sungai dan lembah yang berhulu langsung dari kawasan puncak gunung.
Beberapa wilayah yang perlu mendapat perhatian antara lain daerah sepanjang aliran Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Masyarakat yang berada di sekitar anak sungai yang terhubung dengan Besuk Kobokan juga diingatkan untuk tetap waspada, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi yang berpotensi memicu aliran lahar.
Dengan aktivitas vulkanik Gunung Semeru yang masih berlangsung, masyarakat diharapkan terus mengikuti perkembangan informasi resmi dari petugas pemantauan gunung api dan instansi kebencanaan terkait. Warga juga diminta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi serta selalu mematuhi rekomendasi yang telah dikeluarkan demi keselamatan bersama.
Kewaspadaan, kesiapsiagaan, dan kepatuhan terhadap arahan petugas menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko yang dapat ditimbulkan oleh aktivitas Gunung Semeru dalam beberapa waktu ke depan.














