Media90 – Indonesia diperkirakan akan menghadapi perubahan cuaca signifikan mulai April 2026 akibat fenomena global yang dikenal sebagai “Godzilla El Nino”. Fenomena ini menjadi perhatian karena kekuatannya jauh lebih besar dibandingkan siklus El Nino biasa.
Apa Itu Godzilla El Nino?
Fenomena ini berkaitan dengan El Niño, yaitu kondisi ketika suhu permukaan laut di Samudra Pasifik mengalami pemanasan. Namun dalam skala ekstrem, pemanasan ini jauh lebih tinggi, sehingga pusat pembentukan awan bergeser ke tengah lautan. Dampaknya, wilayah seperti Indonesia kehilangan suplai hujan yang biasanya terjadi.
Dampak Utama: Panas dan Kekeringan
Berkurangnya pembentukan awan menyebabkan:
- Curah hujan menurun drastis
- Musim kemarau berlangsung lebih lama
- Suhu udara meningkat signifikan, dengan perkiraan kenaikan sekitar 1,5–2°C secara bertahap
Kondisi ini semakin kompleks karena terjadi bersamaan dengan Indian Ocean Dipole (IOD) positif. IOD positif menyebabkan perairan di sekitar Indonesia cenderung lebih dingin, sehingga pembentukan awan semakin berkurang, meningkatkan potensi kekeringan parah.
Dampak Per Wilayah
Fenomena ini tidak merata di seluruh wilayah Indonesia:
- Wilayah selatan (Jawa dan Sumatra):
Potensi mengalami kekeringan, suhu tinggi, dan risiko kebakaran hutan - Wilayah utara:
Justru berpotensi mengalami hujan lebat hingga banjir
Hal ini menunjukkan pola cuaca ekstrem yang berbeda antar daerah, sehingga diperlukan persiapan dan langkah antisipasi sejak dini.
Imbauan
Masyarakat diimbau untuk:
- Memantau informasi cuaca dari sumber resmi
- Menyiapkan langkah antisipasi terhadap kemarau panjang dan potensi kebakaran hutan
- Waspada terhadap wilayah yang berisiko mengalami banjir
Perubahan cuaca ekstrem akibat Godzilla El Nino menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan di seluruh wilayah Indonesia.














