Media90.id – Kecelakaan lalu lintas melibatkan mobil travel dan truk terjadi di kawasan Lubuak Bangku, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, pada Rabu (17/6/2026). Peristiwa tersebut sontak menjadi perhatian warga setelah sejumlah foto dan video dari lokasi kejadian beredar luas di media sosial.
Dalam rekaman yang beredar, kedua kendaraan tampak mengalami kerusakan cukup parah akibat benturan keras. Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi mengaku menyaksikan langsung kondisi kendaraan setelah kecelakaan terjadi. Namun, sebagian warga memilih tidak mendekat karena diduga masih terdapat korban di dalam kendaraan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga setempat, terdapat korban yang diduga meninggal dunia di lokasi kejadian. Meski demikian, hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait jumlah korban, identitas korban, maupun penyebab pasti kecelakaan tersebut.
Insiden ini juga sempat menyebabkan arus lalu lintas di sekitar ruas jalan Lubuak Bangku terganggu. Pengendara yang melintas tampak memperlambat laju kendaraan untuk melihat kondisi di lokasi kejadian, sehingga menimbulkan kepadatan sesaat di area tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, petugas terkait masih melakukan proses evakuasi serta pendataan untuk memastikan jumlah korban dan mengungkap kronologi lengkap kecelakaan. Penyelidikan terkait faktor penyebab insiden juga masih menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang.
Masyarakat diimbau untuk selalu berhati-hati saat berkendara, mematuhi aturan lalu lintas, serta menjaga kecepatan demi mengurangi risiko kecelakaan di jalan raya.
Perkembangan informasi terkait kecelakaan travel dan truk di Limapuluh Kota ini akan diperbarui setelah adanya keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun instansi terkait.
Catatan Redaksi
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan keterangan warga dan rekaman yang beredar di media sosial. Hingga saat ini belum terdapat pernyataan resmi dari pihak kepolisian mengenai penyebab kecelakaan, jumlah korban, maupun identitas korban.
Redaksi akan memperbarui informasi apabila terdapat keterangan resmi dari pihak berwenang. Publik diharapkan tidak menarik kesimpulan sebelum hasil penyelidikan diumumkan secara resmi. Redaksi juga membuka ruang hak jawab dan koreksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan serta Kode Etik Jurnalistik yang berlaku.














