Media90.id – Wakil Ketua Badan Gizi Nasional (BGN) Agustina Arumsari mengungkapkan arahan Presiden Prabowo Subianto agar setiap pembenahan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilakukan secara cermat dan tidak tergesa-gesa. Menurutnya, Prabowo meminta seluruh kebijakan dikaji secara matang sebelum diputuskan.
Pesan tersebut disampaikan Presiden saat memimpin rapat terbatas bersama jajaran pemerintah di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/7/2026). Rapat membahas pelaksanaan Program MBG serta penguatan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
“Tapi poin pentingnya begini, Pak Presiden minta dikajilah benar-benar setiap kebijakan yang akan diambil. Tidak perlu terburu-buru, itu pesan dari Pak Presiden,” kata Agustina usai rapat.
Menurut Agustina, kehati-hatian diperlukan karena program MBG telah menjangkau sekitar 63 juta penerima manfaat sehingga setiap perubahan kebijakan akan berdampak luas.
“Karena memang tidak mudah mengambil sebuah kebijakan untuk jutaan orang. Kan ini sudah 63 juta penerima manfaat, memang tidak mudah,” ujarnya.
Salah satu isu yang menjadi perhatian dalam rapat adalah penataan sasaran penerima manfaat. Agustina menjelaskan, pemerintah tengah mengkaji kebijakan agar anak-anak yang berasal dari keluarga dengan kategori desil 8 ke atas tidak lagi menerima manfaat Program MBG.
Namun, menurutnya, penerapan kebijakan tersebut juga harus mempertimbangkan kondisi di lapangan. Misalnya, dalam satu sekolah terdapat siswa yang masih masuk kategori desil 8 ke bawah dan tetap berhak menerima bantuan.
“Kan berarti nanti jangan sampai ada yang menerima, ada yang tidak. Pertimbangkan secara psikologis, pertimbangkan dari aspek ini, pertimbangkan dari aspek ini,” jelasnya.
Karena itu, Presiden meminta seluruh aspek dikaji lebih mendalam sebelum kebijakan diberlakukan. Pemerintah pun diberikan waktu sekitar satu bulan untuk menyusun kajian dan melaporkan hasilnya.
“Nah Pak Presiden meminta kami mengkaji lagi yang seperti itu. Kami diberi waktu kurang lebih satu bulan, silakan dikaji lagi,” kata Agustina.
Ia menegaskan, Presiden Prabowo tidak ingin keputusan diambil secara terburu-buru tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat.
“Kembali lagi, Pak Presiden intinya adalah silakan dikaji lagi. Pak Presiden tidak ingin terburu-buru dalam mengambil keputusan. Beliau ingin hati-hati,” ujarnya.
Lebih lanjut, Agustina mengatakan arah kebijakan pemerintah tetap berfokus pada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Menurutnya, bantuan melalui Program MBG diprioritaskan bagi kelompok dengan tingkat kesejahteraan yang lebih rendah.
“Yang memang tidak perlu karena kondisinya berada di dalam desil yang memang sudah tinggi ya memang tidak perlu. Jadi seperti itu kebijakan besarnya arahan kepada kami,” pungkasnya.














