NASIONAL

Trotoar Jalan Alternatif Sentul Rusak, Kerap Dipakai Pemotor sebagai Jalur Pintas

Novta Tria
6
×

Trotoar Jalan Alternatif Sentul Rusak, Kerap Dipakai Pemotor sebagai Jalur Pintas

Sebarkan artikel ini
Trotoar Jalan Alternatif Sentul Rusak Kerap Dipakai Pemotor sebagai Jalur Pintas

Media90.id – Trotoar di Jalan Alternatif Sentul, tepatnya di Desa Cijujung, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kembali menjadi sorotan. Jalur yang diperuntukkan bagi pejalan kaki itu justru ramai dilintasi sepeda motor setiap pagi hingga mengakibatkan sejumlah bagian trotoar mengalami kerusakan.

Pantauan Media90.id di lokasi pada Kamis (6/8/2026), aktivitas pengendara motor yang melintas di atas trotoar terlihat meningkat pada jam sibuk, terutama saat waktu keberangkatan siswa menuju sekolah.

Ads
close ads

Sejak sekitar pukul 06.30 WIB, sepeda motor tampak silih berganti melintasi trotoar. Beberapa pengendara memilih menggunakan jalur tersebut sebagai jalan pintas dibanding harus memutar melalui ruas jalan yang tersedia.

Akibat sering dilintasi kendaraan bermotor, kondisi trotoar di beberapa titik tampak rusak. Batu-batu paving pecah dan berserakan di sepanjang jalur pejalan kaki.

Salah seorang warga setempat, Amir (58), mengatakan pemandangan pengendara motor yang menggunakan trotoar sudah menjadi hal yang biasa. Menurutnya, para pengendara hanya menghindari trotoar ketika ada petugas kepolisian yang berjaga.

“Kalau umpama polisi ada di situ mah sampai sini saja semua motor. Ngumpulnya di sini, pada jalan anaknya,” ujarnya.

Ia menyebut kerusakan trotoar terjadi tidak lama setelah pembangunan selesai karena terus dilintasi kendaraan bermotor.

“Memang baru-baru ini aja, baru dibangun aja udah pada rusak soalnya kan motor masuk ke situ semua. Jadi kalau ada polisi doang nggak bisa,” katanya.

Hal senada disampaikan Amir (70), warga lainnya yang setiap pagi membantu mengatur lalu lintas di depan Gang Jalan Siliwangi. Menurutnya, sebagian besar pengendara yang melintasi trotoar merupakan orang tua yang mengantar anak ke sekolah.

“Iya biasanya buat antar anak sekolah. Sudah biasa lihatnya, mungkin malas muter karena jauh,” ungkapnya.

Sementara itu, Media90.id juga sempat meminta keterangan kepada salah seorang pengendara motor yang menggunakan trotoar. Pengendara tersebut mengaku memilih jalur pejalan kaki karena tidak ingin memutar melalui rute yang lebih jauh.

“Kalau mutar jalannya jauh,” ujarnya singkat.

Fenomena penggunaan trotoar sebagai jalur alternatif ini tidak hanya merusak fasilitas publik, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan pejalan kaki yang seharusnya menjadi pengguna utama trotoar. Warga berharap pengawasan dari aparat terus ditingkatkan agar fungsi trotoar dapat kembali sebagaimana mestinya dan kerusakan tidak semakin parah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *