Media90.id – Video dua pemuda yang diduga mandi menggunakan sabun di Mata Air Qolbu, kawasan Gunung Argopuro, menjadi sorotan di media sosial.
Video tersebut dibagikan oleh akun Threads @maharga_lih. Dalam keterangan unggahan, peristiwa disebut terjadi pada 15 Agustus 2026 ketika kedua pemuda tersebut sedang melakukan pendakian Gunung Argopuro.
Setibanya di kawasan Mata Air Qolbu yang berada di sekitar Sabana Cikasur, keduanya terlihat bermain dan mandi di aliran air.
Aksi tersebut kemudian menuai perhatian karena di kawasan tersebut terdapat larangan untuk mandi maupun mencuci.
Pengunggah Mengaku Sudah Menegur
Dalam keterangannya, pengunggah video menyebut dirinya telah berusaha mengingatkan kedua pemuda tersebut agar tidak mandi di Mata Air Qolbu.
Namun, teguran tersebut disebut tidak diindahkan.
Situasi semakin menjadi sorotan karena pada bagian ujung aliran air terlihat seekor burung merak yang sedang minum.
Pengunggah kemudian mempertanyakan perilaku kedua pemuda tersebut yang diduga tetap menggunakan sabun meski telah mengetahui adanya larangan mandi di lokasi.
Mata Air Qolbu Memiliki Ekosistem yang Perlu Dijaga
Mata Air atau Sungai Qolbu merupakan salah satu sumber air yang berada di kawasan Gunung Argopuro, tidak jauh dari Sabana Cikasur.
Kawasan tersebut dikenal memiliki aliran air yang jernih dan menjadi bagian dari lingkungan alami Gunung Argopuro.
Di sekitar Sungai Qolbu terdapat vegetasi selada air dan habitat berbagai satwa, termasuk merak hijau.
Di sekitar lokasi juga telah terdapat papan berisi larangan mandi dan mencuci untuk menjaga kualitas air serta kelestarian lingkungan.
Karena itu, dugaan penggunaan sabun di aliran mata air menjadi perhatian tersendiri. Penggunaan bahan kimia di sumber air alami dikhawatirkan dapat memengaruhi kebersihan air dan lingkungan di sekitarnya.
Aksi Dua Pemuda Tuai Kecaman
Video tersebut kemudian menuai beragam respons dari warganet. Sorotan terutama ditujukan pada dugaan penggunaan sabun di sumber air yang berada di kawasan alami.
Kekhawatiran juga muncul karena aliran air tersebut berada di habitat satwa liar. Keberadaan burung merak di sekitar Cikasur sendiri telah banyak dilaporkan dalam berbagai catatan mengenai kawasan Gunung Argopuro.
Peristiwa ini kembali mengingatkan bahwa aktivitas pendakian bukan hanya soal menikmati pemandangan dan keindahan alam, tetapi juga menjaga kawasan yang dikunjungi.
Mematuhi papan larangan, tidak mencemari sumber air, serta tidak mengganggu satwa liar menjadi bagian penting dalam menjaga kelestarian kawasan Gunung Argopuro.














