Media90.id – Sebuah video yang memperlihatkan seorang sopir taksi online diduga mengalami microsleep saat mengantar penumpang viral di media sosial. Rekaman tersebut memicu kekhawatiran luas karena kondisi pengemudi yang tampak sangat lelah dinilai berpotensi membahayakan keselamatan di jalan.
Video itu pertama kali dibagikan melalui platform Threads oleh akun @kiekie21. Dalam rekaman yang beredar, pengemudi terlihat beberapa kali kehilangan fokus dan diduga sempat tertidur sesaat saat kendaraan masih melaju di jalan.
Unggahan tersebut kemudian ramai diperbincangkan warganet. Banyak yang menyoroti pentingnya pengaturan jam kerja serta waktu istirahat bagi mitra pengemudi transportasi berbasis aplikasi, agar risiko kelelahan ekstrem dapat diminimalkan.
Dalam unggahannya, penumpang juga menyampaikan permintaan agar pihak penyedia layanan memperhatikan kondisi mitra pengemudi.
“Dear @grabid agar memperhatikan minimum rest pengemudi, hampir tertidur saat menyetir,” tulis akun @kiekie21.
Pernyataan tersebut memicu diskusi lebih luas mengenai standar keselamatan kerja dalam industri transportasi online, khususnya terkait pengawasan jam kerja dan kondisi fisik pengemudi di lapangan.
Selain itu, penumpang juga mengeluhkan kondisi kendaraan yang digunakan dalam layanan kategori Premium Class. Ia menyebut adanya aroma tidak sedap di dalam kabin yang diduga berkaitan dengan kebiasaan pengemudi beristirahat di dalam mobil.
“Premium class bukan jaminan kabin bebas bau tengik karena pengemudi tidur dalam unit. Kalau ngantuk istirahat, jangan tidur di mobil apalagi saat bawa penumpang,” tambahnya.
Keluhan tersebut turut memicu perdebatan mengenai standar kenyamanan layanan premium yang diharapkan memberikan pengalaman perjalanan lebih baik dibanding layanan reguler.
Apa Itu Microsleep?
Microsleep adalah kondisi ketika seseorang tertidur dalam waktu sangat singkat, biasanya hanya beberapa detik, tanpa disadari. Meski singkat, kondisi ini sangat berbahaya jika terjadi saat seseorang sedang mengemudi.
Para pakar keselamatan berkendara menekankan bahwa kelelahan, kurang tidur, dan jam kerja berlebihan dapat menurunkan konsentrasi, memperlambat respons, serta meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. Karena itu, pengemudi disarankan untuk segera beristirahat ketika muncul tanda-tanda kantuk seperti mata berat, sering menguap, atau sulit fokus.
Belum Ada Tanggapan Resmi
Hingga saat ini, belum terdapat pernyataan resmi dari pihak Grab Indonesia terkait video viral tersebut maupun langkah yang akan diambil terhadap mitra pengemudi yang bersangkutan.
Meski demikian, peristiwa ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi seluruh penyedia layanan transportasi online agar memastikan pengemudi memiliki waktu istirahat yang cukup demi menjaga keselamatan dan kenyamanan penumpang.
Catatan Redaksi
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan konten yang beredar di media sosial dan pernyataan dari pihak pengunggah. Redaksi tidak bermaksud menggiring opini atau menyimpulkan kesalahan pihak tertentu. Semua pihak yang disebut memiliki hak jawab sesuai ketentuan yang berlaku. Publik diimbau untuk menunggu klarifikasi resmi sebelum menarik kesimpulan. Redaksi akan memperbarui informasi apabila terdapat perkembangan lebih lanjut.














