Media90 – Jetour akhirnya angkat bicara terkait kemungkinan menghadirkan sub-brand Soueast ke pasar Indonesia. Isu ini mencuat setelah Soueast ikut diboyong dalam ajang Auto China 2026 (Beijing Auto Show 2026), yang memperlihatkan strategi ekspansi grup otomotif asal Tiongkok tersebut.
Meski demikian, pihak Jetour menegaskan bahwa kehadiran Soueast di Indonesia belum menjadi rencana jangka pendek.
Dua Brand, Dua DNA yang Berbeda
Soueast sendiri merupakan merek otomotif yang berbasis di Fuzhou, Fujian, China, dan telah menjadi bagian dari ekosistem Jetour sejak Maret 2024 setelah berada di bawah naungan Chery Holding Group.
Namun, menurut Moch Ranggy Radiansyah selaku Marketing Director Jetour Motor Indonesia, kedua brand ini memiliki arah pengembangan yang sangat berbeda.
“Jetour itu fokus dengan DNA adventure dan exploration, dengan lini SUV yang rugged dan siap offroad,” ujar Ranggy di Beijing, China.
“Sedangkan Soueast lebih ke kebutuhan urban, kenyamanan keluarga, dan desain yang sangat city-oriented,” lanjutnya.
Soueast Masih dalam Tahap Studi untuk Indonesia
Meski melihat potensi pasar Soueast cukup menarik, Jetour belum mengambil langkah konkret untuk membawanya ke Indonesia.
Ranggy menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah memperkuat posisi Jetour di Tanah Air.
“Untuk saat ini, kami masih fokus di Jetour. Penguatan brand, jaringan, dan memastikan produk yang masuk relevan dengan kebutuhan konsumen Indonesia. Soueast masih kami studi,” jelasnya.
Artinya, peluang kehadiran Soueast masih terbuka, namun belum masuk tahap implementasi.
Fokus Jetour: Perkuat Line-up SUV yang Sudah Ada
Dalam ajang Auto China 2026, Jetour memamerkan sejumlah model seperti F700, T1 i-DM, T2 i-DM, G700, hingga Soueast S08 DM.
Namun untuk Indonesia, Jetour tetap memprioritaskan model yang sudah dipasarkan seperti:
- Jetour Dashing
- Jetour X70 Plus
- Jetour T2
Ranggy juga menegaskan bahwa SUV flagship seperti Jetour G700 yang memiliki tenaga besar hingga 891 hp belum masuk rencana pasar Indonesia.
“Fokus kami saat ini adalah memaksimalkan model yang sudah ada di Indonesia,” tambahnya.
Siapkan Dua Model Baru untuk Indonesia
Meski belum membawa Soueast, Jetour memastikan ekspansi produk tetap berjalan agresif.
Tahun ini, Jetour telah menyiapkan dua model baru untuk pasar Indonesia, salah satunya adalah:
- Jetour T2 versi PHEV (iDM)
Model ini menjadi pengembangan dari T2 bermesin bensin yang sudah lebih dulu hadir di Indonesia.
“Satu model sudah kami announce, yaitu T2 PHEV. Satu lagi akan segera kami informasikan dalam waktu dekat,” ungkap Ranggy.
Kesimpulan: Strategi Bertahap Jetour di Indonesia
Dari pernyataan resmi ini, terlihat bahwa Jetour masih menerapkan strategi bertahap di Indonesia. Fokus utama mereka adalah memperkuat brand utama sebelum memperluas portofolio dengan sub-brand seperti Soueast.
Meski peluang kehadiran Soueast tetap terbuka, langkah tersebut masih dalam tahap studi dan belum menjadi prioritas jangka pendek.
Di sisi lain, Jetour justru terus mempercepat ekspansi produk elektrifikasi dan SUV mereka di pasar Indonesia.
FAQ
1. Apakah Soueast akan masuk Indonesia?
Belum ada rencana resmi, masih dalam tahap studi oleh Jetour.
2. Apa hubungan Soueast dengan Jetour?
Soueast menjadi sub-brand Jetour sejak 2024 di bawah Chery Holding Group.
3. Apa fokus Jetour di Indonesia saat ini?
Fokus pada pengembangan brand, jaringan, dan model SUV yang sudah ada.
4. Mobil apa saja Jetour di Indonesia?
Dashing, X70 Plus, dan T2.
5. Apakah Jetour akan meluncurkan mobil baru di Indonesia?
Ya, dua model baru termasuk T2 versi PHEV akan hadir dalam waktu dekat.














