Media90 – Wuling Motors kembali menarik perhatian pasar otomotif Indonesia lewat SUV terbarunya, Eksion. Selain membawa teknologi elektrifikasi, mobil ini juga dibekali paket garansi yang terbilang agresif dan komprehensif, bahkan mencakup perlindungan seumur hidup untuk komponen tertentu.
Dalam sesi media briefing di Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Rabu (22/4/2026), Wuling menegaskan bahwa skema purna jual ini dirancang untuk memberikan rasa aman jangka panjang bagi konsumen, terutama mereka yang baru beralih ke kendaraan listrik dan hybrid.
Garansi Dasar Wuling Eksion
Menurut Maulana Hakim, Aftersales Director Wuling, setiap unit Eksion sudah mendapatkan perlindungan standar yang cukup luas.
“Wuling memberikan garansi kendaraan umum selama 6 tahun atau 150.000 kilometer untuk seluruh varian. Khusus varian plug-in hybrid (PHEV), tersedia tambahan garansi mesin hingga 8 tahun atau 150.000 kilometer,” jelasnya.
Secara umum, garansi yang diberikan mencakup:
- Garansi kendaraan 6 tahun / 150.000 km (semua varian)
- Garansi mesin 8 tahun / 150.000 km (khusus PHEV)
- Garansi baterai 12V selama 1 tahun / 20.000 km (EV dan PHEV)
Skema ini membuat pengguna lebih tenang dalam kepemilikan jangka panjang, terutama pada kendaraan elektrifikasi yang masih relatif baru di pasar.
Lifetime Warranty untuk Komponen Inti
Yang paling menarik dari Wuling Motors Eksion adalah adanya Lifetime Core Component Warranty atau garansi seumur hidup untuk komponen inti tertentu.
Perlindungan ini mencakup:
- Power battery
- Drive motor
- Motor controller unit
Namun, garansi ini hanya berlaku untuk pemilik pertama dengan penggunaan pribadi, dengan batas maksimal 30.000 km per tahun. Syarat lainnya adalah perawatan harus dilakukan di bengkel resmi serta menggunakan suku cadang asli.
Perlu dicatat, garansi ini tidak mencakup kerusakan akibat kecelakaan, kebakaran, banjir, atau modifikasi tidak standar.
Meski memiliki batasan, skema ini tetap tergolong sangat kompetitif di segmen SUV elektrifikasi.
Biaya Perawatan yang Terkontrol
Selain garansi panjang, Wuling juga menekankan biaya kepemilikan yang relatif terjangkau.
Untuk varian listrik penuh (EV), perawatan dilakukan setiap 5.000 km dengan estimasi biaya sekitar Rp3,3 juta untuk 5,5 tahun atau 55.000 km.
Sementara varian PHEV memiliki interval servis 7.500 km dengan estimasi biaya sekitar Rp14,2 juta untuk 5,5 tahun atau 42.500 km, atau sekitar Rp2,8 juta per tahun.
Komponen yang dicek pada PHEV meliputi oli mesin, filter, busi, coolant sistem hybrid, hingga DHT oil.
Layanan Darurat 24 Jam
Sebagai pelengkap, Wuling juga menghadirkan Emergency Roadside Assistance (ERA) yang aktif 24 jam. Layanan ini memungkinkan pengguna mendapatkan bantuan saat mengalami kendala di jalan, mulai dari masalah teknis hingga kondisi darurat lainnya.
Selain itu, tersedia juga hotline pelanggan untuk konsultasi hingga penanganan keluhan.
Kesimpulan
Garansi yang ditawarkan Wuling Motors pada Eksion bukan hanya sekadar nilai tambah, tetapi menjadi bagian penting dari strategi mereka di pasar SUV elektrifikasi.
Kombinasi garansi kendaraan jangka panjang, perlindungan komponen inti seumur hidup, biaya servis yang relatif efisien, serta layanan darurat 24 jam membuat Eksion tampil sebagai paket kepemilikan yang cukup lengkap.
Bagi konsumen yang masih ragu beralih ke kendaraan elektrifikasi, skema ini bisa menjadi faktor penentu yang mengurangi kekhawatiran soal biaya dan perawatan jangka panjang.














