TEKNO

Waspada! Jutaan Aplikasi AI Diduga Bocorkan 730 TB Data Google Akibat Praktik Hardcoding

101
×

Waspada! Jutaan Aplikasi AI Diduga Bocorkan 730 TB Data Google Akibat Praktik Hardcoding

Sebarkan artikel ini
Alarm Keamanan! Praktik Hardcoding Picu Bocornya 730 TB Data Google
Alarm Keamanan! Praktik Hardcoding Picu Bocornya 730 TB Data Google

Media90 – Tren kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang melesat pesat dalam setahun terakhir tak hanya membawa kemudahan, tetapi juga memunculkan ancaman serius di ranah keamanan siber. Jutaan pengguna smartphone di seluruh dunia kini berada dalam risiko kebocoran data akibat lemahnya sistem pengamanan pada aplikasi berbasis AI yang beredar luas di toko aplikasi resmi.

Riset mendalam yang dilakukan peneliti keamanan dari Cybernews mengungkap fakta mencengangkan. Banyak aplikasi AI yang tersedia di Google Play Store dan Apple App Store ternyata tidak menerapkan standar keamanan dasar secara memadai. Dampaknya, terjadi kebocoran data sensitif dalam skala masif, dengan total lebih dari 730 Terabyte (TB) data pengguna dilaporkan terekspos di server cloud milik Google.

Ads
close ads

Data yang bocor tersebut tidak hanya berupa informasi umum. Peneliti menemukan adanya data keuangan, data analitik internal, hingga informasi pribadi pelanggan. Kondisi ini membuka peluang besar bagi penjahat siber untuk melancarkan serangan terarah, mulai dari pencurian identitas hingga pengurasan dompet digital pengguna tanpa disadari.

Cybernews menilai temuan ini sebagai bukti bahwa popularitas teknologi AI tidak selalu diiringi kesiapan keamanan yang memadai. Di tengah percepatan digitalisasi global, celah semacam ini berpotensi mengancam privasi dan keamanan finansial masyarakat dalam skala yang jauh lebih luas.

Praktik “Hardcoding” Jadi Akar Masalah

Menurut laporan Cybernews, akar permasalahan utama berasal dari praktik keamanan buruk yang dikenal sebagai hardcoding. Praktik ini terjadi ketika pengembang menyimpan data sensitif—seperti kunci API, kata sandi, dan kunci enkripsi—langsung di dalam kode sumber aplikasi tanpa perlindungan tambahan.

Metode tersebut telah lama dianggap sebagai kesalahan fatal dalam dunia keamanan siber. Siapa pun yang berhasil membongkar aplikasi dapat membaca data rahasia tersebut dengan relatif mudah.

Dari total 1,8 juta aplikasi Android yang dianalisis, sekitar 72% atau 1,2 juta aplikasi AI diketahui mengandung setidaknya satu hardcoded secret. Bahkan, rata-rata setiap aplikasi membocorkan 5,1 kode rahasia.

Lebih mengkhawatirkan lagi, 81% kode rahasia yang terekspos berkaitan langsung dengan identitas proyek Google Cloud, endpoint, dan kunci API. Kebocoran ini memberi akses langsung bagi pihak tidak bertanggung jawab untuk masuk ke sistem backend pengembang dan memanipulasi data yang tersimpan di layanan cloud.

Ancaman Nyata terhadap Keuangan Pengguna

Celah keamanan ini dapat dieksploitasi melalui serangan otomatis menggunakan bot yang memindai aplikasi rentan secara massal. Dampaknya sangat serius, terutama pada aplikasi yang memproses data keuangan atau menyimpan informasi pelanggan.

Dengan memanfaatkan kunci API yang bocor, penjahat siber dapat menyamar sebagai pengguna sah, memanipulasi akun, mengubah data, hingga memalsukan riwayat transaksi tanpa terdeteksi oleh sistem keamanan standar.

Risiko tertinggi ditemukan pada kebocoran live secret keys milik layanan pembayaran global seperti Stripe. Kunci ini memberikan kendali penuh terhadap sistem pembayaran di balik layar, termasuk kemampuan untuk:

  • Mendebit akun pengguna secara ilegal
  • Membuat pengembalian dana palsu
  • Menerbitkan faktur fiktif

Tak hanya itu, peneliti juga menemukan ratusan aplikasi yang menggunakan basis data Firebase tanpa autentikasi sama sekali. Dalam 42% kasus, bahkan ditemukan tabel bernama “poc” (proof of concept), yang mengindikasikan sistem tersebut kemungkinan telah diuji atau bahkan dibobol sebelumnya.

Tekanan Tren AI dan Risiko di Ekosistem iOS

Masifnya masalah ini tak lepas dari tekanan industri teknologi yang bergerak sangat cepat. Demi mengikuti tren AI dan memenangkan persaingan pasar, banyak pengembang terburu-buru merilis aplikasi tanpa melakukan audit keamanan menyeluruh. Akibatnya, aplikasi yang belum matang dari sisi keamanan langsung dikonsumsi publik.

Risiko serupa juga ditemukan di ekosistem iOS. Dari sekitar 156.000 aplikasi AI yang dianalisis di Apple App Store, hampir 70% diketahui mengandung hardcoded secret. Peneliti mencatat adanya 836 penyimpanan Google Cloud di ekosistem iOS yang secara kolektif membocorkan sekitar 76 miliar file, setara dengan 406 TB data.

Pengguna Diminta Lebih Waspada

Cybernews mengingatkan pengguna agar lebih berhati-hati saat mengunduh aplikasi baru, terutama aplikasi AI yang meminta akses ke data sensitif. Popularitas, rating tinggi, atau status “aplikasi resmi” di toko aplikasi tidak selalu menjadi jaminan bahwa kode di baliknya aman dari ancaman peretasan.

Di tengah ledakan adopsi AI, keamanan seharusnya menjadi fondasi utama, bukan sekadar pelengkap. Tanpa kesadaran dan pengawasan yang lebih ketat, kemudahan teknologi justru bisa berubah menjadi bumerang bagi jutaan pengguna di seluruh dunia.

Gmail Diduga Pangkas Storage Akun Baru Jadi 5GB Nomor HP Tambahan Bisa Buka 15GB
TEKNO

Media90 – Kebijakan penyimpanan gratis Google tampaknya mulai mengalami perubahan. Selama bertahun-tahun, setiap pengguna baru Gmail selalu mendapatkan kapasitas cloud gratis sebesar 15GB yang dapat digunakan bersama untuk Gmail, Google Drive, dan Google Photos. Namun kini, sejumlah laporan dari pengguna internet menunjukkan adanya pengurangan kapasitas penyimpanan gratis pada akun baru. Informasi ini ramai dibahas setelah seorang pengguna Reddit membagikan tangkapan layar akun Gmail baru miliknya yang hanya memperoleh ruang penyimpanan sebesar 5GB. Untuk mendapatkan kapasitas penuh hingga 15GB, pengguna disebut harus menambahkan nomor telepon ke akun Google mereka. Ads close ads Perubahan tersebut langsung memicu berbagai reaksi di internet, terutama…

OnePlus Ace 6 Ultra Resmi Dirilis Tawarkan Performa Gaming dan Baterai Besar
TEKNO

Media90 – OnePlus kembali mengguncang pasar smartphone gaming lewat peluncuran resmi OnePlus Ace 6 Ultra di Tiongkok. Perangkat ini hadir sebagai ponsel gaming flagship yang menggabungkan performa ekstrem, desain premium, dan kapasitas baterai jumbo tanpa mengorbankan kenyamanan penggunaan harian. Di pasar domestik Tiongkok, OnePlus Ace 6 Ultra dibanderol mulai 3.799 yuan atau sekitar Rp8,2 juta. Selama masa promosi peluncuran, harganya dipangkas menjadi 3.499 yuan atau sekitar Rp7,6 juta, menjadikannya pesaing serius bagi lini gaming premium seperti Redmi K90 Ultra dan ROG Phone 9. Ads close ads Berbeda dari mayoritas ponsel gaming yang identik dengan desain agresif penuh lampu RGB dan…

Smartwatch Terbaru Huawei Mampu Pantau Risiko Diabetes Harga Rp2 Jutaan
TEKNO

Media90 – Huawei resmi memperkenalkan perangkat wearable terbarunya, HUAWEI Watch Fit 5 Series, untuk pasar Indonesia. Hadir dalam dua varian, yakni versi Pro dan Basic, smartwatch ini membawa sejumlah peningkatan mulai dari material bodi premium, fitur olahraga, hingga teknologi pemantauan kesehatan tingkat lanjut. Salah satu fitur yang paling mencuri perhatian pada HUAWEI Watch Fit 5 Pro adalah hadirnya Diabetes Risk Study. Fitur ini memanfaatkan sensor Photoplethysmography (PPG) untuk menganalisis berbagai indikator fisiologis pengguna seperti detak jantung, variabilitas detak jantung (HRV), pola tidur, serta aktivitas harian. Ads close ads Berdasarkan data tersebut, sistem akan mengklasifikasikan tingkat risiko diabetes pengguna ke dalam…

Riset Anthropic Profesi Guru Lebih Sulit Digantikan AI Dibanding Programmer
TEKNO

Media90 – Kehadiran kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) generatif terus memicu perdebatan mengenai masa depan berbagai profesi di dunia kerja. Banyak pihak sebelumnya beranggapan sektor pendidikan dan pengajaran akan menjadi salah satu bidang yang paling cepat terdampak otomatisasi AI. Namun, riset terbaru dari perusahaan laboratorium AI Anthropic justru menunjukkan hasil yang berbeda. Dalam studi tersebut, profesi guru dinilai memiliki ketahanan jauh lebih tinggi terhadap disrupsi AI dibanding profesi teknis seperti programmer atau penulis kode. Ads close ads Temuan ini sekaligus mematahkan anggapan bahwa pekerjaan berbasis komunikasi interpersonal lebih mudah ditiru oleh model bahasa besar atau large language model (LLM)….

ChatGPT Personal Finance Resmi Hadir AI Kini Bisa Bantu Analisis Keuangan Pengguna
TEKNO

Media90 – OpenAI kembali memperluas kemampuan platform kecerdasan buatannya dengan memperkenalkan ChatGPT Personal Finance. Fitur baru ini memungkinkan ChatGPT memahami kondisi finansial pengguna melalui integrasi langsung dengan akun perbankan pribadi. Saat ini, ChatGPT Personal Finance masih berada dalam tahap pratinjau atau preview. OpenAI memprioritaskan akses awal untuk pelanggan ChatGPT Pro di Amerika Serikat yang berlangganan dengan biaya 200 dolar AS per bulan. Ads close ads Setelah fase uji coba dan pengumpulan masukan pengguna selesai, perusahaan berencana memperluas ketersediaan fitur tersebut ke pelanggan ChatGPT Plus. Untuk mendukung integrasi data keuangan, OpenAI bekerja sama dengan Plaid, perusahaan teknologi finansial yang menjadi penghubung…

Xiaomi Resmi Luncurkan Mijia Electric Toothbrush Pro Dibanderol Rp1 Jutaan
TEKNO

Media90 – Xiaomi kembali memperluas ekosistem perangkat rumah pintarnya dengan meluncurkan Mijia Electric Toothbrush Pro untuk pasar Tiongkok. Sikat gigi elektrik terbaru ini hadir membawa material bodi premium serta sejumlah fitur pintar yang dirancang untuk memantau sekaligus mengoptimalkan rutinitas kebersihan gigi pengguna. Berbeda dari sikat gigi elektrik biasa yang hanya mengandalkan putaran standar, Xiaomi merancang perangkat ini untuk meniru teknik menyikat gigi yang direkomendasikan secara medis melalui kombinasi teknologi motor dan sensor internal. Ads close ads Mijia Electric Toothbrush Pro dibekali motor dual-degree-of-freedom yang mampu meniru metode Bass, yakni teknik menyikat gigi dengan posisi sikat pada sudut tertentu di area…

MacBook Neo Resmi Hadir di Indonesia Dibanderol Mulai Rp10 Jutaan
TEKNO

Media90 – Apple resmi membuka pemesanan awal atau pre-order laptop terbarunya, MacBook Neo, di Indonesia mulai 15 Mei 2026. Kehadiran perangkat ini langsung mencuri perhatian publik karena menawarkan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan lini MacBook lainnya. Sejumlah Apple Authorized Reseller (AAR) di Indonesia seperti iBox, Digimap, Blibli, hingga Hello Store sudah mulai membuka halaman pemesanan MacBook Neo melalui situs resmi masing-masing. Laptop ini diposisikan sebagai perangkat entry-level bagi pengguna yang ingin masuk ke ekosistem Apple tanpa harus mengeluarkan biaya terlalu besar. Ads close ads Di pasar Indonesia, MacBook Neo dibanderol mulai Rp10.749.000 untuk varian RAM 8 GB dengan penyimpanan…