Media90 – Xiaomi kembali menarik perhatian publik dengan pendekatan yang tidak biasa. Dalam acara internal bertajuk Values Conference 2026 yang digelar di kampus Xiaomi, China, perusahaan teknologi ini memperkenalkan produk es krim unik dengan konsep penamaan layaknya lini smartphone mereka: Standard, Pro, dan Max. Peluncuran ini langsung viral karena dikemas seperti presentasi produk flagship dengan gaya keynote yang identik dengan dunia gadget.
Es Krim dengan Gaya Presentasi Smartphone
Dalam acara tersebut, Xiaomi tidak hanya memperkenalkan produk makanan biasa, tetapi juga menyajikannya seperti peluncuran perangkat teknologi premium. Setiap varian es krim dipresentasikan dengan “spesifikasi” dan perbandingan performa, membuat suasana acara terasa seperti peluncuran ponsel terbaru.
Pendekatan ini memicu perhatian luas di media sosial, karena jarang perusahaan teknologi menggabungkan branding produk digital dengan inovasi kuliner secara seunik ini.
Inspirasi Millet dan Sentuhan Filosofis
Es krim ini diracik oleh Chef Bing Jiabao dari kantin internal Xiaomi. Ia mengungkapkan bahwa ide utama produk ini berasal dari eksperimen es krim berbasis tahu dan penggunaan millet sebagai bahan utama.
Millet sendiri memiliki makna penting dalam identitas Xiaomi, sehingga dipilih sebagai elemen utama rasa. Proses pembuatannya melalui tiga tahap pengembangan, mulai dari pengukusan millet, pengolahan menjadi pasta dengan susu, hingga penambahan taburan biji millet renyah di bagian luar untuk memberikan tekstur yang khas.
Tiga Varian: Standard, Pro, dan Max
Sesuai dengan filosofi “value” yang sering diusung Xiaomi, es krim ini hadir dalam tiga tingkatan varian dengan harga terjangkau:
• Standard (5,99 Yuan / ±Rp15 ribu)
Varian dasar dengan rasa millet murni dan taburan biji renyah di bagian luar.
• Pro (6,99 Yuan / ±Rp17.500)
Versi ini menambahkan satu stik biskuit bertema “values” yang memberikan sensasi crunchy tambahan.
• Max (8,99 Yuan / ±Rp22.500)
Varian tertinggi dengan tiga stik biskuit yang memperkaya tekstur dan memberikan tampilan lebih “premium” layaknya produk flagship.
Viral di Media Sosial dan Antusias Karyawan
Peluncuran es krim ini langsung menjadi perbincangan hangat di internet. Banyak warganet menilai konsep tersebut unik sekaligus menghibur karena menggabungkan budaya teknologi dengan makanan.
Menariknya, mesin es krim yang digunakan disebut merupakan hasil kolaborasi dengan Mengniu, salah satu perusahaan susu besar di China, yang menunjukkan bahwa produk ini tetap dibuat dengan standar kualitas tinggi meskipun hanya ditujukan untuk internal perusahaan.
Pendiri Xiaomi, Lei Jun, turut memberikan komentar melalui media sosialnya. Ia mengaku belum sempat mencoba es krim tersebut karena padatnya agenda konferensi, sementara para karyawan justru rela mengantre panjang di kantin pusat untuk mencicipinya.
Candaan Warganet dan Stok yang Langsung Habis
Di media sosial, pengguna internet di China meramaikan peluncuran ini dengan berbagai candaan. Ada yang menanyakan keberadaan varian “Ultra”, hingga yang menyebut versi hipotetis seperti “Lite”, “Global Edition”, bahkan pembaruan topping melalui OTA (Over-The-Air) seperti perangkat lunak.
Xiaomi sendiri mengonfirmasi bahwa seluruh stok es krim tersebut habis dalam waktu singkat setelah peluncuran.
Hanya Internal, Tapi Berpotensi Global?
Saat ini, es krim Standard, Pro, dan Max masih terbatas untuk lingkungan kampus Xiaomi. Namun, inovasi ini menunjukkan bagaimana perusahaan terus mendorong kreativitas di luar produk teknologi inti mereka.
Meski belum ada rencana resmi untuk komersialisasi global, publik kini bertanya-tanya apakah konsep “ekosistem kuliner Xiaomi” suatu hari nanti akan benar-benar hadir di pasar internasional.














