BERITA

Gubernur Lampung Dorong Daerah Mandiri Lewat Obligasi dan Sukuk untuk Pembiayaan Pembangunan

Luluk RJMP
5
×

Gubernur Lampung Dorong Daerah Mandiri Lewat Obligasi dan Sukuk untuk Pembiayaan Pembangunan

Sebarkan artikel ini
Pemprov Lampung Perkuat Ekosistem Pembiayaan Daerah yang Transparan dan Berkelanjutan
Pemprov Lampung Perkuat Ekosistem Pembiayaan Daerah yang Transparan dan Berkelanjutan

Media90 – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal menegaskan arah pembangunan ke depan harus kembali berlandaskan amanat UUD 1945 Pasal 33, yakni pengelolaan cabang produksi strategis dan kekayaan alam oleh negara demi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Menurutnya, pemerintah daerah harus berani lebih maju, mandiri, dan inovatif dalam membangun daerah, termasuk melalui pemanfaatan instrumen pembiayaan alternatif seperti obligasi dan sukuk daerah.

Ads
close ads

“Pembangunan ke depan harus dikembalikan sesuai amanah UUD 1945 Pasal 33. Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak harus dikuasai negara, dan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat,” ujar Rahmat Mirzani Djausal saat sosialisasi penerbitan obligasi dan sukuk daerah kepada pemerintah daerah se-Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) di Ballroom Grand Mercure Lampung, Senin (18/5/2026).

Gubernur menilai, selama ini kekayaan alam di berbagai daerah belum sepenuhnya memberikan manfaat optimal bagi masyarakat karena sebagian besar pengelolaannya masih didominasi pihak swasta tanpa keterlibatan kuat pemerintah daerah maupun negara. Kondisi tersebut menyebabkan nilai tambah ekonomi lebih banyak dinikmati di luar daerah.

Ia mencontohkan sektor pertanian di Lampung yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Sebagai salah satu produsen gabah terbesar nasional, hasil produksi Lampung banyak dikirim keluar daerah untuk diolah sebelum kembali dipasarkan kepada masyarakat dalam bentuk produk jadi dengan harga lebih tinggi.

Hal serupa juga terjadi pada komoditas kopi Lampung. Menurut Gubernur, petani selama ini hanya menikmati hasil dari penjualan bahan mentah, sedangkan proses hilirisasi dan nilai tambah ekonomi justru dinikmati daerah lain.

Rahmat Mirzani Djausal menjelaskan, Lampung memiliki potensi ekonomi yang besar dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai sekitar Rp520 triliun pada 2025 dan menjadi salah satu daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sumatera. Namun di sisi lain, kemampuan fiskal pemerintah daerah masih tergolong terbatas.

Ia menyebutkan, total akumulasi APBN, APBD provinsi, kabupaten/kota hingga APBDes di Lampung hanya sekitar Rp32 triliun atau kurang dari 8 persen dari total perputaran ekonomi daerah. Sebagian besar anggaran tersebut juga masih terserap untuk belanja pegawai.

“Pemerintah harus tetap bergerak meskipun anggaran terbatas. Oleh karena itu, kami membutuhkan instrumen pembiayaan yang inovatif seperti obligasi dan sukuk daerah,” katanya.

Menurutnya, obligasi dan sukuk daerah dapat menjadi solusi untuk memperkuat kapasitas pembiayaan pembangunan, khususnya dalam mendukung proyek-proyek strategis berbasis hilirisasi dan pengelolaan sumber daya daerah.

Gubernur juga menekankan bahwa pembangunan berkelanjutan hanya dapat dicapai melalui kemandirian daerah. Karena itu, pemerintah daerah perlu hadir lebih kuat dalam sektor-sektor strategis yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Selain itu, ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, Otoritas Jasa Keuangan, pelaku pasar keuangan, investor, akademisi, hingga seluruh pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem pembiayaan daerah yang sehat, transparan, dan berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala OJK Sumatera Selatan, Arifin Susanto mengatakan, sosialisasi penerbitan obligasi dan sukuk daerah merupakan bagian dari upaya mendorong pemerintah daerah mencari sumber pembiayaan alternatif di tengah keterbatasan fiskal daerah.

Ia berharap wilayah Sumatera Bagian Selatan dapat menjadi pionir atau proyek percontohan penerbitan obligasi maupun sukuk daerah di Indonesia.

“Karena keterbatasan anggaran daerah, maka pemerintah daerah perlu mulai mencari alternatif pembiayaan yang produktif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Arifin.

Ia juga mencontohkan potensi pengembangan Pelabuhan Panjang yang dinilai memiliki prospek besar untuk didukung melalui pembiayaan obligasi atau sukuk daerah, terutama karena tingginya aktivitas ekspor komoditas unggulan seperti kopi.

Menurut Arifin, skema pembiayaan berbasis partisipasi masyarakat melalui obligasi daerah juga dapat meningkatkan rasa memiliki masyarakat terhadap pembangunan sekaligus membuka peluang manfaat ekonomi yang lebih luas.

Tinggalkan Balasan

DPRD Lampung Tengah Gelar Paripurna, Plt Bupati Sampaikan Pembahasan Raperda dan LKPJ 2025
BERITA

Media90 – Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Lampung Tengah yang membahas sejumlah agenda strategis pemerintahan daerah, Senin (18/5/2026). Rapat yang berlangsung di ruang sidang DPRD Lampung Tengah tersebut mengagendakan tiga pembahasan penting, yakni penyampaian nota pengantar Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD), rekomendasi DPRD terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun Anggaran 2025, serta penyampaian laporan hasil reses anggota DPRD tahap II masa sidang kedua. Ads close ads Dalam agenda pertama, pemerintah daerah menyampaikan Raperda tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah yang disusun sebagai pedoman tata kelola aset…

Terkait Program MBG, Gubernur Lampung Tekankan Standar Kesehatan Pangan Dapur SPPG
BERITA

Media90 – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal menegaskan komitmennya untuk menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat di Provinsi Lampung. Hal tersebut disampaikan Gubernur saat menerima audiensi Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (Gapembi) Lampung, Senin (18/5/2026). Ads close ads Dalam kesempatan itu, Rahmat Mirzani Djausal mengajak seluruh pihak, khususnya DPW Gapembi Lampung, untuk memperkuat pelaksanaan Program MBG sekaligus melakukan pembinaan terhadap Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). “Semua harus bekerja bersama untuk mensukseskan program MBG ini, agar bisa terus membawa manfaat yang nyata bagi masyarakat,” ujar Rahmat Mirzani Djausal….

DPRD Lampung Tekankan Pentingnya Keakuratan Data BPJS Kesehatan untuk Tingkatkan Pelayanan Masyarakat
BERITA

Media90 – Ketua Komisi V DPRD Lampung, Yanuar Irawan, menyoroti persoalan kepesertaan BPJS Kesehatan di tengah masyarakat yang dinilai memerlukan penanganan lebih adaptif dan solutif. Menurut Yanuar Irawan, dinamika pelayanan BPJS Kesehatan di lapangan saat ini kerap tidak selaras dengan regulasi administratif yang dinilai masih terlalu kaku. Ads close ads “Masyarakat di bawah itu terkadang tidak mau tahu apakah wilayah itu sudah masuk kategori universal health coverage (UHC) atau belum. Mereka minta bantu agar bagaimana caranya kalau sakit yang BPJS mati, harus bisa aktif hari itu juga,” kata Yanuar Irawan saat menghadiri Rapat Forum Kemitraan Pengelolaan Kerja Sama Fasilitas Kesehatan…

Pemprov Lampung Anggarkan Dana Besar untuk Menanggung BPJS Kesehatan Warga Kurang Mampu
BERITA

Media90 – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung berkomitmen menjamin hak pelayanan kesehatan masyarakat di 15 kabupaten/kota melalui pengalokasian anggaran sebesar Rp125 miliar guna mendukung kepesertaan BPJS Kesehatan sepanjang tahun anggaran 2026. Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung, Marindo Kurniawan, mengatakan total anggaran tersebut dibagi ke dalam dua pos jaminan pembiayaan kesehatan masyarakat. Ads close ads “Kami pastikan dukungan dan niat dari Pemprov Lampung bersama DPRD Lampung tentunya, telah mengalokasikan anggaran untuk mengcover BPJS jenis PBI Rp85 miliar, kemudian juga ada PBPU Rp40 miliar,” kata Marindo Kurniawan saat memimpin Rapat Forum Kemitraan Pengelolaan Kerjasama Fasilitas Kesehatan Lampung Semester I Tahun 2026, Senin (18/5/2026)….

DWP Lampung Gelar Seminar Kesehatan untuk Perkuat Peran Ibu dalam Menjaga Kesehatan Keluarga
BERITA

Media90 – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Lampung terus mendorong peningkatan literasi kesehatan keluarga bagi kaum ibu melalui seminar kesehatan bertajuk “Jaga ION Tubuh Saat Tubuh Demam” yang digelar di Kantor DWP Lampung, Senin (18/5/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan dokter spesialis anak, dr. Oktadoni Saputra, sebagai narasumber dan diikuti oleh pengurus serta anggota DWP Lampung. Ads close ads Ketua DWP Lampung, Agnes Bulan Marindo, mengatakan seminar kesehatan ini menjadi wadah edukasi penting bagi para ibu agar lebih tenang, sigap, dan tepat dalam menangani anak saat mengalami demam. Menurut Agnes, masih banyak orang tua yang langsung panik ketika anak mengalami kenaikan suhu tubuh….

Peduli Korban Kekerasan, Dewi Mayang Suri Djausal Hadirkan Layanan Visum Gratis untuk Masyarakat Miskin
BERITA

Media90 – Anggota DPRD Kota Bandar Lampung, Dewi Mayang Suri Djausal, menginisiasi program pelayanan visum gratis bagi masyarakat kurang mampu di Kota Bandar Lampung. Program ini menjadi salah satu langkah nyata dalam memperluas akses keadilan bagi korban kekerasan perempuan dan anak yang selama ini terkendala biaya untuk memperoleh layanan visum. Program tersebut diwujudkan melalui kerja sama lintas instansi antara Polresta Bandar Lampung, RSUD Dr. H. Abdul Moeloek, dan Baznas Provinsi Lampung. Kolaborasi itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang berlangsung di Aula RSUD Abdul Moeloek, Senin (18/5/2026). Ads close ads Dewi Mayang Suri Djausal mengatakan, program visum gratis lahir…

Dollar Menguat Ketua OKK ARUN Lampung Ajak Publik Tetap Yakin pada Ekonomi Indonesia
BERITA

Media90 – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam beberapa pekan terakhir dinilai belum berada pada level yang mengkhawatirkan. Hal tersebut disampaikan Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) DPD ARUN Lampung, Ardho Adam Saputra. Menurut Ardho, fundamental ekonomi Indonesia saat ini masih cukup kuat untuk menghadapi tekanan ekonomi global. Ia menilai, gejolak nilai tukar bukan hanya dialami Indonesia, tetapi juga hampir seluruh negara di kawasan Asia akibat ketidakpastian ekonomi dunia dan meningkatnya tensi geopolitik internasional. Ads close ads “Tak perlu khawatir berlebihan terhadap pelemahan rupiah, karena kondisi ini masih normal dalam menghadapi guncangan ekonomi dunia. Hampir…