Media90 – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Lampung terus mendorong peningkatan literasi kesehatan keluarga bagi kaum ibu melalui seminar kesehatan bertajuk “Jaga ION Tubuh Saat Tubuh Demam” yang digelar di Kantor DWP Lampung, Senin (18/5/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan dokter spesialis anak, dr. Oktadoni Saputra, sebagai narasumber dan diikuti oleh pengurus serta anggota DWP Lampung.
Ketua DWP Lampung, Agnes Bulan Marindo, mengatakan seminar kesehatan ini menjadi wadah edukasi penting bagi para ibu agar lebih tenang, sigap, dan tepat dalam menangani anak saat mengalami demam.
Menurut Agnes, masih banyak orang tua yang langsung panik ketika anak mengalami kenaikan suhu tubuh. Padahal, demam merupakan mekanisme alami tubuh dalam melawan infeksi.
“Sebagai orang tua, melihat anak tiba-tiba badannya terasa panas jadi momen yang pasti memicu rasa khawatir. Seringkali reaksi pertama adalah panik, padahal demam sebenarnya adalah mekanisme alami tubuh untuk melawan infeksi,” kata Agnes.
Namun demikian, ia mengingatkan ada kondisi lain yang kerap luput dari perhatian saat anak mengalami demam, yakni dehidrasi akibat meningkatnya kehilangan cairan tubuh.
Agnes menilai, pemahaman mengenai pentingnya menjaga keseimbangan cairan dan ion tubuh menjadi hal yang sangat penting diketahui para ibu, terutama dalam memberikan penanganan pertama di rumah sebelum anak mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Melalui seminar tersebut, DWP Lampung ingin membekali para ibu dengan pengetahuan praktis dan berbasis medis agar tidak hanya mengandalkan rasa panik ketika menghadapi kondisi anak demam.
Dalam kegiatan itu, peserta mendapatkan edukasi mengenai kapan demam pada anak perlu diwaspadai, cara mengenali tanda-tanda dehidrasi sejak dini, hingga langkah pertolongan pertama yang tepat sebelum mendapatkan penanganan lanjutan dari tenaga medis.
Agnes berharap, kegiatan edukatif seperti ini dapat memberikan wawasan baru yang bermanfaat dan bisa langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari oleh para ibu sebagai garda terdepan kesehatan keluarga.
“Kami ingin Ibu-Ibu tidak lagi merasa cemas berlebihan, tapi tetap waspada dan memahami langkah yang tepat saat anak mengalami demam,” ujarnya.














