Media90 – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung bersama TP PKK Lampung terus memperkuat komitmen dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan ramah anak melalui penguatan program Sekolah Ramah Anak (SRA).
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan perjanjian kerja sama antara SMA Fransiskus Bandar Lampung dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Lampung (PPPA), yang digelar di Auditorium SMA Fransiskus Bandar Lampung, Kamis (16/4/2026).
Kerja sama ini mencakup pemanfaatan layanan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Pinggungan Sebuai Lampung serta implementasi program Sekolah Ramah Anak di lingkungan pendidikan. Dalam kesempatan tersebut, Dinas PPPA Lampung juga menyerahkan panduan apel tematik jenjang SMA/SMK sebagai bentuk dukungan konkret terhadap pelaksanaan SRA.
Sebagai bentuk komitmen bersama, deklarasi Sekolah Ramah Anak dibacakan oleh Kepala SMA Fransiskus Bandar Lampung, M. Elfrida, dan diikuti oleh para pendidik, tenaga kependidikan, serta peserta didik. Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan papan deklarasi sebagai simbol komitmen seluruh pihak.
Ketua TP PKK Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, menegaskan bahwa deklarasi tersebut merupakan langkah strategis dalam menjamin pemenuhan hak serta perlindungan anak di lingkungan pendidikan.
“Sekolah Ramah Anak bukan sekadar program, tetapi komitmen bersama untuk menghadirkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, serta bebas dari kekerasan dan diskriminasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan implementasi SRA membutuhkan sinergi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, sekolah, orang tua, hingga masyarakat. Menurutnya, peran keluarga sangat penting dalam membentuk karakter anak.
“Pendidikan tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga di lingkungan keluarga. Kolaborasi ini menjadi kunci utama dalam mewujudkan Sekolah Ramah Anak,” tambahnya.
Selain itu, Purnama juga menekankan pentingnya peran aktif peserta didik sebagai subjek utama dalam program ini. Ia mengajak para siswa untuk membangun pergaulan sehat, saling menghargai, serta berani menjadi pelopor dan pelapor dalam menciptakan lingkungan sekolah yang positif.
Pemprov Lampung sendiri terus mendorong percepatan terwujudnya Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA), salah satunya melalui penguatan implementasi SRA di seluruh satuan pendidikan.
Diharapkan, SMA Fransiskus Bandar Lampung dapat menjadi role model bagi sekolah lain di Provinsi Lampung dalam menerapkan Sekolah Ramah Anak secara berkelanjutan.
Kegiatan ini juga melibatkan orang tua siswa sebagai bagian dari penguatan komitmen bersama, serta dimeriahkan dengan penampilan berbagai ekstrakurikuler siswa yang menambah semarak acara.














