Media90.id – Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat komitmennya dalam menjaga posisi sebagai salah satu lumbung pangan nasional melalui percepatan pembangunan infrastruktur air, penguatan sarana produksi pertanian, serta peningkatan sinergi penyuluh pertanian di seluruh daerah dalam menghadapi ancaman fenomena El Nino.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (KPTPH) Provinsi Lampung, Elvira Umihanni mengatakan, berbagai langkah strategis yang dijalankan pemerintah daerah merupakan arahan langsung dari Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, guna memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional.
Menurut Elvira, arahan tersebut diwujudkan melalui penguatan kolaborasi bersama Kementerian Pertanian Republik Indonesia untuk menjaga tren peningkatan produksi pangan secara berkelanjutan.
Fokus Penguatan Produksi dan Ketahanan Pangan
Berbagai program strategis yang dijalankan pemerintah meliputi:
- Penyediaan benih unggul
- Bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan)
- Penyaluran pupuk subsidi
- Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT)
- Pengawalan harga pembelian pemerintah untuk komoditas gabah dan jagung
Langkah tersebut sejalan dengan penyampaian Staf Ahli Bidang Hubungan Kelembagaan, Regulasi, dan Reformasi Birokrasi Kementerian Pertanian RI, Tin Latifah, yang menyebut Lampung berhasil mencatatkan pertumbuhan produksi pangan lebih dari 16 persen pada tahun 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.
Percepat Penguatan Infrastruktur Air
Sebagai langkah antisipasi menghadapi ancaman kekeringan dan perubahan iklim ekstrem akibat El Nino, Pemprov Lampung bersama Kementerian Pertanian RI mempercepat program penguatan infrastruktur air pada tahun anggaran 2026.
Program tersebut menjadi bagian dari strategi besar menjaga produktivitas pertanian agar tetap stabil di tengah ancaman musim kemarau panjang.
Beberapa program yang dijalankan meliputi:
- Pembangunan lebih dari 1.200 unit irigasi perpompaan di seluruh kabupaten/kota
- Fasilitasi irigasi perpipaan
- Pembangunan bangunan konservasi air
- Rehabilitasi jaringan irigasi tersier
Penguatan sistem pengairan diharapkan mampu meningkatkan indeks pertanaman, menekan risiko gagal panen, serta menjaga stabilitas produksi pangan daerah.
Dukungan Pemerintah Pusat Percepat Rehabilitasi Irigasi
Selain penguatan program daerah, pemerintah pusat melalui Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 tentang percepatan peningkatan konektivitas jalan daerah dan jaringan irigasi juga membuka ruang percepatan rehabilitasi jaringan irigasi melalui intervensi langsung Kementerian Pekerjaan Umum dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
Kebijakan tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan jaringan irigasi primer, sekunder, hingga pintu-pintu air yang selama ini menjadi kendala distribusi air pertanian di sejumlah wilayah di Lampung.
Kendala Administratif Masih Jadi Tantangan
Di sisi lain, Elvira juga menyoroti sejumlah kendala teknis administratif yang masih dihadapi pemerintah daerah dalam pengajuan program infrastruktur melalui aplikasi SIPURI.
Dalam sistem tersebut, pemerintah daerah diwajibkan melampirkan dokumen Detailed Engineering Design (DED) dan Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Namun, sebagian besar penyuluh pertanian lapangan maupun aparatur daerah belum memiliki latar belakang teknis untuk menyusun dokumen tersebut secara mandiri sehingga proses pengajuan kerap membutuhkan bantuan pihak ketiga dan memerlukan waktu lebih panjang.
Perkuat Sinergi Penyuluh Pertanian
Pemprov Lampung juga menekankan pentingnya menjaga soliditas koordinasi antara pemerintah daerah dan para penyuluh pertanian, terutama pasca alih tugas penyuluh menjadi pegawai Kementerian Pertanian.
Elvira menegaskan bahwa arahan Gubernur Lampung tidak hanya fokus pada peningkatan produksi, tetapi juga penguatan sinergi kelembagaan dan pendampingan petani hingga tingkat lapangan.
“Hubungan kerja dan koordinasi antara dinas di daerah dengan para penyuluh harus tetap solid. Sinergi yang kuat di lapangan menjadi kunci utama agar seluruh program pendampingan petani dan pengelolaan air berjalan sukses demi mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan di Lampung,” ujar Elvira.
Komitmen Jaga Lampung Sebagai Lumbung Pangan Nasional
Melalui berbagai langkah strategis tersebut, Pemprov Lampung optimistis mampu menjaga stabilitas produksi pertanian di tengah ancaman perubahan iklim dan El Nino 2026.
Penguatan infrastruktur air, peningkatan sarana produksi, serta koordinasi yang solid antara pemerintah daerah, penyuluh, dan petani diharapkan dapat menjadi fondasi kuat dalam mempertahankan Lampung sebagai salah satu lumbung pangan utama nasional.














