Media90 – PT PLN (Persero) terus memperkuat perannya dalam mendukung swasembada pangan nasional melalui penyediaan listrik andal pada kegiatan tanam perdana program Pertanian Modern Advance Agriculture System (PM-AAS) di Desa Rama Nirwana, Kecamatan Seputih Raman, Lampung Tengah.
Upaya tersebut sejalan dengan visi Asta Cita Presiden RI, Prabowo Subianto, dalam memperkuat ketahanan pangan dan mendorong kemandirian ekonomi nasional berbasis sektor produktif.
Kehadiran listrik yang andal menjadi faktor penting dalam mendorong transformasi pertanian menuju sistem yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan. Melalui dukungan kelistrikan, berbagai proses produksi mulai dari irigasi, pompanisasi, hingga operasional alat pertanian modern dapat berjalan optimal.
Program PM-AAS yang diinisiasi Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Lampung merupakan tindak lanjut arahan Menteri Pertanian dalam meningkatkan produktivitas sektor pertanian nasional.
Program ini mengadopsi praktik pertanian modern dari Arkansas, Amerika Serikat, dengan menerapkan metode tanam benih langsung (Tabela), pola tanam rapat, peningkatan populasi tanaman, serta pemanfaatan mekanisasi pertanian. Pada tahap awal, program ditargetkan mampu menghasilkan hingga 10 ton per hektare pada lahan seluas 100 hektare.
Plt. Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Lampung, Endro Gunawan, mengatakan program tersebut diharapkan mampu meningkatkan Indeks Kali Tanam (IKT) dari dua kali menjadi tiga kali dalam setahun.
“Kami berharap dukungan berbagai pihak, termasuk PLN, dalam penyediaan listrik yang andal guna menjaga ketersediaan air irigasi secara berkelanjutan, sehingga produktivitas pertanian dapat meningkat,” ujarnya.
PLN melalui PLN UP3 Metro turut hadir dan menegaskan komitmennya dalam mendukung kebutuhan kelistrikan sektor pertanian sebagai bagian dari akselerasi program ketahanan pangan daerah.
Manajer PLN UP3 Metro, Anas Febrian, mengungkapkan bahwa listrik kini menjadi faktor penting dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian modern.
“Dengan listrik yang andal, petani dapat mengelola air secara lebih optimal dan meningkatkan intensitas tanam. Dukungan ini merupakan bagian dari kontribusi PLN dalam mendukung ketahanan pangan daerah dan mewujudkan pembangunan berkelanjutan,” ungkapnya.
Pemanfaatan energi listrik dalam sektor pertanian tidak hanya meningkatkan hasil produksi, tetapi juga mendorong praktik pertanian yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Kehadiran listrik yang andal diharapkan mampu memperkuat produktivitas pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung, perangkat daerah Lampung Tengah, Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung, PT Pupuk Indonesia Wilayah Lampung, unsur Forkopimcam Seputih Raman, serta kelompok tani setempat.
Melalui kolaborasi lintas sektor, PLN optimistis pemanfaatan listrik di sektor pertanian akan semakin luas dan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan ekosistem pertanian modern yang berkelanjutan.














