INTERNASIONAL

Baru 5 Menit Dipecat, Hacker Kembar Ini Hapus 96 Database Pemerintah AS di Opexus

5
×

Baru 5 Menit Dipecat, Hacker Kembar Ini Hapus 96 Database Pemerintah AS di Opexus

Sebarkan artikel ini
Heboh Hacker Kembar Diduga Hapus 96 Database Pemerintah AS Usai Dipecat dari

Media90 – Kasus pemecatan karyawan yang berujung pada sabotase siber berskala besar mengguncang industri teknologi dan keamanan federal Amerika Serikat.

Dua saudara kembar, Muneeb Akhter dan Sohaib Akhter yang berusia 34 tahun didakwa setelah nekat menghapus sekitar 96 database berisi informasi sensitif milik pemerintah federal AS.

Ads
close ads

Aksi destruktif tersebut dilakukan hanya beberapa menit setelah keduanya diberhentikan dari perusahaan tempat mereka bekerja.

Kasus ini langsung menyita perhatian publik karena kedua pelaku bekerja di Opexus, perusahaan kontraktor teknologi yang melayani lebih dari 45 lembaga pemerintah AS.

Ironisnya, keduanya berhasil lolos proses rekrutmen dan dipercaya menangani data penting negara meskipun memiliki rekam jejak kriminal siber di masa lalu.

Rekam Jejak Kriminal dan Pelanggaran di Tempat Kerja

Berdasarkan catatan pengadilan federal, si kembar Akhter bukan nama baru dalam dunia kejahatan siber.

Pada 2015, mereka sempat mengaku bersalah atas kasus penipuan daring, peretasan situs web, pencurian data kartu kredit, hingga upaya menjual informasi pribadi di jaringan darknet.

Sohaib juga diketahui pernah mencuri data rekan kerjanya saat bekerja di Departemen Luar Negeri AS.

Setelah menyelesaikan hukuman penjara, keduanya perlahan kembali masuk ke industri teknologi.

Muneeb direkrut Opexus pada 2023, sedangkan Sohaib menyusul setahun kemudian.

Namun menurut dokumen dakwaan pemerintah, keduanya kembali melakukan pelanggaran selama bekerja di perusahaan tersebut.

Pada 1 Februari 2025, Muneeb disebut meminta Sohaib mencuri kata sandi plaintext milik seorang pelapor di portal publik Equal Employment Opportunity Commission (EEOC).

Akun korban kemudian diretas untuk mengakses email secara ilegal.

Penyelidikan juga menemukan bahwa Muneeb mengumpulkan sekitar 5.400 username dan kata sandi dari jaringan internal Opexus.

Ia bahkan membuat sejumlah skrip Python untuk menguji login otomatis ke jaringan hotel Marriott, DocuSign, hingga akun maskapai penerbangan guna mengambil poin penerbangan milik orang lain.

Kronologi Sabotase Setelah Pemecatan

Masa lalu kriminal keduanya akhirnya diketahui manajemen perusahaan.

Pada 18 Februari 2025, mereka dipanggil ke rapat daring melalui Microsoft Teams untuk diberhentikan dari perusahaan.

Rapat pemecatan berakhir pada pukul 16.50 waktu setempat.

Hanya lima menit kemudian, Sohaib mencoba masuk kembali ke jaringan internal perusahaan menggunakan VPN, namun aksesnya berhasil diblokir tim IT.

Meski begitu, perusahaan ternyata lupa menonaktifkan akun milik Muneeb.

Celah keamanan itu langsung dimanfaatkan.

Pada pukul 16.56, Muneeb masuk ke database pemerintah AS yang dikelola Opexus dan mulai mengunci akses pengguna lain agar aksinya tidak dapat dihentikan.

Dua menit kemudian, ia menjalankan perintah SQL untuk menghapus database milik Departemen Keamanan Dalam Negeri AS.

Tak lama setelah penghapusan dimulai, Muneeb juga menggunakan chatbot AI untuk mencari cara menghapus system logs pada SQL Server serta rekaman event di Windows Server 2012 demi menutupi jejak digitalnya.

Dalam waktu kurang dari satu jam, sekitar 96 database federal dilaporkan berhasil dihapus.

Data yang hilang mencakup dokumen Freedom of Information Act (FOIA) hingga berbagai dokumen investigasi sensitif.

Selain itu, Muneeb juga diduga mengunduh 1.805 file penting milik EEOC ke USB drive dan mencuri data pajak federal milik sekitar 450 warga negara.

Terungkap Lewat Rekaman Sendiri

Selama aksi sabotase berlangsung, kedua bersaudara tersebut terus berdiskusi mengenai langkah yang mereka lakukan.

Fakta mengejutkan kemudian terungkap dalam persidangan.

Pemerintah berhasil memperoleh transkrip percakapan mereka karena sesi pemecatan melalui Microsoft Teams ternyata masih dalam kondisi direkam.

Keduanya lupa mematikan fitur perekaman setelah rapat daring selesai.

Dalam rekaman itu, Sohaib sempat menyarankan untuk menghapus seluruh filesystem dan membahas kemungkinan melakukan pemerasan terhadap perusahaan.

Namun ide tersebut disebut ditolak Muneeb karena dianggap terlalu berisiko.

Sekitar tiga minggu setelah kejadian, aparat federal menggerebek rumah mereka di Alexandria, Virginia.

Petugas menyita berbagai perangkat elektronik serta tujuh senjata api ilegal dan ratusan butir amunisi.

Keduanya resmi ditangkap pada 3 Desember 2025.

Proses Hukum Berlanjut di 2026

Memasuki pertengahan 2026, kasus ini memasuki babak baru.

Muneeb Akhter sempat menandatangani pengakuan bersalah pada April 2026.

Namun melalui surat tulisan tangan dari penjara pada Mei 2026, ia mencoba mencabut pengakuan tersebut dan meminta izin membela dirinya sendiri tanpa pengacara.

Sementara itu, Sohaib Akhter memilih menjalani proses persidangan penuh.

Pada 7 Mei 2026, juri federal menyatakan Sohaib bersalah atas konspirasi penipuan komputer, perdagangan kata sandi, dan kepemilikan senjata api ilegal.

Sidang pembacaan vonis hukumannya dijadwalkan berlangsung pada September 2026 mendatang.

Pihak Opexus akhirnya mengakui adanya kegagalan serius dalam prosedur internal perusahaan, termasuk lemahnya proses pemeriksaan latar belakang karyawan dan kesalahan dalam penonaktifan akun setelah pemecatan.

Tinggalkan Balasan

Heboh di India Kematian Twisha Sharma Picu Dugaan Mahar dan KDRT
INTERNASIONAL

Media90 – Nama Twisha Sharma mendadak menjadi perbincangan luas di India setelah kematiannya pada 12 Mei lalu. Perempuan berusia 33 tahun tersebut ditemukan tidak bernyawa di rumah keluarga suaminya di Bhopal. Ads close ads Kasus ini dengan cepat menyita perhatian media nasional karena muncul dugaan keterlibatan konflik mahar dan kekerasan rumah tangga. Polisi kini masih mendalami penyebab pasti kematian Twisha, termasuk kemungkinan pembunuhan maupun bunuh diri. Twisha diketahui menikah dengan Samarth Singh pada Desember 2025 setelah keduanya berkenalan melalui aplikasi kencan setahun sebelumnya. Awalnya, kehidupan rumah tangga pasangan tersebut tampak harmonis. Namun menurut keluarga korban, masalah mulai muncul tidak lama…

Israel Tuai Sorotan Internasional Usai Hentikan Kapal Bantuan untuk Gaza
INTERNASIONAL

Media90 – Ketegangan terkait konflik Gaza kembali memanas setelah militer Israel mencegat armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla di kawasan Laut Mediterania. Insiden tersebut terjadi saat kapal bantuan berada di perairan internasional sekitar 460 kilometer di barat Siprus. Ads close ads Aksi pencegatan itu langsung menjadi perhatian dunia internasional setelah rekaman siaran langsung tersebar luas di media sosial. Dalam video yang beredar, sejumlah relawan dan penumpang sipil tampak mengangkat tangan ketika pasukan komando Israel memasuki kapal bantuan tersebut. Langkah militer Israel menuai kecaman dari berbagai pihak karena operasi dilakukan di luar wilayah perairan negaranya. Sejumlah pihak menilai tindakan tersebut berpotensi melanggar…

Darah Buatan Super Clot Diklaim Mampu Menghentikan Pendarahan dalam Hitungan Detik
INTERNASIONAL

Media90 – Dunia medis kembali mencatat kemajuan besar dengan hadirnya teknologi Engineered Blood Clots (EBCs), sebuah inovasi pembekuan darah buatan yang mampu menghentikan perdarahan hebat hanya dalam hitungan detik. Teknologi ini dikembangkan oleh tim peneliti lintas institusi dari Kanada dan Amerika Serikat melalui pendekatan revolusioner yang dikenal sebagai click clotting. Inovasi ini digadang-gadang menjadi solusi masa depan dalam penanganan darurat, terutama pada kasus kecelakaan, operasi besar, hingga pasien dengan gangguan pembekuan darah. Ads close ads Click Clotting: Cara Baru Membekukan Darah Berbeda dengan proses alami tubuh yang mengandalkan serat fibrin, teknologi EBCs justru memaksimalkan peran sel darah merah sebagai struktur…

Kabel Internet Global di Selat Hormuz Jadi Target, Iran Wacanakan ‘Toll Digital’ untuk Big Tech
INTERNASIONAL

Media90 – Selat Hormuz yang selama ini dikenal sebagai jalur vital energi dunia kini mulai dipandang dari perspektif baru oleh Iran: sebagai pusat infrastruktur digital global yang strategis. Media yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Tasnim News Agency, mendorong pemerintah untuk mulai memonetisasi kabel serat optik bawah laut yang melintasi kawasan tersebut. Dalam laporan berjudul “Three practical steps for generating revenue from Strait of Hormuz internet cables”, Tasnim menyoroti bahwa Selat Hormuz tidak hanya menjadi jalur kapal tanker minyak, tetapi juga koridor penting bagi arus data global yang menghubungkan Asia, Timur Tengah, dan Eropa. Ads close ads…

Ilmuwan China Ciptakan Sel Bahan Bakar Batu Bara dengan Potensi Nol Emisi
INTERNASIONAL

Media90 – Tim ilmuwan dari Universitas Shenzhen, China, mengklaim telah berhasil mengembangkan teknologi sel bahan bakar batu bara yang berpotensi memangkas emisi karbon dioksida (CO2) hingga mendekati nol. Inovasi yang diberi nama zero-carbon-emission direct coal fuel cell (ZC-DCFC) ini dinilai mampu mengubah cara kerja pembangkit listrik berbasis batu bara secara fundamental. Berdasarkan laporan The Independent pada akhir April 2026, teknologi ini menawarkan pendekatan baru dalam menghasilkan energi dari bahan bakar fosil dengan dampak polusi yang jauh lebih rendah dibanding metode konvensional. Ads close ads Mekanisme Kerja Tanpa Pembakaran Berbeda dengan pembangkit listrik tenaga uap yang mengandalkan pembakaran batu bara, sistem…

Kanker Usus pada Usia Muda Meningkat, Peneliti Temukan Jejak Herbisida di DNA
INTERNASIONAL

Media90 – Tren peningkatan kasus Kanker Kolorektal pada kelompok usia di bawah 50 tahun kini menjadi perhatian serius dunia kesehatan. Penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Medicine mengungkap temuan mengejutkan, yakni adanya dugaan keterkaitan antara paparan herbisida bernama Picloram dengan meningkatnya kasus kanker ini pada pasien usia muda. Temuan tersebut membuka perspektif baru dalam dunia Onkologi, yang selama ini lebih banyak mengaitkan kanker usus dengan faktor gaya hidup dan pola makan. Meski masih bersifat awal, peneliti menemukan “sidik jari” DNA pada tumor pasien yang mengindikasikan adanya pengaruh paparan lingkungan terhadap mutasi genetik. Ads close ads Jejak DNA Ungkap Paparan…

Hebat! Menteri Luar Negeri Singapura Gunakan AI Buatan Internal untuk Kerja Negara
INTERNASIONAL

Media90 – Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan, dunia diplomasi internasional dibuat kagum oleh langkah tidak biasa dari Vivian Balakrishnan. Ia mengungkapkan bahwa dirinya secara mandiri melakukan coding untuk membangun sistem AI yang membantu menyelesaikan tugas-tugas diplomatik sehari-hari. Aksi ini menjadi sorotan karena menunjukkan bahwa kemampuan memahami teknologi kini bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan kebutuhan penting bagi pemimpin di era digital. Ads close ads AI Buatan Sendiri untuk Membantu Tugas Diplomasi AI yang dikembangkan oleh Vivian Balakrishnan dirancang untuk membantu menganalisis dokumen-dokumen diplomatik yang sangat kompleks dan panjang. Sistem ini mampu merangkum poin-poin penting secara otomatis sehingga proses pengambilan…