NASIONAL

Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, 42 Kali Gempa Guguran Terekam, Warga Diminta Waspada

Avatar
10
×

Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, 42 Kali Gempa Guguran Terekam, Warga Diminta Waspada

Sebarkan artikel ini
Gunung Merapi Kian Aktif, 42 Gempa Guguran Terekam, Warga Diminta Waspada
Gunung Merapi Kian Aktif, 42 Gempa Guguran Terekam, Warga Diminta Waspada

Media90 – Aktivitas Gunung Merapi kembali menunjukkan peningkatan yang perlu diwaspadai. Berdasarkan laporan pengamatan terbaru, gunung api ini tertutup kabut dengan intensitas 0–III. Sementara itu, asap dari kawah utama teramati berwarna putih tebal dengan ketinggian mencapai sekitar 600 meter dari puncak.

Kondisi cuaca di sekitar gunung dilaporkan mendung, dengan angin bertiup lemah ke arah timur. Suhu udara berkisar antara 22,6 hingga 27 derajat Celsius, dengan kelembaban cukup tinggi di angka 83,4–88 persen, serta tekanan udara antara 871,8 hingga 917 mmHg.

Ads
close ads

Aktivitas Seismik Meningkat Signifikan

Dari sisi kegempaan, aktivitas yang tercatat tergolong intens dalam periode pengamatan. Sebanyak 42 kali gempa guguran terjadi dengan amplitudo antara 2 hingga 20 mm dan durasi 58,1 hingga 228,3 detik.

Selain itu, terekam pula 17 kali gempa hybrid atau fase banyak dengan amplitudo 2 hingga 38 mm. Meski tidak terdeteksi selisih gelombang S-P, durasi gempa berkisar antara 9,82 hingga 76,11 detik.

Tak hanya itu, aktivitas gempa vulkanik dangkal juga terpantau sebanyak 2 kali, dengan amplitudo mencapai 75 mm serta durasi hingga hampir 15 detik.

Potensi Bahaya di Sejumlah Sektor

Dengan kondisi tersebut, potensi bahaya utama saat ini berupa guguran lava dan awan panas yang mengarah ke beberapa sektor.

Di sisi selatan hingga barat daya, aliran berpotensi mengikuti Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga 7 km.

Sementara itu, sektor tenggara juga perlu diwaspadai, khususnya di sepanjang Sungai Woro sejauh 3 km dan Sungai Gendol hingga 5 km.

Jika terjadi letusan eksplosif, material vulkanik bahkan bisa terlontar hingga radius 3 km dari puncak.

Data pemantauan menunjukkan bahwa suplai magma ke permukaan masih terus berlangsung. Kondisi ini berpotensi memicu awan panas guguran (APG) yang dapat terjadi sewaktu-waktu di area rawan.

Imbauan Penting untuk Masyarakat

Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di kawasan yang masuk dalam zona bahaya.

Selain itu, warga juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman lahar, terutama saat hujan turun di sekitar lereng Merapi.

Potensi gangguan akibat abu vulkanik juga perlu diantisipasi, mengingat aktivitas erupsi bisa terjadi kapan saja. Jika terjadi peningkatan signifikan, status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau ulang oleh otoritas terkait.

Tinggalkan Balasan