Media90 – Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang cukup signifikan dalam periode pemantauan terbaru. Gunung api yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah ini tercatat mengalami puluhan aktivitas guguran lava dalam satu hari.
Berdasarkan laporan dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), kondisi Merapi saat ini masih berada dalam fase aktif dengan potensi bahaya yang perlu diwaspadai oleh masyarakat sekitar.
Asap Kawah Terpantau Capai 250 Meter
Secara visual, puncak Gunung Merapi terlihat jelas dengan hembusan asap kawah utama berwarna putih. Intensitas asap tercatat sedang hingga tinggi dengan ketinggian mencapai sekitar 250 meter dari puncak.
Kondisi cuaca di sekitar gunung dilaporkan cerah hingga berawan dengan arah angin cenderung tenang menuju timur. Situasi ini membuat aktivitas pemantauan gunung dapat dilakukan dengan lebih optimal.
17 Kali Guguran Lava Terekam
Dalam periode pengamatan terbaru, tercatat sebanyak 17 kali guguran lava yang mengarah ke Kali Krasak. Jarak luncur maksimum mencapai sekitar 1.600 meter, menunjukkan bahwa suplai magma dari dalam tubuh gunung masih aktif.
Selain itu, kondisi klimatologi di sekitar Gunung Merapi juga terpantau sebagai berikut:
- Suhu udara: 18,2 hingga 20,7°C
- Kelembaban udara: 85–86%
- Tekanan udara: 871,6–914,7 mmHg
Meski kondisi cuaca relatif stabil, masyarakat tetap diimbau waspada terutama saat hujan karena dapat memicu aliran lahar.
Aktivitas Kegempaan Cukup Tinggi
Selain aktivitas visual, kegempaan Gunung Merapi juga menunjukkan dinamika yang tinggi. Tercatat:
- 47 kali gempa guguran dengan amplitudo 2–12 mm dan durasi hingga 187 detik
- 18 kali gempa hybrid atau fase banyak dengan amplitudo 3–32 mm dan durasi hingga hampir 47 detik
Data ini mengindikasikan bahwa aktivitas magma masih berlangsung aktif di dalam tubuh gunung.
Zona Bahaya dan Imbauan Resmi
BPPTKG mengingatkan adanya potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas di beberapa sektor, yaitu:
- Selatan–Barat Daya: Sungai Boyong (hingga 5 km), Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng (hingga 7 km)
- Tenggara: Sungai Woro (hingga 3 km) dan Sungai Gendol (hingga 5 km)
Jika terjadi letusan eksplosif, material vulkanik juga dapat terlontar hingga radius 3 km dari puncak.
Masyarakat di sekitar lereng Merapi diimbau untuk:
- Tidak beraktivitas di zona bahaya
- Waspada terhadap potensi awan panas guguran (APG)
- Mengantisipasi lahar saat hujan turun
- Menggunakan pelindung saat terjadi hujan abu
BPPTKG juga menegaskan bahwa status aktivitas Gunung Merapi dapat berubah sewaktu-waktu apabila terjadi peningkatan signifikan pada aktivitas vulkaniknya.














