NASIONAL

BMKG Siap Modifikasi Cuaca di Jakarta Saat Kemarau Panjang, Ini Syarat Utamanya

Novta Tria
7
×

BMKG Siap Modifikasi Cuaca di Jakarta Saat Kemarau Panjang, Ini Syarat Utamanya

Sebarkan artikel ini
BMKG Siap Lakukan Modifikasi Cuaca di Jakarta Saat Kemarau Panjang Ini Syaratnya

Media90.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyiapkan sejumlah strategi untuk mengurangi dampak kemarau panjang di Jakarta. Salah satu langkah yang disiapkan adalah pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) atau hujan buatan, namun penerapannya hanya dilakukan dalam kondisi tertentu.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan pelaksanaan OMC di Ibu Kota bersifat situasional dan akan diputuskan berdasarkan kondisi cuaca yang terjadi di lapangan. BMKG akan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta sebelum menjalankan operasi tersebut.

Ads
close ads

Menurut Faisal, OMC akan menjadi pilihan apabila Jakarta mengalami periode hari tanpa hujan yang cukup panjang sehingga berpotensi menimbulkan berbagai dampak, mulai dari penurunan kualitas udara hingga meningkatnya suhu udara.

“Kalau di Jakarta situasional ya. Jadi BMKG bekerja sama dengan BPBD DKI Jakarta itu secara situasional melihat situasi yang ada di Jakarta. Jadi ketika memang kondisinya sudah hari tanpa hujan cukup panjang, maka dilakukan operasi modifikasi cuaca,” kata Faisal usai rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (28/7/2026).

Keberadaan Awan Jadi Syarat Utama

Meski telah menyiapkan teknologi modifikasi cuaca, Faisal menegaskan bahwa hujan buatan tidak bisa dilakukan setiap saat. Keberadaan awan yang berpotensi menghasilkan hujan menjadi syarat mutlak agar operasi dapat berjalan.

Tanpa adanya awan, teknologi modifikasi cuaca tidak dapat bekerja karena proses tersebut hanya berfungsi merangsang awan yang sudah ada agar menghasilkan hujan.

“Dengan catatan ketika awan masih ada ya. Karena kalau tanpa awan kita tidak bisa memodifikasi, sehingga nantinya bisa membuat Jakarta lebih adem,” jelasnya.

BMKG Pasang Ground Based Generator

Selain menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca menggunakan pesawat, BMKG juga telah memasang Ground Based Generator (GBG) di sejumlah gedung tinggi di Jakarta.

Teknologi ini bekerja dengan membantu merangsang pembentukan hujan ketika terdapat awan yang dinilai memiliki potensi untuk menghasilkan curah hujan.

Faisal menjelaskan pemasangan GBG dilakukan melalui kerja sama antara BMKG dan BPBD DKI Jakarta sebagai bagian dari upaya memperkuat mitigasi dampak musim kemarau.

“Karena begini, di beberapa gedung tinggi di Jakarta, bekerja sama BMKG juga dengan BPBD DKI Jakarta, itu kita juga memasang namanya Ground Based Generator,” ujarnya.

Ia menambahkan, ketika sistem pemantauan mendeteksi awan yang cukup potensial, alat tersebut akan melepaskan uap air atau flare untuk membantu proses pembentukan hujan.

“Jadi ketika nanti ada awan yang kira-kira sehat untuk menghujankan Jakarta, maka akan dilepaskan uap air atau flare untuk kemudian terjadi hujan,” lanjut Faisal.

Upaya Menjaga Kualitas Udara

Menurut Faisal, pelaksanaan hujan buatan bukan hanya bertujuan mengurangi dampak kekeringan, tetapi juga menjadi salah satu langkah menjaga kualitas udara di Jakarta selama musim kemarau.

Ia menyebut kualitas udara di Ibu Kota biasanya mengalami penurunan apabila hujan tidak turun selama dua hingga tiga minggu berturut-turut.

Karena itu, BMKG akan memanfaatkan teknologi modifikasi cuaca ketika kondisi atmosfer memungkinkan agar hujan dapat membantu menurunkan konsentrasi polutan di udara.

“Ini biasanya kalau dalam 2-3 minggu tanpa hujan sama sekali, kualitas udara di Jakarta juga menurun. Jadi salah satu upayanya adalah dengan melakukan hujan pada saat kondisinya memungkinkan di Jakarta,” pungkas Faisal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *