Media90 – Aktivitas vulkanik kembali terpantau di Gunung Dukono pada Minggu, 3 Mei 2026. Letusan mulai terjadi sejak pukul 05.49 WIT dan hingga laporan ini disusun, erupsi masih terus berlangsung.
Kolom abu teramati menjulang hingga sekitar 2.000 meter di atas puncak, atau mencapai ketinggian ±3.087 meter di atas permukaan laut. Asap letusan berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal, mengarah ke timur laut mengikuti arah angin.
Berbeda dengan erupsi yang berlangsung singkat, aktivitas Gunung Dukono kali ini tercatat masih berlanjut. Kondisi ini menunjukkan bahwa potensi sebaran abu vulkanik masih dapat terjadi secara berulang, tergantung pada arah dan kecepatan angin di sekitar wilayah gunung.
Sebagai salah satu gunung api paling aktif di Indonesia, Dukono memang dikenal memiliki frekuensi letusan yang tinggi. Oleh karena itu, kewaspadaan masyarakat di sekitar kawasan menjadi hal yang sangat penting.
Rekomendasi Keselamatan
Untuk mengurangi risiko bahaya, masyarakat dan wisatawan diminta mematuhi sejumlah imbauan berikut:
- Tidak melakukan aktivitas, pendakian, atau mendekati area kawah, khususnya di sekitar Kawah Malupang Warirang dalam radius 4 km dari pusat erupsi.
- Warga di sekitar gunung diimbau selalu menyiapkan masker atau penutup hidung dan mulut guna mengantisipasi paparan abu vulkanik yang dapat mengganggu sistem pernapasan.
Karena letusan terjadi secara periodik, arah sebaran abu tidak selalu sama. Perubahan arah angin dapat membuat wilayah terdampak meluas atau bergeser sewaktu-waktu.
Pentingnya Kesiapsiagaan
Masyarakat diminta untuk terus memantau perkembangan informasi resmi dan segera mengambil langkah perlindungan jika terjadi hujan abu di wilayahnya.
Erupsi Gunung Dukono kembali menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan terhadap bencana alam sangat penting, khususnya bagi warga yang tinggal di sekitar gunung api aktif. Kepatuhan terhadap rekomendasi serta penggunaan alat pelindung sederhana seperti masker dapat membantu meminimalkan dampak kesehatan akibat abu vulkanik.














