Media90.id – Aktivitas vulkanik Gunung Dukono di Maluku Utara kembali meningkat pada Selasa (2/6/2026) pagi setelah terjadi erupsi yang memunculkan kolom abu vulkanik cukup tinggi. Letusan tersebut terpantau berlangsung sekitar pukul 07.55 WIT dengan lontaran abu yang menjulang di atas puncak gunung.
Berdasarkan hasil pengamatan petugas, kolom erupsi mencapai sekitar 1.300 meter di atas puncak Gunung Dukono, atau sekitar 2.387 meter di atas permukaan laut. Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan tingkat ketebalan yang cukup signifikan, serta bergerak ke arah timur mengikuti arah angin di sekitar kawasan gunung.
Fenomena ini menunjukkan bahwa Gunung Dukono masih dalam kondisi aktif dan secara berkala dapat menghasilkan erupsi yang membawa material vulkanik ke atmosfer.
Data pemantauan kegempaan mencatat aktivitas erupsi terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 34 milimeter dan durasi sekitar 43,67 detik. Catatan tersebut menjadi indikator penting dalam proses pemantauan aktivitas gunung api yang terus dilakukan secara intensif oleh petugas.
Seiring dengan terjadinya erupsi, masyarakat dan wisatawan diminta untuk mematuhi seluruh rekomendasi dari otoritas vulkanologi. Warga diimbau untuk tidak melakukan aktivitas, pendakian, maupun mendekati Kawah Malupang Warirang dalam radius 4 kilometer dari pusat kawah karena dinilai berisiko tinggi terhadap paparan material vulkanik.
Selain menjauhi zona bahaya, masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Dukono juga diminta untuk selalu menyiapkan masker atau penutup hidung dan mulut saat beraktivitas di luar ruangan.
Hal ini penting dilakukan karena arah sebaran abu vulkanik dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi angin, sehingga wilayah terdampak bisa meluas tanpa pola yang tetap. Penggunaan masker diharapkan dapat mengurangi risiko gangguan kesehatan, terutama pada sistem pernapasan akibat paparan abu vulkanik.
Masyarakat di sekitar Gunung Dukono juga diimbau untuk terus mengikuti informasi resmi dari instansi terkait agar mendapatkan pembaruan kondisi aktivitas gunung api secara akurat dan terpercaya.
Hingga saat ini, aktivitas Gunung Dukono masih terus dipantau secara intensif untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan kondisi vulkanik yang dapat terjadi sewaktu-waktu.














