Media90.id – Aktivitas vulkanik kembali terjadi di Gunung Dukono, Maluku Utara, pada Senin (1/6/2026) pagi. Letusan tercatat terjadi sekitar pukul 05.40 WIT dengan kolom abu vulkanik yang membumbung tinggi hingga ratusan meter di atas puncak gunung. Hingga laporan ini disampaikan, aktivitas erupsi masih berlangsung dan terus dipantau oleh petugas terkait.
Berdasarkan hasil pemantauan visual, kolom abu yang dihasilkan dari erupsi teramati mencapai sekitar 900 meter di atas puncak Gunung Dukono. Jika dihitung dari permukaan laut, tinggi kolom letusan mencapai kurang lebih 1.987 meter. Material vulkanik terlihat membentuk kolom berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas cukup tebal dan jelas terlihat dari area sekitar gunung.
Sebaran abu vulkanik terpantau bergerak ke arah timur mengikuti kondisi angin yang bertiup di sekitar kawasan erupsi. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Dukono masih berlangsung aktif dan berpotensi menghasilkan emisi abu dalam jumlah yang cukup signifikan. Petugas pemantauan gunung api terus melakukan observasi untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan aktivitas vulkanik yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Menyikapi erupsi yang masih berlangsung, masyarakat maupun wisatawan diimbau untuk tidak melakukan aktivitas di area yang telah ditetapkan sebagai zona berbahaya. Petugas merekomendasikan agar seluruh kegiatan, termasuk pendakian dan kunjungan wisata, tidak dilakukan dalam radius 4 kilometer dari Kawah Malupang Warirang yang menjadi pusat aktivitas Gunung Dukono.
Rekomendasi tersebut diberikan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bahaya berupa lontaran material vulkanik, guguran abu, maupun dampak lain yang dapat muncul akibat aktivitas erupsi. Kawasan di sekitar kawah dinilai memiliki tingkat risiko tinggi sehingga masyarakat diminta mematuhi seluruh arahan yang telah dikeluarkan oleh otoritas terkait.
Karakteristik erupsi Gunung Dukono yang kerap menghasilkan abu vulkanik juga membuat wilayah terdampak dapat berubah-ubah. Arah penyebaran abu sangat bergantung pada kecepatan dan arah angin yang dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kondisi cuaca di sekitar gunung. Oleh karena itu, masyarakat di wilayah sekitar diharapkan terus memperbarui informasi dari sumber resmi guna mengetahui perkembangan terkini aktivitas vulkanik.
Selain menjaga jarak dari kawasan berbahaya, warga juga dianjurkan menyiapkan perlengkapan pelindung diri seperti masker atau penutup hidung dan mulut. Penggunaan masker dinilai penting untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan, terutama pada saluran pernapasan, akibat paparan abu vulkanik yang dapat terbawa angin hingga ke kawasan permukiman.
Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Seluruh warga diharapkan mengikuti arahan petugas kebencanaan serta pemantauan gunung api guna mengantisipasi kemungkinan perkembangan aktivitas Gunung Dukono dalam beberapa waktu ke depan.
Dengan kondisi erupsi yang masih berlangsung, pemantauan intensif terus dilakukan untuk memastikan keselamatan masyarakat serta memberikan informasi terkini terkait aktivitas vulkanik Gunung Dukono. Pemerintah dan instansi terkait juga terus mengingatkan warga agar meningkatkan kewaspadaan tanpa perlu panik, serta selalu mengutamakan keselamatan dalam beraktivitas di sekitar kawasan gunung api aktif tersebut.














