Media90.id – Aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, kembali meningkat setelah terjadi erupsi pada Selasa (2/6/2026) dini hari. Letusan tersebut menghasilkan kolom abu vulkanik tebal yang terpantau menyebar ke beberapa arah.
Berdasarkan hasil pengamatan, erupsi terjadi pada pukul 05.20 WITA dengan tinggi kolom letusan mencapai sekitar 600 meter di atas puncak gunung, atau sekitar 2.184 meter di atas permukaan laut. Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah utara serta timur laut mengikuti arah angin di sekitar kawasan gunung.
Petugas pemantau gunung api melaporkan bahwa aktivitas tersebut terekam pada instrumen kegempaan dengan amplitudo maksimum mencapai 4,4 milimeter. Durasi letusan tercatat sekitar 157 detik, menunjukkan adanya pelepasan material vulkanik dari kawah aktif Gunung Lewotobi Laki-Laki.
Kondisi ini menjadi perhatian karena sebaran abu vulkanik berpotensi memengaruhi aktivitas masyarakat di wilayah terdampak. Pemantauan intensif terus dilakukan untuk mengantisipasi perubahan aktivitas gunung dalam waktu dekat.
Sebagai langkah mitigasi, masyarakat dan wisatawan diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi. Area tersebut dinilai berisiko tinggi terhadap lontaran material vulkanik maupun potensi bahaya lainnya.
Selain itu, warga yang tinggal di sekitar aliran sungai yang berhulu di puncak gunung juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir lahar hujan, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
Sejumlah wilayah yang diminta waspada antara lain Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.
Masyarakat yang terdampak sebaran abu vulkanik juga dianjurkan menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut saat beraktivitas di luar ruangan untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan pada saluran pernapasan.
Warga diminta tetap tenang, mengikuti arahan pemerintah daerah, serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas sumbernya. Pemerintah daerah bersama Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-Laki dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terus berkoordinasi untuk memastikan pembaruan informasi dapat disampaikan secara cepat dan akurat kepada masyarakat.
Hingga saat ini, pemantauan terhadap aktivitas Gunung Lewotobi Laki-Laki masih terus dilakukan guna mengantisipasi potensi perubahan kondisi vulkanik yang dapat terjadi sewaktu-waktu.














