Media90.id – Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali menjadi perhatian setelah terjadi erupsi pada Selasa (2/6/2026) pagi. Letusan tersebut memunculkan kolom abu vulkanik yang terpantau cukup tinggi dan bergerak mengikuti arah angin di sekitar kawasan gunung.
Berdasarkan hasil pemantauan, erupsi terjadi pada pukul 05.05 WIB dengan tinggi kolom letusan mencapai sekitar 900 meter di atas puncak Gunung Semeru atau setara 4.576 meter di atas permukaan laut. Kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas cukup tebal, sementara material vulkanik dilaporkan bergerak ke arah barat daya dari puncak gunung.
Petugas pengamatan mencatat erupsi tersebut terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 23 milimeter. Sementara itu, durasi letusan berlangsung sekitar 179 detik atau hampir tiga menit, yang menunjukkan adanya pelepasan material vulkanik dari kawah aktif Gunung Semeru.
Kondisi ini mengindikasikan bahwa aktivitas vulkanik Semeru masih berlangsung dan perlu terus dipantau secara ketat. Mengingat Gunung Semeru merupakan salah satu gunung api paling aktif di Pulau Jawa, kewaspadaan masyarakat di sekitar kawasan tetap menjadi prioritas utama.
Masyarakat diminta untuk mematuhi seluruh rekomendasi yang telah ditetapkan oleh otoritas vulkanologi demi keselamatan bersama. Aktivitas apa pun dilarang dilakukan di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.
Selain itu, warga juga diimbau menjauhi area sempadan sungai sejauh 500 meter dari tepi aliran Besuk Kobokan. Wilayah tersebut berpotensi terdampak perluasan awan panas serta aliran lahar yang dapat mencapai jarak hingga 17 kilometer dari puncak gunung.
Zona dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru juga harus dikosongkan dari aktivitas masyarakat. Area ini dinilai memiliki risiko tinggi terhadap lontaran material pijar yang dapat terjadi sewaktu-waktu selama aktivitas vulkanik masih berlangsung.
Warga yang bermukim di sekitar lereng serta aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya vulkanik. Ancaman yang perlu diantisipasi meliputi awan panas guguran, aliran lava, serta lahar yang dapat mengalir melalui sejumlah sungai dan lembah.
Wilayah yang perlu mendapat perhatian khusus antara lain sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Selain itu, sungai-sungai kecil yang terhubung dengan Besuk Kobokan juga berpotensi menjadi jalur aliran lahar, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
Masyarakat di sekitar Gunung Semeru diimbau untuk terus mengikuti informasi resmi dari instansi terkait mengenai perkembangan aktivitas vulkanik. Kepatuhan terhadap rekomendasi yang diberikan menjadi langkah penting dalam upaya meminimalkan risiko bencana.
Hingga saat ini, pemantauan terhadap aktivitas Gunung Semeru masih terus dilakukan guna memastikan kondisi terkini serta memberikan peringatan dini apabila terjadi peningkatan aktivitas gunung api.














