Media90.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) V, Bobby Adhityo Rizaldi, sebagai saksi dalam kasus dugaan suap yang menjerat Bupati Muara Enim nonaktif, Edison. Pemeriksaan tersebut dijadwalkan berlangsung pada pekan ini.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan pemanggilan Bobby merupakan bagian dari upaya penyidik untuk mendalami perkara yang saat ini masih terus dikembangkan.
“Ya memang dijadwalkan di pekan ini oleh penyidik,” kata Budi Prasetyo kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu (15/7/2026).
Budi meminta publik menunggu perkembangan lebih lanjut terkait jadwal pemeriksaan tersebut. KPK memastikan akan terus menyampaikan informasi terbaru mengenai proses penyidikan kasus tersebut.
“Jadi ditunggu saja teman-teman nanti jadwalnya kami akan terus update perkembangan dari penyidikan perkara ini,” ujarnya.
Menurut Budi, pemeriksaan Bobby juga berkaitan dengan penggeledahan yang sebelumnya dilakukan penyidik di kediamannya. Dalam penggeledahan itu, KPK menyita sejumlah barang bukti elektronik yang kini tengah dianalisis.
“Sehingga keterangan-keterangan dari yang bersangkutan bisa menjelaskan dari isi barang bukti elektronik tersebut,” jelasnya.
Selain itu, penyidik juga masih mendalami hubungan antara Bobby dengan tersangka Angga, pihak swasta yang diduga memiliki peran penting dalam perkara tersebut. KPK ingin mengungkap bagaimana Angga diduga memiliki akses untuk memengaruhi proses audit di BPK.
“Sehingga saudara AG ini mengapa bisa memiliki akses, bisa memiliki kuasa untuk mengonsolidasikan, untuk mensetting berkaitan dengan proses-proses audit yang dilakukan oleh BPK di suatu daerah, dalam hal ini di Kabupaten Muara Enim,” ungkap Budi.
KPK juga mengimbau seluruh saksi yang dipanggil agar memenuhi panggilan penyidik dan memberikan keterangan secara jujur. Menurut Budi, keterbukaan para saksi sangat penting untuk mengungkap perkara secara menyeluruh.
“Jadi saksi-saksi yang dipanggil oleh penyidik jangan ragu untuk hadir ke KPK memberikan keterangan karena setiap keterangan yang lengkap, yang jujur dari setiap saksi itu pada prinsipnya adalah membantu KPK untuk mengungkap perkara ini menjadi terang benderang,” katanya.
Rumah Bobby Sempat Digeledah
Sebelumnya, pada Selasa (14/7), penyidik KPK menggeledah rumah Bobby Adhityo Rizaldi di Jakarta. Dalam penggeledahan tersebut, penyidik menyita sejumlah barang bukti elektronik untuk kepentingan penyidikan.
“Benar, hari ini penyidik melakukan penggeledahan di rumah Saudara BB yang berlokasi di wilayah Jakarta. Dalam penggeledahan ini, penyidik mengamankan beberapa barang bukti elektronik,” ujar Budi.
Barang bukti yang disita selanjutnya akan diekstraksi guna memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam proses penyidikan dugaan suap terkait audit BPK di Pemerintah Kabupaten Muara Enim.
Bermula dari OTT Bupati Muara Enim
Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap Bupati Muara Enim nonaktif Edison pada 8 Juni 2026. Sehari setelahnya, KPK menetapkan Edison bersama tiga orang lainnya sebagai tersangka, yakni Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim Abi Nurwardani, keponakan Edison bernama Adi Triyadi, serta Marketing PT Millenium Solusi Abadi, Cory Erin Hardi.
Dalam perkara tersebut, Edison diduga menerima suap sebesar Rp500 juta dari Cory Erin Hardi melalui Abi Nurwardani. Uang itu diduga diberikan sebagai bentuk menjaga hubungan baik karena PT Millenium Solusi Abadi memperoleh proyek pengadaan smart board di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim pada 2025.
KPK juga menyita uang sekitar Rp1,9 miliar dalam pengungkapan kasus tersebut.
Tak berhenti di situ, KPK kembali menggelar OTT terhadap lima aparatur sipil negara (ASN) BPK pada 10 Juni 2026. Operasi itu masih berkaitan dengan dugaan suap yang bertujuan memengaruhi hasil audit BPK terhadap proyek pengadaan smart board di Kabupaten Muara Enim.
Dari pengembangan perkara, KPK menetapkan lima tersangka, yakni Angga selaku pihak swasta, Titin Rita Lestari selaku ASN sekaligus Pengendali Teknis, Bupati Muara Enim nonaktif Edison, Marketing PT Millenium Solusi Abadi Cory Erin Hardi, serta Direktur PT Millenium Solusi Abadi, Fika.
Penyidik menduga terdapat permintaan uang sebesar Rp1,6 miliar dari pihak tertentu untuk mengubah hasil audit BPK, yang kini masih terus didalami oleh KPK sebagai bagian dari pengembangan kasus dugaan suap tersebut.














