NASIONAL

Prabowo Minta BRIN Perkuat Teknologi Air untuk Hadapi Ancaman El Nino

Novta Tria
9
×

Prabowo Minta BRIN Perkuat Teknologi Air untuk Hadapi Ancaman El Nino

Sebarkan artikel ini
Hadapi El Nino Prabowo Dorong BRIN Kembangkan Teknologi Pengelolaan Air

Media90.id – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk memperkuat pengembangan teknologi ketahanan air nasional sebagai langkah menghadapi potensi dampak fenomena El Nino yang dapat memicu kekeringan di berbagai wilayah Indonesia.

Arahan tersebut disampaikan dalam rapat terbatas yang membahas antisipasi cuaca ekstrem di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (28/7/2026). Dalam kesempatan itu, BRIN memaparkan berbagai inovasi teknologi air yang dinilai dapat menjadi solusi menghadapi tantangan perubahan iklim.

Ads
close ads

Kepala BRIN Arif Satria mengatakan, lembaganya memperkenalkan sebanyak 13 teknologi air yang terbagi ke dalam empat kelompok utama. Seluruh teknologi tersebut dirancang untuk memperkuat ketahanan sumber daya air nasional, mulai dari pengelolaan air hujan hingga pemanfaatan air laut dan eksplorasi sumber air bawah tanah.

Empat Kelompok Teknologi Air BRIN

Arif menjelaskan, kelompok pertama merupakan teknologi modifikasi cuaca yang kini semakin efisien berkat pemanfaatan teknologi modern. Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah penggunaan drone untuk menyebarkan material Dumikron berbahan NaCl berukuran 2 hingga 5 mikron dalam operasi modifikasi cuaca.

Menurutnya, pendekatan tersebut memungkinkan proses penyemaian awan dilakukan secara lebih efektif dibanding metode konvensional.

Kelompok kedua adalah teknologi pemanfaatan air marjinal. Teknologi ini mencakup sistem biofiltrasi untuk mengolah air payau, air gambut, air limbah, hingga air laut agar dapat dimanfaatkan kembali. Di dalamnya juga termasuk teknologi desalinasi air laut yang menjadi salah satu fokus pengembangan BRIN.

“Teknologi air marjinal antara lain melalui teknologi biofiltrasi untuk air payau, air gambut, air limbah dan air laut. Termasuk teknologi desalinasi air laut,” ujar Arif.

Fokus Eksplorasi Sungai Bawah Tanah

Kelompok teknologi ketiga berfokus pada eksplorasi sungai bawah tanah. BRIN memanfaatkan berbagai metode ilmiah seperti teknologi isotop, geofisika Ground Penetrating Radar (GPR), serta metode penelitian lainnya untuk mengidentifikasi sumber air bawah permukaan yang berpotensi dikembangkan.

Sementara kelompok keempat mengembangkan teknologi Fresh Submarine Groundwater Discharge, yakni pemanfaatan air tanah tawar yang mengalir ke laut melalui akuifer di wilayah pesisir.

Teknologi tersebut dinilai memiliki potensi besar sebagai sumber air bersih alternatif, terutama bagi daerah pesisir yang mengalami keterbatasan pasokan air tawar.

Prabowo Minta Pengembangan Desalinasi Dipercepat

Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo secara khusus meminta BRIN memperkuat pengembangan teknologi desalinasi air laut, eksplorasi sungai bawah tanah, serta pemanfaatan air tanah tawar di kawasan pesisir.

Menurut Arif, arahan Presiden menunjukkan pentingnya inovasi teknologi sebagai solusi jangka panjang menghadapi ancaman kekeringan akibat perubahan iklim.

“Bapak Presiden meminta BRIN untuk memperkuat teknologi desalinasi air laut, serta teknologi tipe 3 dan 4, yakni eksplorasi sungai bawah tanah baik di darat maupun di wilayah pesisir,” jelasnya.

BRIN dan Kementerian PU Percepat Implementasi

Arif menambahkan, BRIN saat ini telah menjalin koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) guna mempercepat implementasi berbagai teknologi tersebut di sejumlah lokasi prioritas.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempercepat penerapan inovasi di lapangan sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat, khususnya di wilayah yang rawan mengalami kekeringan saat fenomena El Nino terjadi.

“Saat ini BRIN dengan Kementerian PU sudah berkoordinasi untuk percepatan langkah aksi di sejumlah titik,” pungkas Arif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *