NASIONAL

Pramono Anung Ingin Hidupkan Kembali TIM, Soroti Ramainya Antrean Planetarium

Novta Tria
5
×

Pramono Anung Ingin Hidupkan Kembali TIM, Soroti Ramainya Antrean Planetarium

Sebarkan artikel ini
Pramono Anung Bertekad Hidupkan Kembali TIM Soroti Antusiasme Pengunjung Planetarium

Media90.id – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan komitmennya menghidupkan kembali fungsi Taman Ismail Marzuki (TIM) sebagai rumah bagi para seniman dan pusat aktivitas kebudayaan di Jakarta. Menurutnya, kawasan tersebut memiliki peran penting dalam memperkuat identitas budaya ibu kota menuju kota global.

Hal itu disampaikan Pramono saat menghadiri peringatan 100 tahun kelahiran Ali Sadikin di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Selasa (7/7/2026).

Ads
close ads

Pramono menilai warisan terbesar mantan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin bukan hanya pembangunan berbagai fasilitas fisik seperti Ancol dan Ragunan, tetapi juga komitmennya dalam memajukan seni dan budaya.

“Bagi saya pribadi sebenarnya bukan hanya hal yang bersifat fisik, tetapi karya paling utama beliau adalah bagaimana yang berkaitan dengan budaya, seni, yang salah satunya adalah di tempat ini,” kata Pramono.

Perbaiki Hubungan dengan IKJ

Pramono mengungkapkan, sejak resmi menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, salah satu fokus yang ingin segera dibenahi adalah hubungan antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) serta pengelola Taman Ismail Marzuki.

Menurutnya, komunikasi yang harmonis menjadi kunci agar kawasan seni tersebut kembali berkembang sebagai ruang kreatif bagi para seniman.

“Yang ada dalam pikiran saya adalah bagaimana memperbaiki hubungan yang sempat tidak mesra antara Pemerintah DKI Jakarta dengan IKJ, dengan pengelola tempat ini,” ujarnya.

Ia menyebut komunikasi antara kedua belah pihak kini berjalan jauh lebih baik dibanding sebelumnya.

Planetarium Kembali Ramai Pengunjung

Pramono juga menyoroti kembali beroperasinya Planetarium di kawasan TIM yang kini mendapat sambutan positif dari masyarakat.

Menurutnya, antusiasme warga terlihat dari antrean pengunjung yang hampir setiap hari memadati Planetarium.

“Maka Planetarium kami hidupkan. Dan sekarang hampir setiap hari orang ke Planetarium itu mengantre. Komunikasi antara IKJ dengan pengelola TIM ini sekarang insyaallah lebih baik,” tuturnya.

Ia berharap keberhasilan menghidupkan kembali Planetarium dapat menjadi awal kebangkitan berbagai fasilitas seni dan budaya lainnya di kawasan TIM.

TIM Harus Menjadi Rumah Seniman

Pramono menegaskan pengelolaan Taman Ismail Marzuki tidak seharusnya hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi. Menurutnya, kawasan seni membutuhkan pendekatan yang berbeda karena menjadi ruang berekspresi bagi para seniman dan budayawan.

“Yang namanya seniman, budayawan, itu cara berpikirnya pasti sedikit banyak tidak bisa sama dengan orang yang pendekatannya adalah birokrasi,” ucapnya.

Ia menambahkan sejumlah fasilitas di kawasan TIM juga akan direnovasi agar semakin nyaman dan optimal digunakan untuk berbagai kegiatan seni, budaya, serta edukasi.

“Nggak mungkin tempat yang begini baik, rumahnya para seniman, kemudian pendekatannya semata-mata hanya berdasarkan untung-rugi. Sehingga dengan demikian kami lebih menekankan untuk bersama-sama memanfaatkan tempat ini,” jelasnya.

Pramono menilai keberadaan Taman Ismail Marzuki memiliki peran strategis dalam mendukung visi Jakarta sebagai kota global yang tidak hanya unggul dari sisi infrastruktur, tetapi juga kuat dalam identitas budaya.

“Jakarta betul-betul saya ingin membuat ruang untuk budaya, seni, dan orang berekspresi itu terbuka cukup lebar,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan