NASIONAL

Satgas PRR Perkuat Struktur Jembatan Enang-Enang Usai Terima Aspirasi Warga

Novta Tria
4
×

Satgas PRR Perkuat Struktur Jembatan Enang-Enang Usai Terima Aspirasi Warga

Sebarkan artikel ini
Tindak Lanjuti Keluhan Warga Satgas PRR Perbaiki Struktur Jembatan Enang enang

Media90.id – Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera memastikan akan memperkuat struktur Jembatan Enang-Enang di Kampung Aru Cincin, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Langkah tersebut diambil sebagai respons cepat pemerintah terhadap aspirasi masyarakat yang mengandalkan jembatan itu sebagai akses utama aktivitas sehari-hari.

Sebelumnya, warga setempat secara swadaya bergotong royong memperbaiki akses Jembatan Enang-Enang agar tetap dapat digunakan untuk mendukung kegiatan ekonomi, pendidikan, dan mobilitas masyarakat.

Ads
close ads

Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, mengatakan pemerintah telah menyepakati tiga langkah strategis untuk menangani infrastruktur di kawasan tersebut.

“Tiga langkah itu meliputi pelebaran jalan alternatif melalui Simpang Werlah, pembangunan jembatan permanen baru sebagai solusi jangka panjang, serta penguatan struktur Jembatan Enang-Enang agar tetap dapat difungsikan secara terbatas selama masa transisi,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (7/7/2026).

“Kita sudah sepakat. Pertama, jalan alternatif Werlah akan diperlebar dan diperbaiki oleh Balai PU. Kedua, jembatan permanen akan tetap dibangun oleh Kementerian PU karena memang penting untuk masyarakat Tanah Gayo. Ketiga, Jembatan Enang-Enang tetap difungsikan, tetapi akan diperkuat dan dipelajari lagi struktur teknisnya oleh Balai PU. Saya akan terus memonitor perkembangannya,” lanjut Tito.

Tetap Difungsikan demi Mobilitas Warga

Tito menjelaskan keputusan mempertahankan operasional Jembatan Enang-Enang didasarkan pada kebutuhan masyarakat. Menurutnya, jembatan tersebut merupakan jalur tercepat menuju pusat aktivitas warga di kawasan Tanah Gayo.

Apabila masyarakat harus menggunakan jalur alternatif, jarak tempuh menjadi lebih jauh dan biaya transportasi juga meningkat. Meski demikian, aspek keselamatan tetap menjadi prioritas selama proses penguatan struktur berlangsung.

“Saya tadi tanya kenapa masyarakat tetap ingin memakai jembatan ini. Ternyata kalau harus memutar, jaraknya jauh, biaya bensin juga bertambah. Karena itu jembatan ini tetap akan difungsikan. Tapi untuk kendaraan bertonase besar belum bisa dilewati karena kita tidak ingin terjadi kecelakaan,” kata Tito.

Untuk sementara, kendaraan bertonase besar masih dilarang melintasi Jembatan Enang-Enang hingga hasil kajian teknis selesai dan kondisi struktur dinyatakan aman.

Penguatan Struktur Dimulai Pekan Ini

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Zulkarnaini, mengatakan pekerjaan penguatan struktur akan segera dimulai. Penanganan difokuskan pada bagian pondasi dan abutment jembatan yang mengalami kerusakan akibat bencana.

Menurutnya, sebagian material konstruksi telah tiba di lokasi sehingga proses pengerjaan dapat segera dilaksanakan.

“Untuk Jembatan Enang-Enang, kami akan melakukan perkuatan pada pondasi dan abutment yang mengalami kerusakan. Material sebagian sudah sampai di lokasi dan dalam minggu ini pekerjaan perkuatan akan kami mulai,” jelas Zulkarnaini.

Jembatan Permanen Baru Disiapkan

Selain perbaikan jangka pendek, pemerintah juga menyiapkan pembangunan jembatan permanen baru sebagai solusi jangka panjang bagi masyarakat Bener Meriah.

Jembatan baru tersebut direncanakan memiliki bentang sekitar 300 meter dan akan dibangun tidak jauh dari lokasi Jembatan Enang-Enang. Infrastruktur ini diharapkan menjadi akses utama sekaligus ikon baru di kawasan Tanah Gayo.

Penyempurnaan desain akan dilakukan sepanjang 2026, sedangkan pekerjaan konstruksi ditargetkan dimulai pada 2027 setelah seluruh kajian teknis rampung.

Sebagai bagian dari dukungan infrastruktur, pemerintah juga akan melebarkan jalan alternatif Simpang Werlah dari empat meter menjadi enam meter serta membangun jembatan permanen di jalur tersebut agar kendaraan bertonase besar tetap memiliki akses selama pembangunan jembatan utama berlangsung.

Di samping itu, BPJN Aceh telah mengalokasikan anggaran khusus untuk pembangunan sejumlah jembatan permanen lainnya di kawasan terdampak sebagai bagian dari upaya pemulihan infrastruktur pascabencana secara menyeluruh.

Tinggalkan Balasan