Media90 – Panggung Beijing Auto Show 2026 menjadi momen penting bagi Jetour untuk menegaskan strategi global sekaligus arah pengembangan produk di Indonesia. Di ajang tersebut, Jetour memamerkan rencana ekspansi lini SUV, termasuk konfirmasi kehadiran Jetour T2 PHEV yang akan meluncur dalam waktu dekat.
Langkah ini sejalan dengan komitmen PT Jetour Sales Indonesia yang terus memperkuat eksistensinya di pasar otomotif Tanah Air melalui strategi SUV yang lebih menyeluruh, tangguh, dan efisien.
Fokus SUV dan Strategi Dua Brand
Dalam ajang yang sama, Jetour juga memperkenalkan pendekatan dua brand strategy, yaitu Jetour dan SouthEast. Menurut Moch Ranggy Radiansyah, Marketing Director Jetour Indonesia, kedua brand ini memiliki karakter yang berbeda.
“Jetour fokus pada DNA adventure dan eksplorasi dengan desain rugged serta kemampuan off-road. Sementara SouthEast lebih diarahkan untuk kebutuhan urban dan kenyamanan keluarga,” ujarnya.
Meski demikian, fokus utama di Indonesia saat ini masih berada pada penguatan brand Jetour, terutama di segmen SUV.
Jetour T2 Jadi Tulang Punggung Penjualan
Hingga kuartal pertama 2026, Jetour mencatat populasi kendaraan di Indonesia telah melampaui 1.300 unit. Dari angka tersebut, Jetour T2 menjadi model paling dominan.
SUV ini bahkan mencatatkan posisi penting di pasar:
- Menjadi SUV asal China nomor satu di kategori ICE (bensin/diesel) berdasarkan data GAIKINDO
- Terjual sebanyak 567 unit pada kuartal pertama 2026
- Menjadi model terlaris di lini Jetour Indonesia
Popularitas T2 didorong oleh karakter fleksibel: tangguh untuk perjalanan akhir pekan dan light off-road, namun tetap nyaman untuk penggunaan harian.
Jetour T2 PHEV Segera Hadir di Indonesia
Menjawab tren elektrifikasi, Jetour memastikan bahwa Jetour T2 PHEV (iDM) akan segera hadir di Indonesia.
“Kami melihat PHEV sebagai solusi transisi yang paling relevan saat ini, terutama di tengah keterbatasan infrastruktur charging,” kata Ranggy.
Sebelumnya, harga indikatif T2 PHEV disebut berada di kisaran Rp838 juta. Namun, pihak manajemen masih melakukan evaluasi pasar untuk menentukan harga final yang lebih kompetitif.
Jetour juga menegaskan komitmennya menghadirkan value tinggi, seperti saat peluncuran T2 ICE yang dipasarkan di harga Rp588 juta.
Strategi Harga dan Stabilitas Pasar
Jetour menyatakan tidak akan terlalu bergantung pada insentif pemerintah dalam strategi harga.
Beberapa poin utama strategi mereka meliputi:
- Harga tetap stabil meski terjadi fluktuasi ekonomi
- Fokus pada total ownership value
- Dukungan terhadap penggunaan bahan bakar RON 92 (Pertamax)
- Penyesuaian harga berdasarkan kompetisi dan permintaan pasar
Dengan pendekatan ini, Jetour ingin menjaga konsistensi nilai produk di pasar Indonesia.
Siapkan CKD dan Layanan Purnajual
Dari sisi produksi, Jetour juga memperkuat strategi perakitan lokal (CKD). Saat ini, tingkat komponen dalam negeri (TKDN) telah mencapai sekitar 37% dan masih terus ditingkatkan.
Selain itu, Jetour memastikan kesiapan layanan purnajual, termasuk:
- Penambahan jaringan dealer
- Pelatihan teknisi khusus PHEV
- Penyediaan tools dan peralatan servis
- Penguatan layanan aftersales nasional
Langkah ini dilakukan untuk memastikan transisi ke teknologi PHEV berjalan mulus di Indonesia.
Dua Model Baru dalam Pipeline
Selain T2 PHEV, Jetour juga menyiapkan satu model baru lainnya yang akan diluncurkan pada 2026. Artinya, akan ada dua model baru yang memperkuat lini produk Jetour di Indonesia tahun ini.
Sementara itu, rencana model listrik murni masih dalam tahap studi dan belum akan dipercepat.
Kesimpulan
Jetour menunjukkan strategi agresif di pasar Indonesia dengan mengandalkan performa kuat Jetour T2 sebagai tulang punggung penjualan, sekaligus bersiap memasuki era elektrifikasi melalui T2 PHEV.
Dengan pendekatan CKD, strategi harga yang adaptif, serta penguatan layanan purnajual, Jetour berupaya membangun fondasi jangka panjang di Indonesia. Kehadiran model baru pada 2026 diperkirakan akan semakin memperkuat posisi mereka di segmen SUV yang semakin kompetitif.














