BERITA

Pendapatan Petani Melonjak, Gubernur Lampung Perkuat Program Desa Sejahtera

Luluk RJMP
71
×

Pendapatan Petani Melonjak, Gubernur Lampung Perkuat Program Desa Sejahtera

Sebarkan artikel ini
Pendapatan Petani Naik Gubernur Lampung Tegaskan Komitmen Sejahterakan Desa

Media90 – Kenaikan harga komoditas pertanian seperti gabah, jagung, dan singkong mendorong lonjakan pendapatan petani, termasuk di wilayah Lampung Utara yang disebut mengalami peningkatan hingga dua kali lipat. Kondisi ini menjadi angin segar bagi sektor pertanian sekaligus memperkuat daya beli masyarakat pedesaan.

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, mengatakan bahwa penguatan harga komoditas tersebut tidak terlepas dari kebijakan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto. Pemerintah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah kering panen sebesar Rp6.500 per kilogram.

Ads
close ads

Selain itu, harga acuan jagung pipilan kering ditetapkan Rp5.500 per kilogram, dengan harga di tingkat petani kini stabil di kisaran Rp5.500 hingga Rp5.600 per kilogram. Sementara untuk komoditas singkong, Pemerintah Provinsi Lampung menetapkan Harga Acuan Pembelian (HAP) sebesar Rp1.350 per kilogram, dengan batas maksimal rafraksi 15 persen.

Baca Juga:  PLN Bergerak Cepat Bersama 28 Perusahaan untuk Transisi Energi, Melalui Kerjasama EBTKE Conex 2023

“Kebijakan harga yang berpihak kepada petani berdampak nyata, terutama di daerah sentra produksi seperti Lampung Utara. Pemprov Lampung juga menghadirkan Program Desaku Maju sebagai upaya meningkatkan nilai tambah dan memperkuat ekonomi desa,” ujar Rahmat Mirzani Djausal saat Musrenbang RKPD Lampung Utara Tahun 2027 di Gedung Pusiban Agung Kotabumi, Kamis (26/3/2026).

Pemprov Lampung juga telah mengalokasikan anggaran untuk mendukung pelaksanaan program tersebut di seluruh kabupaten/kota. Dukungan itu meliputi penyediaan Pupuk Organik Cair (POC), mesin pengering (dryer), serta pelatihan vokasi bagi masyarakat.

“Program Desaku Maju kami hadirkan untuk memastikan desa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mandiri dan produktif,” tambahnya.

Selain peningkatan produksi, bantuan mesin pengering juga memberikan nilai tambah ekonomi yang signifikan, dengan potensi mencapai 247,2 ton atau senilai Rp82,98 juta selama periode Juni 2025 hingga Maret 2026.

Baca Juga:  Penyegaran Tampilan: 60 Mahasiswa Prodi Ilmu Keperawatan Universitas Malahayati Mengenakan Seragam Baru

Program Desaku Maju juga terintegrasi dengan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam hal ini, Pemprov Lampung akan memfasilitasi kerja sama antar Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) agar desa dapat berperan sebagai pemasok bahan baku pangan secara langsung.

Gubernur yang akrab disapa Mirza itu juga mendorong penguatan sumber daya manusia (SDM), hilirisasi komoditas unggulan, serta pembangunan infrastruktur sebagai pilar utama percepatan pembangunan di Lampung Utara.

Menurutnya, ketiga sektor tersebut menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Lampung Utara sendiri memiliki potensi besar di berbagai komoditas unggulan seperti ubi kayu, jagung, padi, kedelai, kopi, karet, dan pisang yang perlu dikelola secara optimal.

Tinggalkan Balasan