Media90 – Keterbatasan fisik kerap dipandang sebagai penghalang dalam menjalani kehidupan. Namun bagi Irma, seorang nasabah PNM Mekaar di Gunungleutik, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, hal tersebut bukanlah akhir dari perjuangan.
Sebagai perempuan penyandang disabilitas, Irma justru membuktikan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti melangkah. Ia memilih untuk bangkit, produktif, dan memberi dampak nyata bagi lingkungan sekitarnya. Dengan semangat yang tak pernah padam, Irma terus mengembangkan potensi diri sekaligus menginspirasi orang lain, khususnya sesama penyandang disabilitas.
Komitmen Permodalan Nasional Madani dalam memberdayakan perempuan prasejahtera tanpa diskriminasi menjadi ruang bagi Irma untuk tumbuh. Melalui program Mekaar, ia tidak hanya mendapatkan akses pembiayaan, tetapi juga pendampingan usaha yang mendorongnya untuk lebih mandiri dan percaya diri.
Perjalanan Irma tentu tidak mudah. Ia menghadapi berbagai tantangan, baik secara fisik maupun sosial. Namun, keteguhan hatinya menjadi kekuatan utama untuk terus melangkah maju.
“Walaupun banyak keterbatasan, tapi harus bisa kuat dan sama kaya yang lain, jangan mengharapkan belas kasihan. Harus semangat, bisa jualan, harus bisa mandiri, jangan ketergantungan,” ungkap Irma.
Dampak dari perjuangan Irma pun dirasakan langsung oleh lingkungan sekitarnya. Salah satunya adalah Lis, seorang penyandang disabilitas binaan Irma yang merasa sangat terbantu, diperhatikan, dan lebih percaya diri dalam menjalani hidup.
Kisah ini menjadi bukti bahwa upaya yang dilakukan Irma tidak hanya berdampak secara ekonomi, tetapi juga memberikan dorongan psikososial yang kuat bagi komunitas disabilitas di wilayah tersebut.
Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary, menyampaikan bahwa langkah yang dilakukan Irma mencerminkan komitmen PNM dalam menciptakan ekosistem kewirausahaan yang inklusif dan berkelanjutan.
“Langkah pemberdayaan yang dicontohkan oleh Irma merupakan bukti nyata PNM yang terus berkomitmen membuka akses setara bagi setiap ibu prasejahtera untuk bertumbuh secara usaha, peduli terhadap sesama, dan menginspirasi komunitasnya,” ujarnya.
Menurutnya, kisah Irma menunjukkan bahwa pemberdayaan ekonomi tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga mampu menciptakan kebermanfaatan sosial yang lebih luas.
PNM sendiri terus mendorong pemberdayaan penyandang disabilitas melalui berbagai program, mulai dari pendampingan usaha, pelatihan, hingga akses pembiayaan. Upaya ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memastikan setiap perempuan prasejahtera memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.
Kisah Irma menjadi gambaran nyata bahwa pemberdayaan ekonomi mampu melampaui batas individu. Dari satu langkah kecil, lahir dampak besar yang menumbuhkan kepercayaan diri, kemandirian, serta kontribusi nyata bagi masyarakat luas.














