Media90 – Sebuah unggahan dari akun Facebook bernama “Program Bantuan Ramadhan 1447 H” mendadak viral setelah membagikan informasi terkait pencairan THR ASN 2026.
Dalam narasinya disebutkan bahwa pemerintah akan mencairkan THR dengan total anggaran sekitar Rp55 triliun, sekaligus mengarahkan masyarakat untuk melakukan pendaftaran melalui sebuah tautan tertentu.
Namun, benarkah informasi tersebut?
Fakta Sebenarnya: Tidak Ada Pendaftaran Online
Setelah ditelusuri, informasi tersebut dipastikan tidak benar alias hoaks. Berdasarkan mekanisme resmi, pencairan THR bagi ASN tidak memerlukan proses pendaftaran melalui link apa pun.
Mengacu pada informasi resmi dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, THR ASN 2026 memang telah disiapkan dengan anggaran sekitar Rp55 triliun.
Namun, pencairannya dilakukan secara langsung ke rekening penerima atau melalui instansi masing-masing, tanpa perlu registrasi tambahan.
Modus Penipuan: Minta Data Pribadi
Link yang dibagikan dalam unggahan tersebut mengarah ke formulir digital yang meminta sejumlah data pribadi, seperti:
- Nama lengkap
- Alamat
- Nomor Telegram
Hal ini patut diwaspadai sebagai modus phishing atau upaya pencurian data pribadi yang berpotensi disalahgunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab.
Mekanisme Resmi Pencairan THR
Pencairan THR ASN 2026 akan dilakukan secara langsung melalui transfer ke rekening penerima. Proses ini mengikuti mekanisme resmi dari pemerintah dan tidak melibatkan pendaftaran online.
Selain itu, pencairan direncanakan berlangsung pada awal Ramadan atau sekitar 7–10 hari sebelum Hari Raya Idulfitri.
THR Lebaran 2026 akan diberikan kepada:
- Aparatur Sipil Negara (ASN)
- Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK)
- Anggota TNI dan Polri
- Pensiunan ASN
Imbauan untuk Masyarakat
Masyarakat, khususnya ASN, diminta untuk lebih waspada terhadap berbagai informasi yang beredar di media sosial.
Beberapa langkah penting yang bisa dilakukan antara lain:
- Jangan mengklik link mencurigakan
- Jangan mengisi data pribadi di situs yang tidak resmi
- Pastikan informasi berasal dari sumber terpercaya
Fenomena ini menjadi pengingat bahwa hoaks dan penipuan digital masih marak terjadi, terutama menjelang momen penting seperti pencairan THR.
Dengan meningkatkan kewaspadaan dan hanya mengacu pada informasi resmi, masyarakat dapat terhindar dari potensi kerugian akibat penipuan online.














