Media90.id – Sebanyak 158 warga terdampak kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, telah dievakuasi ke lokasi yang lebih aman. Untuk menjaga keamanan rumah-rumah yang ditinggalkan penghuninya, Polda Banten mengerahkan personel melakukan patroli rutin dan pengamanan di kawasan permukiman.
Kapolda Banten Irjen Hengki mengatakan kepolisian tidak hanya membantu proses pemadaman kebakaran, tetapi juga mengamankan jalur evakuasi, lokasi pengungsian, fasilitas kesehatan, hingga mengatur lalu lintas agar kendaraan operasional dapat bergerak lancar.
“Kami juga melaksanakan patroli untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas, mengamankan barang-barang milik masyarakat yang terdampak, serta menjaga situasi tetap aman dan kondusif selama proses penanganan berlangsung,” kata Hengki, Selasa (7/7/2026).
Selain itu, petugas kepolisian turut mengawal mobilitas kendaraan pemadam kebakaran, ambulans, alat berat, serta distribusi logistik agar proses penanganan kebakaran berjalan tanpa hambatan.
Kapolda Tinjau Langsung Lokasi Kebakaran
Irjen Hengki juga meninjau langsung lokasi kebakaran di TPA Jatiwaringin untuk memastikan upaya pemadaman berlangsung optimal sekaligus memastikan keselamatan masyarakat yang terdampak.
Dalam peninjauan tersebut, Kapolda didampingi Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid, Kapolresta Tangerang Kombes Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, jajaran pejabat utama Polda Banten, serta unsur TNI, BNPB, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Kesehatan, pemerintah daerah, dan instansi terkait lainnya.
Menurut Hengki, kebakaran yang terjadi sejak Selasa, 30 Juni 2026, telah melalap sekitar 15 hektare dari total 32 hektare area TPA Jatiwaringin.
Dari hasil pemantauan, terdapat 12 titik api yang sempat teridentifikasi. Hingga kini, delapan titik api berhasil dipadamkan, sementara sisanya masih dalam tahap pendinginan.
“Hingga saat ini delapan titik api telah berhasil dipadamkan, sedangkan sisanya masih dalam proses pendinginan dan penanganan oleh petugas di lapangan,” ujarnya.
Ia menambahkan, sejak laporan pertama diterima, Polda Banten bersama Polresta Tangerang langsung melakukan koordinasi dengan seluruh instansi terkait untuk mempercepat pengendalian kebakaran.
“Sejak awal kejadian, kami langsung berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BNPB, BPBD, TNI, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Kesehatan, serta seluruh stakeholder untuk melakukan langkah-langkah penanganan secara terpadu agar kebakaran dapat segera dikendalikan dan dampaknya dapat diminimalkan,” ungkap Hengki.
158 Warga Mengungsi, Pemadaman Masih Berlangsung
Sementara itu, proses pemadaman kebakaran memasuki hari kedelapan. Sebanyak 158 warga dari wilayah sekitar TPA telah dievakuasi ke posko darurat.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah B3, dan Pengendalian Pencemaran Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tangerang, Ruli Riatno, menyebut para pengungsi berasal dari dua desa yang berada paling dekat dengan lokasi kebakaran.
“Data pengungsian per papan posko, Selasa, 7 Juli. Desa Tanjakan Mekar: 44 KK atau 144 jiwa. Desa Rajeg Mulya: 7 KK atau 14 jiwa. Total 51 KK atau 158 jiwa,” jelas Ruli.
Ia mengatakan terdapat empat area utama yang masih menjadi fokus penanganan, yakni sektor utara, barat, selatan, dan timur TPA Jatiwaringin.
Untuk mempercepat pengendalian api, petugas mengerahkan tiga unit helikopter water bombing serta melakukan pemantauan kondisi titik panas menggunakan drone.
“Target hari ini adalah isolasi titik api aktif, pendinginan area panas, dan monitoring suhu timbunan,” ujarnya.
Secara keseluruhan, operasi penanganan kebakaran melibatkan sekitar 380 personel gabungan yang didukung 47 unit kendaraan dan alat berat. Peralatan yang dikerahkan meliputi 19 mobil pemadam kebakaran, empat mobil tangki air, delapan ekskavator, delapan buldoser, empat helikopter water bombing, serta empat drone pemantau untuk mendukung proses pemadaman dan pemantauan dari udara.














