TEKNO

Elon Musk Kalah di Pengadilan, Gugatan terhadap OpenAI Ditolak

6
×

Elon Musk Kalah di Pengadilan, Gugatan terhadap OpenAI Ditolak

Sebarkan artikel ini
Gugatan Elon Musk ke OpenAI Ditolak Pengadilan Kemenangan untuk Perusahaan AI

Media90.id – Miliarder pendiri SpaceX dan Tesla, Elon Musk, dinyatakan kalah dalam gugatan hukumnya melawan OpenAI dan CEO Sam Altman. Pengadilan federal di Oakland, California, Amerika Serikat (AS), secara resmi menolak seluruh gugatan Musk pada Senin (18/5/2026) waktu setempat.

Dalam putusannya, juri federal menilai bahwa gugatan yang diajukan Musk telah melewati batas waktu hukum (statute of limitations). Karena alasan tersebut, perkara tidak dapat dilanjutkan untuk memeriksa substansi atau pokok sengketa. Keputusan itu diambil setelah musyawarah juri yang berlangsung kurang dari dua jam, kemudian disahkan oleh Hakim Yvonne Gonzalez Rogers untuk membatalkan kasus secara resmi.

Ads
close ads

Gugatan Dihentikan karena Faktor Waktu

Putusan pengadilan tidak menyentuh isi utama perkara, melainkan murni pada aspek prosedural. Juri menegaskan bahwa gugatan Musk tidak memenuhi batas waktu pengajuan yang ditentukan dalam hukum perdata di AS.

Dengan keputusan tersebut, OpenAI dan para tergugat lainnya tidak perlu melanjutkan proses pembuktian terkait tuduhan yang diajukan Musk.

Musk Kritik Putusan dan Siapkan Banding

Tak lama setelah putusan dibacakan, Elon Musk menyampaikan kritik keras terhadap Hakim Yvonne Gonzalez Rogers melalui platform X (sebelumnya Twitter), dengan menyebutnya sebagai “hakim aktivis”.

Musk menegaskan bahwa ia tidak akan berhenti dan akan mengajukan banding atas keputusan tersebut.

“Pengadilan dan juri tidak pernah benar-benar memutus substansi kasus ini, hanya persoalan teknis soal waktu,” tulis Musk melalui akun X resminya, @elonmusk.

Kuasa hukum Musk, Marc Toberoff, juga memastikan bahwa pihaknya akan melanjutkan proses hukum ke tingkat banding.

Kemenangan Penting bagi OpenAI

Bagi Sam Altman dan OpenAI, keputusan ini menjadi kemenangan signifikan. Putusan pengadilan membuka jalan bagi perusahaan untuk melanjutkan rencana besar, termasuk penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) yang diperkirakan menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah industri teknologi.

Dengan gugatan yang ditolak, tekanan hukum terhadap restrukturisasi OpenAI untuk menjadi entitas komersial juga berkurang secara signifikan.

Akar Konflik Musk dan OpenAI

Perseteruan ini bermula pada Februari 2024 ketika Elon Musk menggugat OpenAI, Sam Altman, dan Presiden OpenAI Greg Brockman. Musk, yang merupakan salah satu pendiri sekaligus investor awal OpenAI pada 2015, menuduh perusahaan telah menyimpang dari misi awal sebagai organisasi nirlaba.

Ia menilai OpenAI beralih menjadi entitas bisnis demi keuntungan setelah menerima investasi besar dari Microsoft.

Dalam gugatannya, Musk menuntut ganti rugi hingga 150 miliar dolar AS, sekaligus meminta pencopotan Sam Altman dari jabatan serta pembatalan restrukturisasi perusahaan.

Saling Sanggah di Ruang Sidang

Di sisi lain, tim hukum OpenAI membantah seluruh tuduhan tersebut. Mereka mengklaim Musk sudah mengetahui perubahan arah perusahaan sejak masih terlibat aktif di dalamnya.

Bahkan, dalam persidangan terungkap bahwa pada 2017 Musk sempat mendorong OpenAI untuk menjadi perusahaan profit dan mencoba menggabungkannya dengan Tesla.

Pihak OpenAI menilai gugatan tersebut muncul setelah kesuksesan besar ChatGPT pada 2022 dan setelah Musk mendirikan perusahaan AI pesaing, xAI, pada 2023. Pengacara OpenAI, William Savitt, menyebut langkah hukum Musk sebagai bentuk “sour grapes” atau kekecewaan karena tertinggal dalam persaingan industri AI.

Persidangan dan Bukti Internal

Persidangan yang berlangsung sekitar tiga pekan itu menghadirkan berbagai bukti, mulai dari dokumen internal, surel, pesan teks, hingga catatan rapat perusahaan.

Elon Musk sendiri hanya hadir untuk memberikan kesaksian pada awal persidangan, sementara Sam Altman dan Greg Brockman terlibat lebih intens sepanjang jalannya proses hukum.

Dengan putusan ini, salah satu konflik hukum paling menonjol di industri teknologi antara dua tokoh besar AI tersebut untuk sementara berakhir di meja pengadilan, meski peluang banding masih terbuka.

Tinggalkan Balasan

PS5 Pro Resmi Hadir di Indonesia Harga Rp154 Juta Jadi Perbincangan Gamer
TEKNO

Media90.id – Kabar gembira datang bagi para pencinta perangkat hiburan virtual di Tanah Air. Setelah dinantikan cukup lama oleh komunitas gamer, Sony Interactive Entertainment melalui PlayStation Asia akhirnya resmi merilis konsol generasi terbaru mereka, PlayStation 5 Pro (PS5 Pro), di Indonesia pada Rabu (20/5/2026). “Kekuatan tingkat selanjutnya telah hadir. PlayStation 5 Pro diluncurkan di Indonesia hari ini dengan harga Rp15.499.000,” tulis pihak PlayStation Asia melalui akun media sosial resminya. Ads close ads Dengan peluncuran ini, PS5 Pro kini sudah tersedia melalui berbagai retail resmi di Indonesia yang tersebar di sejumlah wilayah. Keterlambatan Rilis dan Isu Regulasi Wi-Fi 7 Jika menilik…

X Terapkan Batas Baru Akun Gratis Kini Hanya Bisa Posting 50 Tweet per Hari
TEKNO

Media90.id – Platform media sosial X kembali membuat perubahan besar yang berdampak langsung pada pengguna akun gratis. Layanan yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter ini resmi memperketat batas aktivitas harian bagi akun non-verifikasi atau tanpa centang biru. Kebijakan baru ini membuat pengguna gratis tidak lagi bisa beraktivitas secara leluasa. Bahkan, dalam kondisi tertentu, akun dapat dibekukan sementara oleh sistem otomatis jika dianggap melakukan aktivitas berlebihan dalam waktu singkat. Ads close ads Batas Posting Harian Dipangkas Tajam Dalam pembaruan terbaru di pusat bantuan X, akun gratis kini hanya diperbolehkan membuat maksimal 50 postingan orisinal dan 200 balasan per hari. Angka ini jauh…

Ilmuwan China Kembangkan Plastik Ramah Lingkungan dari Bakteri yang Bisa Terurai Sendiri
TEKNO

Media90.id – Masalah penumpukan limbah plastik yang telah menjadi momok ekologis global perlahan mulai menemukan titik terang. Sekelompok ilmuwan asal China berhasil mengembangkan inovasi material baru berupa plastik ramah lingkungan yang dirancang untuk dapat menghancurkan dirinya sendiri secara otomatis. Berbeda dengan plastik konvensional yang membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai, material baru ini diklaim mampu hancur total hanya dalam waktu sekitar enam hari di kondisi tertentu. Ads close ads Inovasi ini disebut sebagai “plastik hidup” (living plastic) dan dikembangkan oleh tim peneliti dari Chinese Academy of Sciences (CAS) di Shenzhen. Teknologi ini menjadi langkah baru dalam pendekatan material berkelanjutan dengan…

Ancaman Terorisme Digital Semakin Canggih Anak anak Jadi Target Lewat Game Online
TEKNO

Media90.id – Dunia digital kembali dihadapkan pada ancaman siber yang semakin mengkhawatirkan dan menyasar generasi muda. Laporan dari otoritas keamanan siber dan aparat penegak hukum mengungkap adanya perubahan pola rekrutmen yang dilakukan oleh kelompok radikal dalam mencari pengikut baru. Jika sebelumnya penyebaran ideologi ekstrem banyak dilakukan melalui forum tertutup dan media sosial konvensional, kini modusnya berkembang lebih jauh. Para pelaku dilaporkan mulai menyusup ke dalam ekosistem game online populer untuk mendekati anak-anak melalui fitur komunikasi dalam permainan, seperti in-game chat maupun voice chat. Ads close ads Perubahan strategi ini dinilai sangat berbahaya karena memanfaatkan ruang yang selama ini dianggap aman…

WhatsApp Web Alami Gangguan Pengguna Mengaku Dialihkan ke Facebook
TEKNO

Media90.id – Layanan WhatsApp Web dilaporkan mengalami gangguan massal atau down pada Rabu pagi, 20 Mei 2026. Gangguan tersebut langsung memicu kebingungan di kalangan pengguna internet lantaran saat membuka alamat resmi WhatsApp Web, browser justru otomatis mengarahkan tampilan ke halaman utama Facebook. Pantauan di media sosial menunjukkan keluhan mulai ramai bermunculan di platform X sejak sekitar pukul 06.00 WIB. Gangguan ini sempat menimbulkan kepanikan kecil di kalangan pekerja kantoran maupun pengguna yang hendak memulai aktivitas pagi menggunakan WhatsApp Web. Ads close ads Sejumlah netizen mengaku heran karena halaman login WhatsApp Web tidak menampilkan kode QR seperti biasanya. Salah satu akun…

China Jadi Negara Pertama yang Terapkan Nomor Identitas untuk Robot Humanoid
TEKNO

Media90 – Hubei Humanoid Robot Innovation Center di Provinsi Hubei, China, resmi menerapkan sistem pemberian nomor identitas unik atau “KTP” khusus bagi robot humanoid. Kebijakan ini menjadi langkah perdana di dunia yang bertujuan untuk memastikan pelacakan penuh serta akuntabilitas operasional perangkat robotika. Sistem identitas ini dirancang untuk merekam seluruh riwayat aktivitas robot sepanjang masa pakainya. Langkah tersebut diambil untuk mengurangi risiko keamanan sekaligus mempermudah penentuan tanggung jawab hukum apabila terjadi kerusakan atau malfungsi pada robot. Ads close ads Identitas Digital Berisi Data Lengkap Robot Melansir China Daily, Chief Operating Officer Hubei Humanoid Robot Innovation Center, Liu Chuanhou, menjelaskan bahwa nomor…

Jangan Sembarangan Tunjukkan Pose Peace AI Bisa Ambil Data Biometrik
TEKNO

Media90 – Tren keamanan siber terbaru memperingatkan bahwa kebiasaan berfoto dengan pose dua jari atau peace sign berpotensi membuka celah baru bagi pencurian data biometrik. Seiring meningkatnya kualitas kamera smartphone dan pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI), ancaman terhadap privasi digital pengguna kini semakin nyata. Teknologi seperti computer vision dan image enhancement disebut mampu dimanfaatkan untuk mengekstraksi informasi sensitif dari foto yang diunggah secara publik di media sosial. Ads close ads Modus Pencurian Data Sidik Jari Berbasis AI Ancaman ini bekerja melalui beberapa tahapan yang memanfaatkan detail visual pada gambar digital: Pertama, pelaku melakukan ekstraksi gambar, yaitu mencari foto beresolusi tinggi…