BERITA

Curahan Hati Pekerja Swasta: Gaji Dipotong 2,5% untuk Iuran Tapera, Kenapa Harus Rakyat yang Ikut Menanggung?

452
×

Curahan Hati Pekerja Swasta: Gaji Dipotong 2,5% untuk Iuran Tapera, Kenapa Harus Rakyat yang Ikut Menanggung?

Sebarkan artikel ini
Keluh Kesah Pekerja Swasta Gaji Bakal Dipotong Iuran Tapera 2,5%, Kenapa Rakyat Harus Ikut Patungan
Keluh Kesah Pekerja Swasta Gaji Bakal Dipotong Iuran Tapera 2,5%, Kenapa Rakyat Harus Ikut Patungan

Media90 – Reza (34) merasa sangat kesal ketika membaca berita bahwa gajinya akan dipotong sekitar 2,5 persen untuk iuran Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).

Tambahan potongan ini hanya akan memperpanjang daftar potongan upah yang sudah cukup banyak setiap bulannya.

Ads
close ads

Upah Reza sudah dipotong untuk tiga hal utama: pajak penghasilan, BPJS Kesehatan, dan BPJS Ketenagakerjaan. Rencana iuran Tapera jelas hanya akan memberatkan beban finansial Reza lebih lanjut.

Apalagi, Reza juga harus membayar cicilan Kredit Pemilikan Rumah sebesar Rp4,5 juta setiap bulan. Sementara itu, selama lima tahun terakhir, upahnya tetap stagnan dan tidak naik.

“Sebagai pekerja swasta yang sudah punya rumah, saya tidak mendapat manfaat langsung dari Tapera. Kenapa gaji kami harus dipotong 2,5 persen setiap bulan untuk membiayai subsidi rumah orang lain yang seharusnya menjadi tanggungan negara? Kenapa rakyat harus ikut patungan?” ujar Reza, seorang pekerja swasta di Jakarta, Selasa (4/6/2024).

Keluhan serupa disampaikan oleh Chitra. Potongan 2,5 persen untuk iuran Tapera terlalu besar baginya.

Menurutnya, kebutuhan setiap orang berbeda-beda, dan alih-alih dipotong untuk iuran Tapera yang tidak pasti, lebih baik uang tersebut disimpan untuk dana darurat.

Menurut Undang-Undang (UU) Nomor 4 Tahun 2016 tentang Tabungan Perumahan Rakyat, setiap pekerja dan pekerja mandiri yang berpenghasilan minimal sebesar upah minimum wajib menjadi peserta Tapera.

Mereka harus membayar simpanan setiap bulan sesuai waktu yang ditetapkan oleh Badan Pengelola (BP) Tapera.

Potongan iuran ini sebesar 3%, yang merupakan kombinasi dari kontribusi pekerja dan pemberi kerja. Pekerja akan mengiur 2,5%, sedangkan pemberi kerja 0,5%. Sementara pekerja mandiri harus membayar sendiri sebesar 3%.

Penyebab kekesalan Reza adalah karena manfaat Tapera tidak bisa langsung dirasakan oleh seluruh peserta yang gajinya dipotong setiap bulan.

Ada syarat tertentu bagi penerima manfaat. Pasal 38 ayat 1b dan 1c Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2024 menyatakan bahwa manfaat Tapera diberikan kepada pekerja berpenghasilan rendah yang belum memiliki rumah.

Backlog Hunian dan Sulitnya Anak Muda Memiliki Rumah

BP Tapera menyatakan bahwa tujuan program ini adalah menghimpun dana murah jangka panjang untuk membiayai perumahan, sehingga peserta dapat memiliki rumah yang layak dan terjangkau.

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko menyebutkan bahwa ada 9,9 juta warga Indonesia yang belum memiliki rumah, mengacu pada data dari Badan Pusat Statistik.

Masalah kesenjangan kepemilikan hunian ini diperkirakan akan semakin besar karena harga properti rata-rata naik 10%-15% per tahun, sementara kenaikan gaji pekerja tidak sebanding.

Dalam sebuah survei berjudul “Young adults and homeownership in Jakarta, Indonesia” oleh peneliti dari University of New South Wales, ditemukan dua hambatan utama yang menghalangi kaum muda dewasa di Jakarta untuk memiliki rumah: harga rumah yang tidak terjangkau dan pendapatan yang tidak cukup.

Terbatasnya pasokan tanah dan perumahan serta pertumbuhan jumlah penduduk membuat harga rumah di Jakarta melejit. Situasi ini membuat kepemilikan rumah semakin sulit.

Pada 2019, tingkat kepemilikan rumah di Indonesia rata-rata mencapai 80,07%, namun di Jakarta hanya 48,33%.

Ini adalah rasio terendah dibandingkan kota lain seperti Banten dan Jawa Barat yang memiliki persentase di atas 80%.

Reza terpaksa membeli rumah di pinggiran Jakarta, karena harga rumah di pusat ibukota sudah tidak terjangkau.

Meski itu berarti dia harus menempuh jarak sekitar 25 kilometer dari rumah ke kantor. “Di Tangerang Selatan yang paling dekat dengan transportasi umum, waktu itu sempat survei di Pondok Cabe, sudah Rp1 miliaran untuk rumah yang dapat akses transportasi umum. Makanya saya pilih Cinangka, Sawangan, Depok yang memang harganya lebih murah, meski agak jauh dari akses transportasi umum,” cerita Reza.

Menurut Perencana Keuangan Safir Senduk, situasi ini membuat makin banyak orang tidak ingin memiliki hunian sendiri. Mereka cenderung memilih untuk menyewa.

“Anak muda zaman sekarang realistis karena memang sewa lebih murah dibandingkan harus membeli. Hal ini juga berlaku terhadap tempat tinggal,” jelas Safir.

Bisakah Tapera Menjadi Solusi Hunian Anak Muda?

Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda, menyatakan bahwa iuran Tapera belum tentu efektif mengatasi masalah backlog perumahan di Indonesia.

Meskipun kewajiban iuran ini berjalan sejak 2018, belum ada bukti bahwa masalah backlog terselesaikan.

Bahkan, meski Bank Tabungan Negara (BTN) mendapat suntikan modal besar pada 2023 untuk membantu kepemilikan rumah, backlog masih tinggi.

Manfaat bagi peserta yang tidak mengambil program Tapera juga minim. Peserta yang tidak mengambil rumah pertama akan dirugikan jika tingkat pengembalian tidak optimal.

Huda menyarankan agar dana iuran Tapera lebih baik diinvestasikan sendiri oleh peserta untuk menghindari biaya peluang yang hilang.

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) sepakat menolak aturan Tapera.

Mereka mendesak pemerintah untuk mengkaji ulang implementasinya. Mereka berharap pemerintah lebih mengoptimalkan dana BPJS Ketenagakerjaan untuk program MLT perumahan.

Presiden KSBSI, Elly Rosita Silaban, juga meminta agar Pasal 7 diubah menjadi sukarela, karena Tapera tidak menjamin cukupnya upah buruh untuk mendapatkan rumah saat pensiun.

Psikolog klinis Veronica Adesla menjelaskan bahwa menabung lebih mudah bagi orang yang memiliki tujuan dan prioritas tertentu.

Menabung bisa sulit jika tujuan tersebut bukan prioritas utama, dan hanya bisa dilakukan setelah kebutuhan pokok terpenuhi.

Menabung untuk hal-hal seperti rumah membutuhkan pertimbangan yang matang karena biayanya besar.

Namun, orang yang sudah berkeinginan membeli rumah tidak akan mudah goyah meskipun ada atau tidaknya program Tapera.

Veronica juga menyatakan bahwa wajar jika masyarakat memiliki banyak pertanyaan tentang manfaat dan penggunaan dana Tapera.

Penemuan Jasad Bocah Perempuan di Lampung Selatan Hebohkan Warga Surat Wasiat Orang Tua Jadi Sorotan
BERITA

Media90.id – Warga Desa Rangai Tritunggal, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan, dikejutkan oleh penemuan jasad seorang anak perempuan tanpa identitas di tepi jalan pada Jumat dini hari, 22 Mei 2026. Peristiwa tersebut langsung menarik perhatian masyarakat karena korban ditemukan bersama sepucuk surat wasiat yang menyentuh hati.Ads close ads Berdasarkan informasi yang beredar, jasad korban ditemukan dalam kondisi terbungkus kain putih dan kardus. Di samping tubuh korban terdapat surat yang diduga ditinggalkan pihak keluarga atau orang yang mengantarkan jenazah tersebut. Isi surat itu berisi permohonan kepada siapa saja yang menemukan korban agar bersedia membantu mengurus jenazah, menyalatkan, hingga memakamkannya secara layak. Pesan…

Pemkab Tubaba Gelar Pasar Murah dan Pantau Harga Sembako di Mulya Asri
BERITA

Media90.id – Ketua I TP PKK Tulangbawang Barat (Tubaba), Ana Nadirsyah, membuka pelaksanaan operasi pasar murah sekaligus melakukan monitoring harga bahan pokok di Pasar Tradisional Mulya Asri pada Senin, 25 Mei 2026. Kegiatan pasar murah tersebut digelar sebagai upaya membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau di tengah meningkatnya kebutuhan rumah tangga.Ads close ads Dalam operasi pasar itu, sejumlah bahan pokok dijual dengan harga subsidi, di antaranya beras SPHP Rp57 ribu per 5 kilogram, gula pasir Rp17.500 per kilogram, minyak goreng Rp15.500 per liter, serta tepung terigu Rp10 ribu per kilogram. Usai membuka kegiatan, Ana Nadirsyah turut melakukan…

Bupati Tubaba Bagikan Tali Asih dan Kartu BPJS Ketenagakerjaan untuk Petugas Pasar
BERITA

Media90.id – Bupati Tulangbawang Barat, Novriwan Jaya, memberikan tali asih berupa paket sembako dan kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada petugas penarik retribusi, petugas parkir pasar, serta petugas retribusi sampah di lingkungan pasar daerah Tulangbawang Barat pada Senin, 25 Mei 2026. Kegiatan tersebut dipusatkan di Pasar Dayamurni dan turut didampingi Ketua Baznas Tulangbawang Barat serta perwakilan dari BPJS Ketenagakerjaan. Selain itu, kegiatan juga dihadiri jajaran pemerintah daerah, pengelola pasar, dan para petugas pasar penerima bantuan.Ads close ads Bupati Tulangbawang Barat, Novriwan Jaya, mengatakan pihaknya memberikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh petugas pasar yang selama ini berperan aktif dalam menjaga ketertiban, kebersihan, serta…

Eva Dwiana Salurkan Sapi Kurban Bantuan Presiden Berbobot 1 Ton ke Ponpes Madarijul Ulum
BERITA

Media90.id – Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana menyerahkan bantuan hewan kurban dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, berupa sapi limosin seberat satu ton di Pondok Pesantren Madarijul Ulum, Telukbetung Barat, Selasa, 26 Mei 2026. Dalam kesempatan tersebut, Eva Dwiana menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas bantuan hewan kurban yang diberikan kepada masyarakat Kota Bandar Lampung.Ads close ads Menurut Eva, bantuan sapi kurban tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar pondok pesantren, terutama menjelang Hari Raya Iduladha. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden. Semoga bantuan hewan kurban ini dapat tersalurkan dengan baik dan bermanfaat bagi…

Digitalisasi Transaksi Daerah Jadi Fokus Pemkot Bandar Lampung untuk Tingkatkan PAD
BERITA

Media90 – Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana yang diwakili Sekretaris Daerah Kota Bandar Lampung, Iwan Gunawan, menghadiri Rapat High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) di Aula Mahan Agung pada Senin, 25 Mei 2026. Kegiatan yang digelar Pemerintah Provinsi Lampung tersebut mengusung tema “Sinkronisasi Peta Jalan dan Rencana Aksi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah Wilayah Provinsi Lampung”.Ads close ads Dalam rapat tersebut, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa digitalisasi transaksi daerah menjadi strategi penting dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus mempercepat pelayanan publik. Menurutnya, penerapan sistem transaksi digital mampu menciptakan tata kelola pemerintahan yang…

Wali Kota Eva Dwiana Bagikan Bantuan Sosial untuk Ribuan Warga di Way Halim Tanjung Senang dan Kemiling
BERITA

Media90 – Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, menyalurkan bantuan beras kepada masyarakat di sejumlah wilayah Kota Bandar Lampung pada Senin, 25 Mei 2026. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Kota Bandar Lampung terhadap kebutuhan pangan masyarakat, khususnya keluarga penerima manfaat (KPM).Ads close ads Penyaluran bantuan dilakukan melalui Dinas Sosial dan Dinas Pangan Kota Bandar Lampung. Berdasarkan data penerima, sebanyak 43.582 KPM menerima bantuan melalui Dinas Sosial, sedangkan 102.624 KPM menerima bantuan melalui Dinas Pangan. Di Kecamatan Way Halim, bantuan disalurkan kepada 1.919 KPM di Kelurahan Jagabaya II, 1.470 KPM di Kelurahan Gunung Sulah, serta 709 KPM di Kelurahan…

DPRD Lampung Beri Apresiasi atas Prestasi Nasional Kejati Lampung di Anugerah Komisi Kejaksaan RI 2026
BERITA

Media90 – Ketua DPRD Provinsi Lampung, Ahmad Giri Akbar, bersama jajaran pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Lampung menyampaikan apresiasi serta ucapan selamat kepada Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Lampung atas prestasi yang diraih Kejaksaan Tinggi Lampung dalam ajang Anugerah Komisi Kejaksaan Republik Indonesia (Komjak RI) Tahun 2026. Dalam ajang tersebut, Kejati Lampung berhasil meraih penghargaan sebagai Juara I Kejaksaan Tinggi Tipe B Terbaik se-Indonesia.Ads close ads Penghargaan itu diberikan oleh Komjak RI berdasarkan hasil penilaian terhadap kinerja, profesionalisme, integritas, serta kualitas pelayanan hukum yang diberikan kepada masyarakat. Ketua DPRD Provinsi Lampung, Ahmad Giri Akbar, mengatakan capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi…