Media90 – Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, memperkuat kesiapsiagaan penanganan bencana menyusul meningkatnya ancaman cuaca ekstrem. Ratusan personel satgas dikerahkan di Mako Tandean, markas Damkarmat Bandar Lampung, pada Jumat (27/04/2026).
Langkah ini diambil setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan dengan intensitas bervariasi berpotensi melanda wilayah kota. Kondisi ini dinilai rawan memicu bencana hidrometeorologi, termasuk banjir, longsor, dan pohon tumbang.
Dalam arahannya, Eva Dwiana menekankan pentingnya respons cepat serta koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai kunci mitigasi risiko di kawasan perkotaan yang padat.
“Tim satgas harus lebih proaktif di lapangan, memastikan kesiapan drainase, serta melakukan penanganan cepat jika terjadi dampak cuaca buruk,” tegasnya.
Eva juga mengapresiasi soliditas koordinasi antar-OPD yang selama ini efektif dalam menangani bencana, terutama banjir dan tanah longsor. Namun, Pemkot menyadari masih terdapat tantangan, terutama pada aspek mitigasi berbasis sistem, seperti penguatan deteksi dini dan distribusi informasi kepada masyarakat.
Pemerintah kota meminta OPD terkait meningkatkan pemantauan wilayah rawan, termasuk titik genangan, lereng, serta kawasan dengan potensi pohon tumbang. Selain itu, penyebaran informasi peringatan dini kepada warga diminta dilakukan lebih masif dan terintegrasi.
Selain bencana hidrometeorologi, Eva Dwiana juga menyoroti ancaman kebakaran yang cenderung meningkat selama Ramadan. Ia meminta petugas pemadam kebakaran meningkatkan kewaspadaan agar respons penanganan tetap cepat dan efektif.
“Kita harus siap dalam segala kondisi, baik banjir maupun kebakaran, karena keduanya sama-sama berisiko tinggi bagi masyarakat,” ujarnya.














