Media90 – Perkembangan terbaru dari Gunung Semeru menunjukkan aktivitas vulkanik yang masih tinggi. Dalam periode pengamatan terkini, tercatat sebanyak 17 kali gempa letusan atau erupsi.
Amplitudo gempa erupsi berkisar antara 12 hingga 22 mm, dengan durasi mencapai lebih dari 100 detik. Hal ini menandakan aktivitas magma di dalam gunung masih aktif dan perlu diwaspadai.
Visual Gunung Tertutup Kabut
Secara visual, puncak Gunung Semeru terpantau tertutup kabut tebal (Kabut 0–II), sehingga tidak ada asap kawah yang terlihat.
Kondisi cuaca di sekitar gunung cenderung cerah hingga berawan, dengan angin lemah yang bergerak ke arah barat daya. Suhu udara di kawasan tersebut berkisar antara 20 hingga 21 derajat Celsius.
Jenis Gempa Vulkanik yang Terpantau
Selain gempa erupsi, aktivitas kegempaan lain juga tercatat, di antaranya:
- 2 kali gempa guguran dengan amplitudo 4–8 mm
- 1 kali gempa harmonik dengan durasi panjang hingga 390 detik
- 1 kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 30 mm
Data ini menunjukkan dinamika internal gunung masih terus berlangsung dan belum stabil sepenuhnya.
Zona Berbahaya yang Harus Dihindari
Masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di sektor tenggara. Wilayah yang perlu dihindari meliputi:
- Sepanjang Besuk Kobokan hingga jarak 13 km dari puncak
- Area sempadan sungai dalam radius 500 meter, karena potensi aliran lahar bisa mencapai 17 km
Selain itu, radius 5 km dari kawah juga dinyatakan berbahaya akibat potensi lontaran batu pijar saat erupsi.
Beberapa ancaman yang perlu diwaspadai antara lain:
- Awan panas guguran
- Aliran lava
- Lahar di sepanjang aliran sungai
Sungai yang berpotensi terdampak meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta anak-anak sungainya.
Imbauan Penting untuk Warga
Warga di sekitar Gunung Semeru diimbau untuk tidak melakukan aktivitas di zona rawan bencana. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk selalu mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang guna menghindari risiko yang lebih besar.
Kewaspadaan dan kepatuhan terhadap imbauan menjadi kunci utama untuk meminimalkan dampak dari aktivitas vulkanik yang masih berlangsung.














